Incar Ketua MPR, Modal Romantisme Dinilai Tak Cukup

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Partai Demokrat berharap tuah nostalgia kemesraan dengan PDI Perjuangan benar-benar terwujud. Pasalnya, partai berlambang mercy itu disebut-sebut mengincar posisi ketua MPR 2019 - 2024. Sebelumnya, PDI Perjuangan mempunyai sosok Taufik Kiemas yang pernah menjabat sebagai ketua MPR 2009–2014. PDI sukses menyabet posisi nomor satu di MPR karena dukungan Partai Demokrat. PDI sendiri merupakan partai terbesar kedua di bawah Partai Demokrat ketika itu. Hanya saja sepeninggal Taufik Kiemas, seperti yang telah diketahui publik, hubungan antara dua pucuk pimpinan kedua partai yakni Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono, sedang tidak harmonis. Bahkan, Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Sundari menilai, tidak cukup bagi Partai Demokrat yang mengandalkan nostalgia semata. Menurutnya, Partai Demokrat harus mengusung figur yang tepat sekaligus mampu meyakinkan partai-partai lainnya. Terkait hal ini, pengamat Politik Surokhim Abdussalam menilai relasi PDIP dan Partai Demokrat akan tetap dalam posisi seperti itu jika Ketua Umum PDIP masih dijabat oleh Megawati Soekarno Putri dan Ketua Umum Partai Demokrat dijabat oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Beban sejarah itu terlalu berat untuk menjadi penghalang cairnya hubungan Partai Demokrat dan PDIP. Bagaimanapun PDIP itu patron utama masih di Ibu Megawat dan suasana batin serta kehendak Ibu Megawati yang akan menentukan," ucap Surokhim Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC) itu, Selasa (23/7/2019). Menurut Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini komunikasi antarkedua tokoh partai itu PDIP dengan Partai Demokrat hingga kini masih ada ganjalan dan relatif masih sulit untuk dicairkan. ’’Belum ada pihak ketiga yang mencoba menjembatani untuk cairnya keduanya 100%," pungkasnya. Oleh karena itu, Surokhim melihat relasi Ketum Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Megawati yang belum normal dan cair itu akan berat bagi Partai Demokrat meraih kursi ketua MPR. "Berat jalan terjal untuk Demokrat meraih kursi ketua MPR," terangnya. Apalagi kata Surokhim, perolehan kursi Partai Demokrat di parlemen juga tidak signifikan masih kalah dengan partai lainnya. Maka dari itu, Partai Demokrat akan kesulitan meyakinkan partai lain karena dalam posisi yang tidak menentukan lagi. "Satu-satunya jalan bagi Partai Demokrat memang mengajukan calon dengan figur yang sangat kuat sehingga bisa diterima semua parpol untuk kepantasannya," tandas Surokhim. Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat politik Agus Mahfud Fauzi. Dia mengungkapkan, semua di politik itu bisa terjadi. Apa yang disampaikan Eva Kusuma Sundari Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP, adalah motivasi bagi Partai Demokrat agar menjalin komunikasi politik yang lebih maksimal. "Tidak cukup mengandalkan masa lalu," tutur dosen sosiologi dan politik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tersebut, Selasa (23/7/2019). Agus yang juga mantan komisioner KPU Jatim itu melihat, seandainya Partai Demokrat bisa menangkap pesan Eva Sundari, berarti ada peluang bagi Partai Demokrat untuk menduduki kursi ketua MPR. "Adapun keberhasilannya tergantung pembuktian syarat tersebut dan komunikasi politiknya. Jadi masih ada peluang. Jika Partai Demokrat sakit hati dengan ucapan tersebut, maka itu pertanda kegagalan akan terjadi," pungkasnya.
Tag :

Berita Terbaru

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya…

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Fenomena sungai menghitam dan penumpukan sampah plastik masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Ponorogo. Merespons hal tersebut,…

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Pengusaha event organizer (EO) Matahari Pink Inspiration (MPI), Faizal Rachman, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ter…

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JAKARTA — Polemik lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Praktisi hukum Ghufron menegaskan p…

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Terus berkomitmen menjaga keamanan operasional perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan pada perlintasan Rel…

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …