Warga Purwakarta Trauma Akibat Hujan Batu Menimpa Kampungnya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Purwakarta– Warga Kampung Cihandeuleum RT 09 RW 05 Desa Sukamulya, Kabupaten Purwakarta tidak pernah lupa kejadian pada Selasa (8/10/2019) kemarin. Abung (41) salah satu warga desa mengatakan saat itu, hendak mandi di rumahnya yang terletak di bukit tempat operasional penambangan perusahaan tambang batu. Tak terbayangkan sebelumnya, bongkahan batu berjatuhan dari atas bukit tepat di depan matanya. Awalnya Abung mendengar suara ledakan dengan gemuruh besar. Sesaat hendak mandi, ia keluar rumah dan melihat batu-batu besar jatuh dari atas bukit. Tanpa pikir panjang, Abung lari tunggang langgang menyelamatkan diri. “Saat batu jatuh, saya cuma pakai handuk selamatkan diri,” kata Abung ditemui di lokasi jatuhnya batu, Rabu (9/10). Pria yang berprofesi sebagai tukang tambal ban itu bercerita kejadian terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Aktivitas ledakan batu memang hampir setiap hari terjadi. Tapi baru kali ini kejadian bongkahan batu besar menghujani pemukiman. Tak tanggung-tanggung bongkahan batu hingga setinggi lebih dari lima meter menimpa rumah warga. Sampai saat ini, pasca kejadian kemarin, ia dan warga masih trauma. Warga masih takut akan ada lagi batu besar jatuh karena aktivitas pertambangan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS). “Saya di sini sudah sejak 1994. Baru kali ini kejadian seperti ini. Trauma sudah pasti kita masih takut kayak gini lagi,” ujarnya. Dari pantauan lapangan, bongkahan batu berukuran mulai satu meter hingga lima meter berserakan di bawah bukit yang menjadi lokasi penambangan PT MSS. Jalan yang menjadi akses utama warga sekitar juga amblas akibat tertimpa batu. Tampak di bukit juga masih terdapat bongkahan batu-batu besar yang rawan berjatuhan. Disamping itu, Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono juga membenarkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan langsung dari petugas di lapangan. Ia mengatakan batu yang menghujani rumah warga merupakan dampak dari aktivitasblasting atau peledakan batu yang dilakukan oleh PT. MSS pada Selasa (8/10/2019) siang, sekitar pukul 13.00 WIB. "Dari hasil pengecekan di lapangan oleh anggota dan menurut keterangan saksi, batu tersebut jatuh dari ketinggian sekitar 500 meter ke rumah warga yang ada di bawah gunung," kata Wibi. Disisi lain, Dodi (37) pemilik rumah yang rusak berat, menyayangkan adanya kejadian seperti ini. Padahal seharusnya perusahaan sudah bisa mengantisipasi dengan membuat pemukiman lebih aman dari dampak peledakan batu. Bukan hanya menuntut ganti rugi materi, saat ini juga dikatakannya yang dibutuhkan warga adalah pemulihan dari trauma mendalam. “Kalau ukuran materi bisa dihitung dengan angka tapi kalau ukuran mental kami yang ketakutan bahkan ada yang masih terus nangis, jadi harapan kami perusahaan bisa memenuhi tuntutan pemulihan trauma dengan memberikan rasa aman,” tuturnya. Perihal kejadian itu, berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta terdapat tujuh bangunan yang rusak tertimpa batu. Dua di antaranya rusak parah dan satu sekolah rusak ringan. Rumah-rumah warga sekitar juga banyak yang retak-retak akibat aktivitas tambang selama ini.
Tag :

Berita Terbaru

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo  ‎

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo ‎

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Terdakwa kasus dugaan korupsi CSR TPA Winongo, Rochim Ruhdiyanto, mengaku mendapat perintah lisan dari Wali Kota Madiun nonaktif Mai…

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang terus membebani pembiayaan kesehatan menjadi perhatian serius. Untuk i…

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Arus lalu lintas di perempatan Jl. Mayjend Panjaitan Kota Madiun tampak semrawut setelah lampu lalu lintas di lokasi tersebut padam …

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok tanggung jawab sosial perusahaan (TS…

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pengusaha pengembang perumahan Citra Puri Majapahit 3 dan Citra Puri Pajajaran Joko Wijayanto mengungkapkan peran Wali Kota Madiun n…

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…