Fluktuasi Masih Menghantui, Ini Desakan Para Pemerhati Petani

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Masalah fluktuasi harga dan pasokan cabai di Indonesia masih terus bergeming. Tak ayal jika para petani terus mendesak pemerintah agar gercep (gerak cepat) untuk mengatasi masalah yang menyangkut kesejeahteraan petani cabai. Tak hanya petani, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah untuk segera membentuk kawasan klaster komoditas hortikultura khususnya cabai dengan berbasis potensi daerah. Sistem klaster dianggap menjadi solusi konkret untuk mengatasi masalah fluktuasi harga dan pasokan cabai di Indonesia. Selain itu, Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) menilai usulan pembentukan klaster kawasan hortikultura khusus komoditas cabai perlu dilakukan. Namun, luaran dari klasterisasi kawasan harus memberikan dampak yang konkret bagi petani terutama dalam efisiensi pengeluaran dalam usaha cabai. Ketua Komite Tetap Hortikultura Kadin Indonesia, Karen Tambayong, mengatakan, pembentukan klaster setidaknya bisa menjadi kebijakan terdekat yang paling memungkinkan bagi pemerintah. Sistem kawasan cabai yang teratur dapat menjaga ketersediaan pasokan secara berkelanjutan dan pemasaran yang tepat. "Cabai di Jawa dan Sumatra saja beda karena masa panennya tidak sama. Harusnya bisa ditata. Tapi, siapa yang bisa menata itu?" kata Karen saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (3/10). Sekjen AACI, Abdul Hamid, mengatakan, sementara ini kawasan klaster khusus cabai sudah ada di beberapa lokasi. Hanya saja, pengelolaan kawasan belum jelas dan tidak disertai dengan kepastian akses pasar dari cabai yang dihasilkan dari kawasan itu. "Sampai saat ini belum ada yang jelas. Kita sudah inisiasi agar ini bisa memperjelas pasar, misalnya bisa diserap langsung oleh indusri yang membutuhkan cabai," kata Abdul saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (3/10). Meski demikian, Abdul menekankan, persoalan akses pasar tidak sederhana. Cabai yang dihasilkan petani harus bisa lebih murah tanpa mengurangi keuntungan yang diterima. Itu sebabnya, usaha cabai ke depan harus lebih efisien agar harga dapat ditekan sementara keuntungan terus tumbuh. Tanpa peningkatan efisiensi usaha, klaster tidak akan banyak berguna bagi petani. "Output dengan rata-rata harga cabai Rp 10-12 ribu petani sudah bisa untung. Jadi, produkvitiasnya harus banyak," ujarnya.
Tag :

Berita Terbaru

Uber Indonesia -Taiwan Imbang 2-2

Uber Indonesia -Taiwan Imbang 2-2

Selasa, 28 Apr 2026 22:00 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 22:00 WIB

SURABAYAPAGI : Kemenangan Rachel/Febi membuat kedudukan Indonesia vs Taiwan imbang menjadi 2-2, semalam. Saat berita ini dibuat, partai kelima, di mana Ester …

Khofifah Dorong Penguatan Industri substitusi impor sektor Farmasi

Khofifah Dorong Penguatan Industri substitusi impor sektor Farmasi

Selasa, 28 Apr 2026 21:55 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:55 WIB

SURABAYAPAGI :  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan industri substitusi impor khususnya di sektor farmasi, demi mengurangi …

Presiden Janji Perbaiki Semua Perlintasan KA Sebesar Rp 4 triliun

Presiden Janji Perbaiki Semua Perlintasan KA Sebesar Rp 4 triliun

Selasa, 28 Apr 2026 21:50 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:50 WIB

SURABAYAPAGI : Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan memperbaiki semua perlintasan KA. Hal tersebut disampaikan Prabowo usai menjenguk korban kecelakaan…

Presiden Prabowo, Jenguk Korban Didampingi Sekab Teddy

Presiden Prabowo, Jenguk Korban Didampingi Sekab Teddy

Selasa, 28 Apr 2026 21:49 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:49 WIB

SURABAYAPAGI : Presiden RI Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).…

19 Perjalanan Kereta Dibatalkan, Termasuk Argo dan Gumarang

19 Perjalanan Kereta Dibatalkan, Termasuk Argo dan Gumarang

Selasa, 28 Apr 2026 21:45 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:45 WIB

Tabrakan Maut antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute, Diduga Disebabkan Taksi Listrik yang Mogok di Lintasan KA…

Taksi Listrik Green SM asal Vietnam, Diduga Pemicu Insiden

Taksi Listrik Green SM asal Vietnam, Diduga Pemicu Insiden

Selasa, 28 Apr 2026 21:40 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:40 WIB

SURABAYAPAGI : Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi buka suara soal insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek. Insiden tersebut…