SURABAYAPAGI.COM, Tuban- Menjelang penghujung tahun 2018 PT. Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) kembali menggelar sosialisasi survei seismik 3D yang sebelumnya ditargetkan selesai pada Desember tahun ini.
Ada dua desa yang dilaksanakan sosialisasi tersebut yakni Desa Jenggolo dan desa Sekardadi yang masuk dalam wilayah administrasi kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Selasa, (8/10).
Dalam sosialisasi itu, dijelaskan mengenai mekanisme perhitungan kompensasi pakai lahan, diantaranya disebutkan jumlah kompensasi untuk tanaman padi sebesar 3600 rupiah per meter sedangkan untuk tanaman jagung adalah 3200 rupiah per meter.
Sampai dengan bulan Oktober ini, dari 64 desa lintasan seismik yang tersebar dari 10 kecamatan, sudah ada 35 desa yang telah dilakukan sosialisasi, sedangkan untuk pengerjaan pengeboran sudah terlaksana 40% sedangkan untuk perekaman kurang lebih 20%.
Camat Jenu, Mohammad Maftuchin Riza yang ikut menghadiri sosialisasi tersebut mengatakan pada awak media jika dirinya mengapresiasi PHE TEJ yang sampai hari ini dinilai telah melakukan sosialisasi dengan baik, utamanya sosialisasi di wilayah Jenu.
Menurutnya, hal itu dapat dilihat dari detilnya materi sosialisasi yang disampaikan, serta banyaknya pertanyaan warga yang dijawab langsung tanpa menunggu waktu lama.
"Saya nilai sosialisasi yang dilakukan sejauh ini oleh PHE TEJ, utamanya di Jenu sudah baik. Itu dapat dilihat dari materi yang detil dan banyak pertanyaan warga langsung dijawab ditempat tanpa menunggu waktu lama atau berbelit- belit," ungkapnya.
Setelahnya, Riza juga menghimbau agar antara PHE TEJ dan masyarakat sering menjalin kordinasi, sebab sebentar lagi sudah menjelang musim tanam, sehingga dari baiknya komunikasi kedua pihak diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan yang tepat terkait apakah harus mendahulukan tanam atau survei seismik terlebih dahulu.
Senada dengan apa yang disampaikan oleh Riza, Kepala desa Jenggolo, Ni’am menyampaikan jika masyarakat memang harus diberi pemahaman yang detil tentang proses pelaksanaan survei seismik 3D, sehingga saat warga mengetahui seluk beluk seismik, berikut penjabaran kompensasinya, ketakutan yang muncul akibat adanya miss informasi atau takut dirugikan bisa dihilangkan.
"Warga memang harus diberi penjelasan sedetil- detilnya mengenai pelaksanaan seksmik, sehingga tidak ada yang takut atau khawatir lagi," pungkasnya.
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Selasa, 23 Jun 2026 14:56 WIB
Selasa, 23 Jun 2026 14:56 WIB
SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Blitar menggelar lomba cerdas cermat yang diikuti oleh…
Selasa, 23 Jun 2026 14:55 WIB
Selasa, 23 Jun 2026 14:55 WIB
SURABAYAPAGI.com, Tuban - Sebagai salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dalam meringankan beban ekonomi warga, khususnya saat harus…
Selasa, 23 Jun 2026 14:34 WIB
Selasa, 23 Jun 2026 14:34 WIB
SurabayaPagi, Surabaya - Ekonomi Jawa Timur menunjukkan kinerja yang semakin kuat pada awal 2026.
Bank Indonesia (BI) mencatat perekonomian Jawa Timur pada…
Selasa, 23 Jun 2026 14:29 WIB
Selasa, 23 Jun 2026 14:29 WIB
SurabayaPagi, Surabaya - Musim kemarau yang identik dengan cuaca panas dan minim hujan seolah kehilangan polanya di Surabaya. Hujan deras yang mengguyur Kota…
Selasa, 23 Jun 2026 14:25 WIB
Selasa, 23 Jun 2026 14:25 WIB
SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai upaya menciptakan iklim usaha pariwisata yang sehat dan tertib melalui penguatan penegakan regulasi, Pemerintah Kota…
Selasa, 23 Jun 2026 14:11 WIB
Selasa, 23 Jun 2026 14:11 WIB
SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melihat fenomena gangguan layanan air bersih akibat distribusi PDAM yang mati selama kurang lebih 15 hari di Dusun Krajan RT 06…