Hari Anak Nasional, Masih Banyak Anak Menjadi Korban

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Hari Anak Nasional yang berlangsung tepat pada (23/07) masih menyisakan tangis, di satu sisi banyak anak Indonesia yang berprestasi mengharumkan nama bangsa, di sisi lain masih banyak diantara mereka menjadi korban tindak kejahatan atau bahkan terlibat kriminalitas. Surabaya Historical Community, Nur Setiawan mengatakan Begitu perih dan prihatin di Hari Anak Nasional kali ini, Tahun 2019 angka anak-anak korban tindak asusila, human traficking, broken home, terjerat narkoba, kriminalitas jalanan dan lain sebagainya masih tinggi. "Belum lagi masalah zonasi sekolah, banyak anak Indonesia khususnya di perkotaan mengalami stres. Carut marut zonasi sekolah melalui PPDB online merupakan tamparan keras bagi seluruh kepala daerah di Indonesia, khususnya kota Surabaya" lanjut pria pecinta sejarah ini, melalui Whatsapp Rabu (24/7/2019). "Kepala daerah seolah diingatkan agar tidak membangun raga saja, namun juga harus membangun jiwa melalui pendidikan. Pengelola kota sangat mudah memberikan ijin pendirian plaza, hotel, apartemen atau kecanduan membangun instrumen penghias kota, tetapi minim membangun sekolah baru" ujar Setiawan. Melalui struktur kantor Kecamatan, Dispenduk Capil maupun Dispendik Kota data populasi kepadatan penduduk maupun jumlah siswa dapat di monitor, wilayah mana saja yang memerlukan sarana pendidikan dan pembukaan sekolah baru berkwalitas. "Jaman dulu biyaya pendidikan tidaklah murah dan hanya bisa dienyam oleh kalangan menengah atas. Dahulu pendidikan untuk bumiputera sebatas sekolah ongko loro atau kelas kambing" lanjutnya. Semua usia dicampur jadi satu dalam satu ruangan tanpa bangku alias lesehan. Mereka tidak dicetak menjadi generasi yang cerdas mempelajari berbagai sains, tapi hanya dilatih menulis dan mengerti abjad, itu saja, katanya. "Melihat ketimpangan itu Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah bernama Taman Siswa secara swadaya. Pendirian sekolah ini agar kaumnya mendapat pendidikan yang setara dan layak seperti warga eropa lainnya" lanjut Wawan. Menurut Ki Hajar Dewantara sekolah unggulan dan favorit adalah hak semua insan tanpa pengecualian. Pemerintah Hindia Belanda yang mengetahui hal tersebut mengalami kekhawatiran, ini tindakan bahaya. Jika bumiputera pandai, mereka akan kritis dan selalu menuntut hak serta privasinya, katanya. "Lain ladang lain ilalang, Ki Hajar Dewantara mempunyai sudut pandang yang berbeda dengan pemerintah kolonial. Bumiputera berhak dan wajib menuntut ilmu setinggi-tingginya" lanjutnya. Supaya menjadi insan yang cerdas membangun bangsa, untuk meletakkan pondasi nasionalisme agar kelak menghirup alam kemerdekaan dan duduk sama rata dengan bangsa-bangsa lain di panggung dunia. "Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani" yang artinya di depan memberi teladan, di tengah membangun kekuatan dan berkarya, dibelakang memberi dorongan" pesan Ki Hajar Dewantara pada kita semua, semoga segenap kepala daerah tidak melupakan kalimat bijak yang sakral itu. (Jul)
Tag :

Berita Terbaru

Bulan Bakti ke-190, Pemkab Malang Perkuat Potensi Peternakan Daerah

Bulan Bakti ke-190, Pemkab Malang Perkuat Potensi Peternakan Daerah

Minggu, 23 Agu 2026 13:42 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menyambut Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperkuat sinergi…

Titik Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Hanguskan 146.85 Hektare

Titik Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Hanguskan 146.85 Hektare

Minggu, 23 Agu 2026 13:05 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 13:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti peristiwa yang viral maraknya Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kini kabar terbaru di kawasan Gunung…

Pemkot Permudah Pembayaran PKB di 5 Unit UPTB hingga Kecamatan Surabaya

Pemkot Permudah Pembayaran PKB di 5 Unit UPTB hingga Kecamatan Surabaya

Minggu, 23 Agu 2026 12:42 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 12:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperluas kemudahan layanan bagi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor (PKB), Pemerintah Kota (Pemkot)…

Siap-siap! Pelaku Usaha Pakai Elpiji Subsidi Bakal Ditindak Pemkab Pamekasan

Siap-siap! Pelaku Usaha Pakai Elpiji Subsidi Bakal Ditindak Pemkab Pamekasan

Minggu, 23 Agu 2026 11:37 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 11:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menyusul adanya temuan tim saat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah kafe dan rumah makan di Pamekasan, Pemerintah Kabupaten…

Tingkatkan Layani Angkutan Gratis Pelajar, Pemkab Tulungagung Usul Tambah Bus Sekolah

Tingkatkan Layani Angkutan Gratis Pelajar, Pemkab Tulungagung Usul Tambah Bus Sekolah

Minggu, 23 Agu 2026 11:20 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Guna memperluas layanan transportasi gratis dan membuka rute baru bagi pelajar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung,…

Gegara Vidio Call Berakhir Bullying di MTS, Kini dalam Penanganan Sat Reskrim Polres Blitar

Gegara Vidio Call Berakhir Bullying di MTS, Kini dalam Penanganan Sat Reskrim Polres Blitar

Minggu, 23 Agu 2026 11:03 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 11:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Menindaklanjuti informasi yang diterima melalui layanan Call Center 110 terkait dugaan aksi bullying terhadap pelajar di wilayah…