Parpol Hanya Cari Kekuasaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Fenomena koalisi parpol pasca Pilpres yang kerap berubah, mengindikasikan parpol-parpol saat ini cenderung pragmatis. Setidaknya ini terlihat dari maneuver Demokrat dan PAN usai Pilpres 2019 yang dimenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Padahal, dua parpol ini masih menjadi bagian dari koalisi Prabowo-Sandiaga. Pengamat politik menilai koalisi parpol yang dibentuk baik saat pemilu maupun di parlemen, tidak ada yang permanen. Pasalnya, parpol-parpol acap kali bergerak mengikuti arah angin politik. Demikian diungkapkan Peneliti politik dari Surabaya Survei Center (SSC) Surokhim Abdus Salam, Pengamat politik dari FISIP Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo dan budayawan Prof Tjuk Sukiadi. Surokhim misalnya, menyebut hanya ada tiga parpol yang punya konsistensi menjaga sikap politiknya. Tiga parpol itu antara lain PDI Perjuangan, Gerindra dan PKS. Selain ketiga partai itu, khususnya partai-partai nasionalis, cenderung melihat arah bandul politik bergerak ke arah mana. "Selain itu, keluar masuk koalisi sejatinya bukan investasi politik yang bermanfaat untuk sebuah partai," sebut dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura ini, Minggu (9/6) kemarin. Hal senada juga disampaikan Suko Widodo. Bahkan menurutnya, tidak ada satu pun parpol di Indonesia yang mendasarkan sikap politiknya dengan idealisme. Semua partai termasuk PDIP dan Gerindra, sebut Suko, adalah partai-partai yang mengedepankan kekuasaan sebagai landasan sikap politik alias pragmatis. "Dalam konteks sekarang ini, semua partai sama saja, pragmatis. Mereka hanya berpikir bagaimana bisa mendapat jatah kekuasaan," tandasnya.. Sementara itu, Tjuk Sukiadi mengatakan politik Indonesia yang sarat dengan pragmatisme dan oportunis sudah terjadi sejak Orde Baru. “PAN dan Demokrat memang pragmatis dan oportunis. Hal itu doktrinan zaman pemerintahan Soeharto. Pak Harto lah yang mengajarkan kita pragmatis. Kalau Bung Karno pemikirannya jauh ke depan," ungkap Tjuk. n
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…