Konflik Internal dan Kalah Saingan, Nissan Pecat 10 Ribu Karyawan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Tokyo - Pabrikan mobil terkemuka asal Jepang, Nissan, dilaporkan bakal mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebanyak 10 ribu karyawan mereka di seluruh penjuru dunia. Kebijakan PHK ini rupanya lebih banyak dari yang sebelumnya dilaporkan yaitu, 4.800 karyawan. Berdasarkan laporanAFP, Rabu (24/7/2019), Nissa sendiri diketahui mempekerjakan sebanyak kurang lebih 139 ribu karyawan di semua cabang negara di Planet Bumi. Kebijakan PHK ini diambil untuk meminimalisir kerugian korporasi yang lebih besar. Sebagai catatan, laba korporasi sendiri anjlok ke tingkat terendah dalam sepuluh tahun belakangan. Anjloknya laba ini disebabkan iklim usaha sedang lesu. Keadaan ini diprediksi bakal terus terjadi selama satu tahun mendatang. Nissan sendiri baru bakal merilis raihan kuartal pertamanya pada hari Kamis (25/7/2019) besok. Walau begitu, juru bicara Nissan tidak bersedia mengeluarkan pernyataan apapun sebelum laporan keuangan diumumkan. "Nissan belum mengambil kebijakan apapun dan tidak memberi pernyataan apapun untuk menghindari spekulasi media, sebelum laporan keuangan dirilis," ungkap juru bicara Nissan Koji Okuda, Rabu (24/7/2019). Sebelumnya, angka penjualan Nissan di Amerika Serikat dan Eropa dilaporkan terus mengalami penurunan. Keadaan ini pun diperparah dengan Carlos Ghosn, mantan bos Nissan, ditangkap lantaran diduga melakukan kejahatan keuangan. Nissan semakin terjerembab lantaran konflik dengan Renault, pabrikan otomoti Prancis, tak kunjung damai. Pasalnya, Renault mempunyai 43% saham dan menuntut perombakan setelah skandal Ghosn.
Tag :

Berita Terbaru

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya…

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Fenomena sungai menghitam dan penumpukan sampah plastik masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Ponorogo. Merespons hal tersebut,…

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Pengusaha event organizer (EO) Matahari Pink Inspiration (MPI), Faizal Rachman, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ter…

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JAKARTA — Polemik lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Praktisi hukum Ghufron menegaskan p…

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Terus berkomitmen menjaga keamanan operasional perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan pada perlintasan Rel…

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …