Dipenjara karena Kabur ke Gym saat Karantina Campak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Pasangan suami istri di Wisconsin, Amerika Serikat harus dikarantina karena dianggap menularkan risiko campak tahun lalu. Belum sampai di situ, keduanya harus dibawa ke pengadilan lagi setelah sang suami melanggar karantina dengan pergi ke gym. Jeffery Murawski (57) dan Christine Bennet (58) dituntut pada awal Maret karena hal tersebut. Murawski awalnya diperintahkan untuk tinggal dalam rumahnya dari 26 April hingga 7 Mei 2018 hingga dia dianggap bebas dari penyakit tersebut oleh departemen kesehatan setempat. Namun, belum jelas apakah dia benar-benar menderita campak yang menular atau hanya berisiko. Pada Selasa (12/3/2019), salah seorang anggota keluarga mengatakan bahwa kemungkinan Jeffery diarantina karena virus campak. Namun, Departemen Kesehatan setempat belum bisa mengonfirmasi apakah pria itu sudah divaksinasi seperti yang diklaim keluarganya. Namun pada 1 Mei tahun lalu, seorang petugas yang tidak sedang dalam tugasnya melihat Murawski berjalan ke tempat kerja sang istri dengan tas olahraga, kemudian kembali ke mobilnya. Padahal, beberapa petugas diperintahkan untuk berjaga di luar rumahnya. Peraturan yang mereka terapkan juga terbilang tidak terlalu ketat. Anggota keluarga juga masih diperbolehkan datang menengok, selama mereka sudah divaksin. Saksikan juga video menarik berikut ini: Ketika seorang petugas mendatanginya, Murawski mengaku bahwa dia menyelinap keluar dari rumahnya karena merasa jenuh. Setelah diinvestigasi lebih lanjut, pria itu mengakui bahwa dirinya pergi ke gym dan hanya beberapa menit saja. Bennet mengaku bahwa dia mengantar sang suami sebelum pergi bekerja. Gym yang dikunjungi Murawski telah ditutup. Namun bukan karena dianggap berisiko menularkan campak, tetapi karena gagalnya negosiasi sewa pihak manajemen. Juru bicara Departemen Layanan Kesehatan Wisconsin mengatakan pada NBC News bahwa kemungkinan, pria tersebut dikarantina bukan karena menderita campak. Namun, karena dirinya terpapar virus baru-baru ini. "Ketika seseorang dikarantina, bukan berarti mereka terkena campak, ini karena orang tersebut terpapar dan tidak memiliki kekebalan," kata Elizabeth Goodsitt. "Seseorang dengan campak akan diisolasi," kata Goodsitt menambahkan. Pasutri tersebut saat ini menghadapi hukuman 30 hari penjara dan denda maksimal 500 dolar untuk pelanggaran ringan. Kasus campak sendiri dilaporkan tidak ada di Wisconsin sejak 2004
Tag :

Berita Terbaru

Kunjungi Desa Gugut, Gus Fawait Dengarkan Aspirasi Warga dan Kader Posyandu

Kunjungi Desa Gugut, Gus Fawait Dengarkan Aspirasi Warga dan Kader Posyandu

Kamis, 30 Jul 2026 20:55 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 20:55 WIB

Jember - Bupati Jember, Gus Fawait menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendengarkan langsung berbagai…

Persidangan Maidi, Saksi Sebut Alat Berat PUPR Dipakai Bantu Proyek TPA Winongo atas Perintah Maidi

Persidangan Maidi, Saksi Sebut Alat Berat PUPR Dipakai Bantu Proyek TPA Winongo atas Perintah Maidi

Kamis, 30 Jul 2026 19:57 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:57 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saksi Kepala Seksi Bidang PSDA Dinas PUPR Kota Madiun, Sri Teguh Sumaryanto, mengungkap di persidangan bahwa dirinya kerap m…

Bank Jatim Salurkan Kredit Rp 111,28 triliun

Bank Jatim Salurkan Kredit Rp 111,28 triliun

Kamis, 30 Jul 2026 19:40 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan penguatan sinergi ini menjadi strategi penting dalam menciptakan ekosistem perbankan…

Terpaan El Nino, Molor dari Akhir Agustus ke 2027

Terpaan El Nino, Molor dari Akhir Agustus ke 2027

Kamis, 30 Jul 2026 19:38 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Fenomena El Nino telah aktif dan diprediksi memicu musim kemarau yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang di sebagian besar wilayah…

Pengusaha HKI Curhat ke Kemenperin

Pengusaha HKI Curhat ke Kemenperin

Kamis, 30 Jul 2026 19:33 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana meminta adanya penekanan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah…

HUT Ke-54 Petrokimia Gresik, 529 Abang Becak Terima Santunan Rp200 Ribu dan Bingkisan

HUT Ke-54 Petrokimia Gresik, 529 Abang Becak Terima Santunan Rp200 Ribu dan Bingkisan

Kamis, 30 Jul 2026 19:21 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sebanyak 529 abang becak di Kabupaten Gresik menerima santunan dan bingkisan dari PT Petrokimia Gresik (Persero) dalam program B…