Bintang Adiwiyata Rangkul 10 Sekolah Peduli Lingkungan Mojokerto

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI,COM, Mojokerto -  Yayasan Sahabat MultiBintang (YSMB) bekerja sama dengan Yayasan Esa Katulistiwa (YEK) resmi memulai program Bintang Adiwiyata 2019/2020, di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Kamis (25/7/2019). Program yang akan diikuti oleh 10 Sekolah Adiwiyata pilihan di DAS Brantas mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Pada peresmian program tersebut, perwakilan dari 10 sekolah peduli lingkungan mendapatkan pembekalan detil program dan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama oleh berbagai pihak terkait. Program Bintang Adiwiyata ini memungkinkan berbagai sekolah Adiwiyata untuk membangun jejaring Komunikasi berbagi inspirasi dan ide praktis untuk aksi penyelamatan lingkungan. ’’Kebaikan lingkungan menjadi bagian penting dan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan berusaha Multi Bintang. Kami sangat bangga bisa ikut mendukung program Bintang Adiwiyata dan ingin mengajak generasi masa depan untuk belajar dan mengambil peran aktif dalam aksi penyelamatan lingkungan berbasis konservasi air di Kabupaten Mojokerto," ujar Hning Wicaksono, Ketua dari Yayasan Sahabat Multi Bintang.  Sejak tahun 2016, Multi Bintang sudah secara aktif melibatkan masyarakat dalam program konservasi bertajuk ’Nabung Banyu’ yang bertujuan untuk meningkatkan upaya pelestarian sumber daya air dari daerah hulu hingga hilir aliran sungai Brantas, yang merupakan sumber air bahan baku utama masyarakat dan juga industri.  ’’Berbagai aksi konservasi lingkungan telah kami lakukan antara lain penanaman ribuan pohon yang kami lakukan secara rutin, hingga saat ini telah mencakup sekitar 10 hektar di daerah hulu atau upstream. Kami juga menjalankan program edukasi masyarakat "Bank Sampah" dalam rangka mencegah sampah rumah tangga masuk ke aliran sungai. Melalui Program Bintang Adiwiyata ini kami berharap dapat merangkul generasi masa depan agar lebih ramah lingkungan," tambah Hning Wicaksono. Program Sekolah Adiwiyata adalah sebuah program yang digagas oleh KLHK dan juga Kemendikbud di tahun 2008, bertujuan untuk menciptakan "Sekolah yang Ideal" untuk kegiatan belajar dan mengajar yang menanamkan perilaku peduli dan berbudaya lingkungan untuk seluruh warga sekolah. Program ini merupakan salah satu strategi pemerintah demi mendidik generasi mendatang agar memiliki mental dan perilaku yang ramah lingkungan. Saat ini terdapat 78 sekolah di Kabupaten Mojokerto yang sudah mengikuti program Adiwiyata sejak tahun 2006. Dengan tingkat capaian sampai tingkat akhir atau sekolah adiwiyata mandiri baru 6 sekolah saja, sedangkan yang lain masih perlu bekerja keras untuk bisa mencapai jenjang berikutnya. Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timir di Mojokerto, Maryono  mengucapkan terima kasih atas partisipasi banyak pihak dalam kegiatan ini.   "Terima kasih khususnya Yayasan Sahabat Multi Bintang yang kiranya dapat menjadi sebuah inspirasi bagi pihak swasta lainnya, dalam mendemonstrasikan sebuah contoh baik sebuah perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Harapan kami program ini tidak hanya akan dapat meningkatkan grade sekolah pilihan tersebut mencapai predikat Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, nasional dan juga mandiri namun juga menciptakan generasi muda pembangunan yang juga ramah lingkungan," ungkapnya . dw
Tag :

Berita Terbaru

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya…

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Fenomena sungai menghitam dan penumpukan sampah plastik masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Ponorogo. Merespons hal tersebut,…

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Pengusaha event organizer (EO) Matahari Pink Inspiration (MPI), Faizal Rachman, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ter…

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JAKARTA — Polemik lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Praktisi hukum Ghufron menegaskan p…

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Terus berkomitmen menjaga keamanan operasional perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan pada perlintasan Rel…

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …