Program Sertifikat Tanah Gratis di Pamekasan Dipungut Biaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Pamekasan - Program sertifikat tanah gratis yang dicanangkan Presiden Joko Widodo ternyata masih harus mengeluarkan biaya. Fakta tersebut dialami warga Desa Ragang, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura. Warga mengaku dimintai uang saat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Tak hanya dipungut biaya, bahkan warga mengaku belum menerima buku sertffikat tanahnya meski telah mengurus semenjak dibukanya proses pendaftaran medio 2018 lalu. Salah seorang warga asal Desa Ragang, Rukayah mengaku dimintai uang sebesar Rp 50 ribu per bidang tanah oleh perangkat desa yang diangkat jadi panitia PTSL. Rukayah mendaftarkan sejumlah bidang tanah. Wanita tersebut mengaku, baru membayar setengah dari total biaya yang dipungut petugas dan berjanji akan melunasi setelah sertifikat selesai. "Saya beserta warga lainnya tidak mengetahui jika program PTSL dari pemerintah pusat itu gratis. Makanya saya dan warga lainnya tidak protes. Kalau tahu gratis, saya tidak akan melunasi ongkos tertunggak," tandasnya di Pamekasan, Selasa (30/7). Plt Kepala Desa Ragang, Abdul Hamid mengaku tidak ikut campur dan tidak mengetahui soal PTSL dipungut biaya. Hamid berdalih, dirinya belum menjabat sebagai pelaksana tugas kades saat proses pendaftaran sertifikat tanah gratis itu diluncurkan medio 2018 lalu. "Saya tidak tahu terkait pungutan biaya proses sertifikat tanah itu. Soalnya, saya baru bertugas sebagai pelaksana tugas kades setelah proses pendaftaran sertifikat gratis itu dimulai tahun lalu," tandas Hamid.
Tag :

Berita Terbaru

Arus Balik Lebaran, Tarif Tol Surabaya–Jakarta Tembus hampir Rp 1Juta

Arus Balik Lebaran, Tarif Tol Surabaya–Jakarta Tembus hampir Rp 1Juta

Jumat, 27 Mar 2026 15:49 WIB

Jumat, 27 Mar 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Selama arus balik mudik Lebaran 2026, dari Surabaya menuju Jakarta melalui jaringan Tol Trans Jawa membutuhkan persiapan yang tak…

Viral! Diduga Mudik Pakai Mobil Dinas ke Jombang, Pemkot Surabaya Tegaskan “Bukan Milik Kita”

Viral! Diduga Mudik Pakai Mobil Dinas ke Jombang, Pemkot Surabaya Tegaskan “Bukan Milik Kita”

Jumat, 27 Mar 2026 15:35 WIB

Jumat, 27 Mar 2026 15:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini sempat viral beredarnya video di media sosial, yakni sebuah mobil berpelat merah bernomor L 1901 EP berhenti di…

Pendatang Wajib Lapor, Pemkot Surabaya Resmi Keluarkan SE Pengendalian Urbanisasi 2026 Pasca Lebaran

Pendatang Wajib Lapor, Pemkot Surabaya Resmi Keluarkan SE Pengendalian Urbanisasi 2026 Pasca Lebaran

Jumat, 27 Mar 2026 15:17 WIB

Jumat, 27 Mar 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti maraknya pendatang baru diluar KTP Surabaya, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE)…

Sidak Pasca Lebaran, Pemkot Malang Siapkan Dana Perbaikan untuk Plafon Jebol di MPP

Sidak Pasca Lebaran, Pemkot Malang Siapkan Dana Perbaikan untuk Plafon Jebol di MPP

Jumat, 27 Mar 2026 14:51 WIB

Jumat, 27 Mar 2026 14:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat sidak pertama usai libur lebaran beberapa waktu lalu, tampak menyoroti Mal Pelayanan Publik…

Fasilitasi Balik Lebaran Gratis, Pemkab Magetan Bantu Ringankan Beban Warga

Fasilitasi Balik Lebaran Gratis, Pemkab Magetan Bantu Ringankan Beban Warga

Jumat, 27 Mar 2026 14:44 WIB

Jumat, 27 Mar 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Melalui program balik mudik Lebaran gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa timur, saat ini…

Selama Libur Lebaran, Volume Sampah di Kota Malang Alami Tren Penurunan

Selama Libur Lebaran, Volume Sampah di Kota Malang Alami Tren Penurunan

Jumat, 27 Mar 2026 12:26 WIB

Jumat, 27 Mar 2026 12:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Di momen libur panjang Lebaran 2026 kali ini, biasanya kota-kota besar mengalami lonjakan produksi limbah, namun berbeda dengan Kota…