Ribuan Investor Geruduk Kantor p2p Lending

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Ribuan investor dari platform peer to peer (P2P) lending di China mendatangi kantor pusat tuandai.com. Pemerintah kota sampai memanggil polisi anti huru-hara guna meminimalisir risiko kerusuhan. Seperti diberitakan South China Morning Post, ribuan investor yang terkena dampak penutupan platform P2P tuandai.com melakukan kasi protes di luar kantor pusat perusahaan tersebut yang berlokasi di kota Dongguan, provinsi Guangdong China pada Jumat pekan lalu. Mereka menuntut pengembalian uang mereka yang tak jelas nasibnya setelah perusahaan tersebut menyatakan diri bangkrut. Seorang sumber di lokasi kejadian memperkirakan lebih dari seribu orang telah berkumpul di kantor pusat tuandai.com pada Jumat lalu dan berakhir pada Minggu sore. Untuk berjaga-jaga, polisi anti huru-hara dikerahkan ke sejumlah lokasi di kota tersebut. "Para investor berkumpul dengan harapan pemerintah dapat melakukan intervensi dan menutupi kompensasi dari kerugian mereka, dengan alasan peraturan yang dibuat pemerintah tidak berjalan efektif," kata sumber dari pemerintah setempat yang enggan disebutkan namanya. Industri P2P di China pernah disebut oleh pemerintah sebagai model inovatif untuk membantu mereformasi industri keuangan di China daratan. Namun industri ini mengalami gelombang keruntuhan di tahun lalu ketika bergulat dengan masalah likuiditas setelah pemerintah memperketat regulasi di sektor tersebut. Platform tersebut memiliki sekitar 220.000 pemberi pinjaman saat mengumumkan kebangkrutannya pada bulan lalu karena masalah likuiditas. Alhasil dana sekitar 14,5 miliar yuan atau setara US$ 2,2 miliar di dalam platform tersebut tak jelas nasibnya. Sejak saat itu, pihak berwenang China telah menangkap 44 orang dari tuandai.com yang dituduh telah merancang produk investasi bodong dan mengganggu ketertiban industri keuangan negara.
Tag :

Berita Terbaru

Srikandi Muncul di Sidang, Maidi Mengaku Tak Tahu Permintaan Bantuan

Srikandi Muncul di Sidang, Maidi Mengaku Tak Tahu Permintaan Bantuan

Selasa, 15 Sep 2026 09:00 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 09:00 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun - Nama Srikandi, kelompok pendukung Maidi, muncul dalam sidang perkara dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Surabaya. Namun, ketika jaksa…

RI Mulai Ekspor Bawang Merah

RI Mulai Ekspor Bawang Merah

Selasa, 15 Sep 2026 07:23 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor bawang merah Brebes ke Thailand dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage…

Seorang Direktur PT di Jakarta, Tersangkut Perkara Pajak

Seorang Direktur PT di Jakarta, Tersangkut Perkara Pajak

Selasa, 15 Sep 2026 07:17 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Pusat melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perpajakan menyerahkan…

Tahun Depan, Gaji PPPK Ditanggung Pusat

Tahun Depan, Gaji PPPK Ditanggung Pusat

Selasa, 15 Sep 2026 07:14 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang selama ini menjadi tanggungan pemerintah daerah (Pemda),mulai tahun depan dan…

LOCUS DAN TEMPUS, TAK DIUNGKAP LOGIS OLEH JPU

LOCUS DAN TEMPUS, TAK DIUNGKAP LOGIS OLEH JPU

Selasa, 15 Sep 2026 07:11 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:11 WIB

Kajari Surabaya Yth, Praktisi hukum banyak yang kenal jaksa itu mengemban Dominus Litis. Ini asas hukum dari bahasa Latin yang berarti “penguasa perkara” atau …

Menteri Siapkan UMKM Ikuti Aturan Wajib Halal

Menteri Siapkan UMKM Ikuti Aturan Wajib Halal

Selasa, 15 Sep 2026 07:08 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:08 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman akan menyiapkan kebijakan khusus bagi UMKM dalam menghadapi aturan wajib h…