Wisata Religi Ampel, Destinasi Peziarah Seluruh Indonesia Namun Kekurangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Di pagi hari yang menyengat, kawasan utara Surabaya sudah ramai dengan berbagai kendaraan. Kawasan ini memang terkenal dengan berbagai kompleks keagamaan yang menarik perhatian seperti Pecinan atau Kya-Kya dan Wisata Religi Sunan Ampel. Hal ini juga bisa menunjukkan tingginya tingkat toleransi warga Surabaya terhadap satu sama lain. Untuk mengakses wisata religi tersebut, Anda dapat melalui Jalan Nyamplungan dan harus memakirkan motor di tepi jalan. Setelah itu, barulah pengunjung dapat menyusuri jalan perkampungan kawasan Ampel untuk mencapai wisata religi tersebut. Tidak terlalu efektif memang, sekaligus cukup rumit, yang mana peziarah maupun pengunjung dapat tersesat di tengah perkampungan tua. Ketika terlepas dari kawasan perkampungan tua, pengunjung akan disambut dengan keramaian pasar yang menjual berbagai macam pernak pernik alat ibadah seperti mukenah, hijab, dan sebagainya. Tidak hanya itu, Kawasan Wisata Sunan Ampel juga terkenal dengan makanan khas Timur Tengah seperti kurma dan roti Maryam. Setelah melewati pasar tersebut, maka sampailah pada Wisata Religi Sunan Ampel ditandai dengan gapura berwarna nuansa hijau tosca. Pada hari Jumat (11/1), peziarah cenderung ramai yang datang dari berbagai kota seperti Sampang dan Probolinggo. Salah satu peziarah yang datang bersama rombongannya dari Probolinggo bernama Nani mengeluh soal tempat parkir bus. **foto** “Saya merasa tempat parkiran untuk bus terlalu jauh, apalagi dengan keadaannya yang bau dan kotor,” ujarnya. Tidak hanya Nani yang merasa kecewa terhadap jauhnya parkiran melainkan juga Febri, namun lebih pasrah karena mau bagaimana lagi menghadapi situasi tersebut. Wisata Religi Sunan Ampel ini telah lama didirikan semenjak wafatnya Sunan Ampel. Oleh karena selama hidup berjasa, maka banyak masayrakat sekitar yang menghormati Sunan Ampel sebagai tokoh ulama nusantara. Karena pengaruh jasa beliau, maka Kawasan pemakaman Sunan Ampel diakui sebagai cagar budaya. Seorang pengelola Masjid Sunan Ampel, Zaid Muhammad mengaku telah merawat Kawasan Sunan Ampel sejak 1998. Menurutnya tidak terlalu banya perubahan pada Wisata Religi Ampel. Sayangnya, wisata religi ini tidak memiliki kawasan parkir yang memadai mengingat banyaknya peziarah datang. “Sebelumnya Pemerintah Kota Surabaya menarik retribusi untuk kawasan parkir namun dibantu oleh pihak Dinas Perhubungan sehingga dibebaskan biaya. Namun, ketika overload sebenarnya membutuhkan lahan parkir yang lebih luas, semoga pihak Pemkot Surabaya bisa membantu urusan ini”, kata Zaid pada Jumat (11/1). Lahan parkir untuk Wisata Religi Ampel memang terletak dibagian belakangnya yang berada di dekat masjid. Akses menuju tempat parkir tersebut terlalu sempit dilalui oleh bus atau kendaraan besar lainnya. Sehingga, bus diletakkan di seberang jalan yang khusus untuk kendaraan besar para peziarah Wisata Religi Ampel. Zaid Muhammad mengaku pernah mengajukan proposal mengenai penambahan lahan parkir pada pihak Pemerintah Kota Surabaya. Ternyata sempat dimanfaatkan orang lain sehingga saat ini masih diusahakan oleh pengurus sendiri agar tidak disalahgunakan pada pihak tertentu kedepannya. Namun, ia mengaku masih berharap untuk dibantu pemkot khususnya perkara lahan parkir ini. Sebagai salah satu ciri khas Surabaya, seharusnya dibutuhkan perhatian khusus dari pihak pemerintahan. “Apalagi peziarah tidak hanya datang dari Surabaya saja, melainkan juga kota-kota lain dan kunjungan peziarah dapat mengalami peningkatan selama menuju bulan Ramadhan, Rajab, Syaban.” tandas Zaid Muhammad pada Jumat (11/1). PR
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…