Masyarakat Ekonomi Kelas Bawah Jadi Biang Keladi Lesunya Industri Ritel Nas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Asosiasi Pemasok Pasar Ritel Indonesia (AP3MI) menyebut performa sektor ritel dalam negeri yang terpuruk adalah karena melemahnya konsumsi yang terjadi pada kalangan masyarakat menengah ke bawah. Keterpurukan ritel papan atas itu bisa diketahui dari kinerja toko tradisional yang mewakili rakyat ekonomi menengah ke bawah yang juga sama terjerembabnya. Di sisi lain, data penjualan korporasi ritel sendiri sebetulnya meningkat. Terkait hal ini, Penasehat AP3MI Yongky Susilo mengungkapkan, berdasarkan catatannya, kinerja toko tradisional sendiri diketahui terus menurun hingga 4 persen sampai enam bulan pertama tahun 2019 ini. Mula-mula, hal ini dianggap bisa mencerminkan kondisi lesunya ritel modern. Walau begitu, ditemukan anomali pada ritel modern. Catatan penjualan ritel modern yang merepresentasikan masyarakat ekonomi menengah ke atas, sejatinya meningkat 9 persen pada periode yang sama. Fakta ini membuat Yongki sempat bingung. Soalnya, di tengah kondisi konsumsi yang tetap tumbuh 5,01 persen pada empat bulan pertama tahun 2019, sektor ritel malah terkesan lesu dan tidak dinamis. Setelah diselidiki lebih jauh, Yongki menemukan rupanya rumah tangga masyarakat ekonomi menengah ke bawa, sangat mengendalikan jumlah konsumsi mereka. "Oleh sebab ituglobal office menanyakan, kalau konsumsi Indonesia meningkat lima persen, mengapa banyak perusahaan terkesan tidak jualan?" ungkap Andry.
Tag :

Berita Terbaru

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Terus berkomitmen menjaga keamanan operasional perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan pada perlintasan Rel…

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…