Hari Ini Ketahanan dan Keamanan Jadi Objek Selanjutnya Perang Dagang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Perang dagang yang tak kunjung usai, China dan AS berulah lagi. Pasalnya, AS dianggap sebagai penghancur stabilitas global. Setelah kemarin AS menuduh China yang tak kunjung membeli komoditas pertaniannya. Ketahanan dan keamanan global jadi objek China untuk serang AS. China mengatakan bahwa AS telah merusak stabilitas global, dalam makalah pertahanan pertamanya sejak Presiden Xi Jinping memulai perombakan militer secara menyeluruh pada tahun 2015. Sebelumnya, pada masalah perekonomian, Pemerintahan Presiden Donald Trump tahun lalu mengeluarkan laporan yang menuduh China melakukan agresi ekonomi, sebagai lanjutan dari keputusan Pentagon untuk menyebut negara tersebut sebagai "pesaing strategis." Sementara itu, perselisihan mengenai dukungan militer Washington untuk Taipei muncul kembali ketika AS menyetujui penjualan senjata, mempublikasikan transit angkatan laut yang melalui Selat Taiwan, dan menunjukkan dukungan lain untuk Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Makalah yang berjudul "Pertahanan Nasional China di Era Baru”, yang megacu kepada slogan Xi, mengatakan bahwa AS telah memprovokasi persaingan antara negara-negara besar. Laporan tersebut mencatat bahwa sistem keamanan dan ketertiban internasional dirusak oleh tumbuhnya hegemonisme, politik kekuasaan, unilateralisme, dan konflik dan perang regional yang konstan. Bahasa tersebut mewakili kelanjutan dari laporan sebelumnya, yang berfokus pada upaya untuk meningkatkan kerjasama militer antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini. Laporan resmi tersebut menyoroti patroli terbaru oleh kapal perang dan pesawat perang China di sekitar Taiwan, dan mengatakan operasi tersebut seakan memberikan "peringatan keras" kepada para pendukung kemerdekaan, yang mengacu ke Partai Progresif Demokratik Tsai. Selain itu, makalah tersebut juga mengatakan situasi di Laut Cina Selatan umumnya stabil dan membaik karena negara-negara regional mengelola risiko dan perbedaan pendapat dengan tepat. AS telah menuduh China melakukan militerisasi Laut China Selatan dengan mengerahkan pasukan menuju perairan, sementara China mengatakan peningkatan patroli angkatan laut AS merusak stabilitas. Pengeluaran militer Cina turun menjadi 1,26 dari total pengeluaran pada tahun 2017, dibandingkan dengan pada 5,43 persen pada tahun 1979. Selama periode tersebut, China mengalami pertumbuhan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan naik dari kekuatan militer yang relatif lemah menuju negara dengan anggaran militer terbesar kedua di dunia setelah AS. Saat ini. Xi sedang mempersiapkan untuk merayakan 70 tahun pemerintahan Partai Komunis di Beijing akhir tahun ini di tengah perang dagang dengan AS yang telah memperburuk sejumlah perselisihan termasuk soal pertahanan keamanan antara kedua negara.
Tag :

Berita Terbaru

Musim Haji 2026, Ratusan CJH di Kota Madiun Dapat Uang Saku SAR750

Musim Haji 2026, Ratusan CJH di Kota Madiun Dapat Uang Saku SAR750

Rabu, 15 Apr 2026 11:10 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 11:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebanyak 227 calon jemaah haji (CJH) di Kota Madiun, Jawa Timur, bakal menerima uang saku untuk kebutuhan biaya hidup (living cost)…

Capai Angka 4 Triliun Lebih, Bupati Mojokerto Apresiasi Sektor Industri

Capai Angka 4 Triliun Lebih, Bupati Mojokerto Apresiasi Sektor Industri

Rabu, 15 Apr 2026 11:07 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, mengapresiasi para pengusaha di bidang industri atas kontribusi mereka dalam memajukan…

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Irigasi

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Irigasi

Rabu, 15 Apr 2026 11:04 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 11:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Bupati Lamongan Raih Penghargaan Top Pembina BUMD BUMD 2026

Bupati Lamongan Raih Penghargaan Top Pembina BUMD BUMD 2026

Rabu, 15 Apr 2026 11:01 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui capaian kinerja pembinaan Badan Usaha Milik…

Jadi Identitas Ragam Budaya, Pusat Batik Banyuwangi Hadir di Tengah Kota

Jadi Identitas Ragam Budaya, Pusat Batik Banyuwangi Hadir di Tengah Kota

Rabu, 15 Apr 2026 10:58 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Jika membicarakan terkait ragam budaya, termasuk Kain batik, saat ini masih terus eksis. Salah satunya di Banyuwangi yang kini…

Pascapengakuan UNESCO, Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem Reyog

Pascapengakuan UNESCO, Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem Reyog

Rabu, 15 Apr 2026 10:51 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 10:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya menekankan pelestarian, regenerasi, dan keberlanjutan budaya agar tetap hidup dan berkembang secara global, Gubernur…