Vanessa Disebut Ingin Langsung Eksekusi di Hotel

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hendarwanto, Wartawan Surabaya Pagi SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sempat absen saat panggilan pertama sebagai saksi dalam kasus prostitusi online, bintang sinetron Riri Febrianti akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Timur, Selasa (29/1/2019). Selain Riri, tiga model majalah dewasa juga terlihat hadir. Riri masuk dalam daftar panggil penyidik lantaran namanya masuk dalam jaringan muncikari ES alias Siska. Riri diduga menjadi satu di antara 45 artis yang selama ini dijajakan oleh ES. Pemeriksaan terhadap Riri Febrianty berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga 21.30 WIB. Ketika keluar dari ruang penyidik, Riri memilih tak berbicara. Saat itu dia didampingi kuasa hukumnya, Reinhard Nainggolan. Ia juga diapit dua personel Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Harissandi mengatakan, pemeriksaan terhadap Riri Febrianty masih seputar kasus prostitusi artis dan model. "Keterkaitannya masih dengan kasus prostitusi online," terang Harissandi kepada awak media, Selasa (29/1/2019). Harissandi menambahkan, sejauh ini pihaknya masih mendalami peranan daripada Riri terkait hal itu. "Sejauh ini, perannya masih kami dalami, dia kooperatif, sampai sekarang masih tahap pemeriksaan," sambung polisi dengan dua melati di pundaknya itu. Lalu, saat ditanya tentang informasi yang menyebutkan ada beberapa transaksi yang dilakukan Riri, Harissandi mengaku belum tahu menahu. "Saya masih belum tahu, sekarang kan masih proses pemeriksaan," sambungnya. Janji Kooperatif Sementara itu, Reinhard menjelaskan bahwa kliennya telah menjawab semua pertanyaan dari penyidik tanpa ada hambatan. "Sejauh ini lancar semuanya, tidak ada kesulitan saat menjawab pertanyaan dari penyidik," beber Reinhard. Ia mengaku, kliennya kooperatif dalam memenuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan. "Klien saya (Riri Febrianty) sangat kooperatif dan kami terima kasih kepada Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim," tandasnya. Saat ditanya apakah benar Riri masuk dalam katalog muncikari artis dan model, Reinhard memilih enggan menjawab pertanyaan itu. Alasannya, hal tersebut merupakan privasi kliennya. "Mengenai apa yang ada dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan), saya kira itu privasi klien saya, tidak bisa kami jelaskan semuanya ya," lanjutnya kemudian berjalan cepat menuju parkiran mobil. Selain Riri Febrianti, terlihat Jessie Amalia diperiksa. Sayangnya, Jessie enggan memberikan keterangan kepada awak media. Ia terus menerus menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya sembari didampingi seorang personel kepolisian dari Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Pengakuan Mucikari Sementara itu, mucikari Siska blak-blakaan mengungkap kronologi kasus prostitusi online yang menjerat artis FTV Vanessa Angel sebelum menerima job di hotel Vasa Surabaya. Seperti diketahui, Polda Jatim menggerebek Vanessa Angel, dan model Avriellia Shaqqila pada 5 Januari 2019. Semua kasus itu dibeber oleh mucikari Siska. Saat menjadi narasumber di acara Rumpi no Secret dipandu Feni Rose. Ada tiga mucikari diatangkan. Mereka adalah mucikari Siska, mucikari Tantri, dan mucikari Windi. Mereka mengungkap kronologi Vanessa Angel melayani si pemesan. Mucikari Tantri dan Windi mengaku, sebelum terjadi prostitusi online, mereka awalnya ingin membantu si pemesan untuk melangsungkan party dinner bersama Vanessa Angel saja. "Karena kemarin ada temen minta tolong, awalnya untuk party dinner aja, seolah-olah kayak jebakan," tutur Tantri. "Aku dimintain tolong sama T untuk nyari tahu, manajemen yang megang Vanessa Angel, terus aku memang kenal sama manajemen yang megang artis yaitu F, " tambah Windy. Mucikari Windy akhirnya menghubungi teman muncikari lain yang bernama Fitri karena Tantri mencari Vanessa. Bagaimana dengan fee 10 persen? Keduanya membantah mendapat fee sebesar itu dari tarif Rp 80 juta seperti yang dikabarkan media. Mereka mengaku hanya menerima transferan uang Rp 2,5 juta. Sementara muncikari Siska mengaku belum menerima apapun dari transaksi tersebut. Feni Rose lantas bertanya pekerjaan yang diberikan pada muncikari Windy. "Kamu tahu pekerjaan apa yang dimintakan tolong kepada kamu?" tanya Feni Rose kepada muncikari Windy. "Dinner, job party dinner (menemani pesta makan malam si pemesan)," jawab Windy singkat. Dirinya lalu menjelaskan bahwa pihak Vanessa Angel menolak ajakan tawaran party dinner itu. "Dia nggak terima job party dinner, dia bilang maunya langsung saja. Cuma job dinner itu kan otomatis di publik, semua orang lihat dia, lihat dia siapa sama siapa, dan disorot sama kamera, karena dia publik figur gitu kan," jelas Windy. Menurutnya, Vanessa Angel ingin langsung eksekusi saja. "Saya nggak bisa kalau dinner, ketemu di luar nggak bisa, langsung ngamar aja yang privat," sambungnya. "Berarti kamu tahu dong kalau bakal ada ngamar?" tanya Feni Rose disambut anggukan kepala muncikari Windy. n
Tag :

Berita Terbaru

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo  ‎

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo ‎

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Terdakwa kasus dugaan korupsi CSR TPA Winongo, Rochim Ruhdiyanto, mengaku mendapat perintah lisan dari Wali Kota Madiun nonaktif Mai…

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang terus membebani pembiayaan kesehatan menjadi perhatian serius. Untuk i…

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Arus lalu lintas di perempatan Jl. Mayjend Panjaitan Kota Madiun tampak semrawut setelah lampu lalu lintas di lokasi tersebut padam …

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok tanggung jawab sosial perusahaan (TS…

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pengusaha pengembang perumahan Citra Puri Majapahit 3 dan Citra Puri Pajajaran Joko Wijayanto mengungkapkan peran Wali Kota Madiun n…

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…