Sengketa Ahli Waris, Ungkap Bukti Kepemilikan Selama 20 Tahun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), antara tiga orang ahli waris dari almarhum Elisa Irawati yakni Utjang Kayanto, Elina Widjajanti dan Lusiana Sintawati selaku Penggugat dan Hermina Sutanto selaku Tergugat berlanjut kembali. Pada persidangan yang digelar di ruang Sari 3 Pengadilan Negeri Surabaya ini, masing masing pihak diwakili oleh kuasa hukumnya dalam menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi. (20/11). Ketua tim kuasa hukum penggugat, Wellem Mintarja, menghadirkan dua saksi fakta yang mengetahui tentang riwayat dari obyek sengketa berupa tanah seluas 5 ribu m² di desa Dungus kecamatan Cerme Kabupaten Gresik tersebut, mereka yakni Sujono dan Iwan Effendy. Sujono, saat memberikan keterangan dihadapan majelis hakim yang diketuai Eddy Soeprayitno mengatakan, bahwa dirinya mengetahui sekali riwayat tanah tersebut adalah milik ibu Elisa. Karena pada saat jual beli, dirinya ikut tanda tangan di dalam surat perjanjian jual beli dimna dirinya bertindak sebagai saksi. "Awalnya tanah itu milik Suwardi berupa petok D. Kemudian dibeli oleh bu Hermina. Waktu saya kasih tahu ada pengurusan sertifikat massal, bu Hermina menyetujui dan saya yang mengurusnya. Kemudian bu Hermina minta tolong carikan pembeli yang mau dengan tanahnya. Dan yang membeli adalah bu Elisa,"beber Sujono. Pengakuan Sujono mendapat perlawanan dari tim kuasa hukum tergugat yang menanyakan terkait apakah saksi tahu Elisa memberikan uang sejumalh Rp. 170 juta kepada Hermina. "Saya tidak tahu. Yang saya tahu ada perjanjian jual beli antara Elisa dan Hermina dan saya sebagai saksi,"kata Sujono. Warga Cerme tersebut kemudian menambahkan bahwa dirinya sangat mengenal Elisa. Karena tanah miliknya berdampingan dengan tanah milik Elisa. Pada saat Elisa menyewakan tanah tersebut, Sujono mengaku dirinyalah yang mengurus semuanya. "Selama disewakan bu Hermina tidak pernah komplain (protes),"ucap Sujono. Ketika giliran saksi Iwan Effendy diperiksa, suasana menjadi sedikit tegang karena saksi memberikan keterangan dengan menggebu gebu. Iwan mengaku juga tahu persis tanah tersebut. "Elisabet menawarkan ke saya...untuk menjualkan tanahnya waktu dia sebelum sakit. Waktu menawarkan tanah tersebut saya berbekal, surat perjanjian jual beli,sertifikat asli, kwitansi pembelian,"ungkap Iwan. Masih menurut Iwan, Elisa menjual tanah tersebut dikarenakan jauh dan tidak sempat untuk mengunjunginya. Jadi Elisa memutuskan untuk menjual tanah itu dengan bantuan Iwan. "Mungkin karena jauh. Bu Elisa bertempat tinggal di jalan Tengger dan lokasi tanahnya ada di Cerme,"katanya. Lebih lanjut, Iwan mengatakan kenal dengan Elisa dari tahun 2010. Awal perkenalan itu ketika Elisa membeli sebagian tanah milik Iwan di daerah jalan Dukuh Kuwukan Surabaya. Ketika ditanya oleh kuasa hukum tergugat apakah Iwan tinggal serumah dengan para penggugat, dengan tenang Iwan mengakuinya. "Saudara-saudara Elisa memang sering datang ke rumah di Dukuh Kuwukan bahkan tinggal disana. Saya tidak bisa menolak karena ada hak Elisa di rumah itu,"jelas Iwan Hal menarik diceritakan saat Iwan menjenguk Elisa yang sedang sakit di rumah sakit RKZ. Iwan dengan berapi api mengatakan bahwa Elisa sempat menginginkan meningkatkan surat jual beli tanah tersebut ke akta jual beli dan itu disampaikan kepada Hermina. "Waktu itu di rumah sakit saat njenguk, Elisa memberitahu ke Hermina bahwa akan ada notaris mendatangi Hermina untuk balik nama sertifikat. Hermina jawab, ah tante lagi sakit kok malah ngomongin surat tanah. Itu kata dia (Hermina)," kata Iwan. Bahkan, Iwan hingga bersumpah serapah dia mendengar sendiri apa yang dikatakan oleh Hermina. "Sumpah pak hakim. Saya dengar sendiri dia yang ngomong itu. Saya waktu itu ada di balik tirai kamar pasien waktu dengarnya,"pungkas Iwan. Usai persidangan, Wellem Mintarja, saat ditemui menyampaikan bahwa perkara ini terkait jual beli tanah antara almarhum Elisa Irawati dan keponakannya Hermina (tergugat). "Tepatnya pada tahun 1999 terjadinya jual beli antara almarhum dan tergugat. Dan selama 20 tahun itu kami sudah menguasai obyek tersebut, baik tanah dan surat suratnya (kertas segel perjanjian jual beli, kwitansi dan sertifikat asli),"ucap Wellem. Menurut Wellem, kliennya sudah pernah mengajukan permintaan dengan baik baik kepada tergugat, akan meningkatkan status jual beli. Akan tetapi tergugat malah melaporkan kliennya. "Klien kami minta baik baik. Lha kok malah dilaporkan atas dugaan pemalsuan tanda tangan. Padahal selama 20 tahun kami kuasai, tergugat tidak pernah sekalipun komplain. Tahu tahu September 2019 malah dilaporkan. Kami menduga tergugat mempunyai itikad yang kurang baik,"jelas Wellem. (Budi)
Tag :

Berita Terbaru

Dari Karier Hukum ke Ikatan Cinta: Momen Hangat Tunangan Billy Handiwiyanto

Dari Karier Hukum ke Ikatan Cinta: Momen Hangat Tunangan Billy Handiwiyanto

Minggu, 26 Apr 2026 17:34 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kabar bahagia datang dari dunia hukum di Jawa Timur. Pengacara muda yang tengah naik daun, Billy Handiwiyanto, resmi menggelar…

Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Khofifah Ajak Masyarakat Waspada Karhutla di Tengah Ancaman El Nino

Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Khofifah Ajak Masyarakat Waspada Karhutla di Tengah Ancaman El Nino

Minggu, 26 Apr 2026 15:45 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi p…

Proyek Giant Sea Wall Jatim Dipercepat, Khofifah Tegaskan Urgensi Tanggul Laut Hadapi Risiko Pesisir

Proyek Giant Sea Wall Jatim Dipercepat, Khofifah Tegaskan Urgensi Tanggul Laut Hadapi Risiko Pesisir

Minggu, 26 Apr 2026 15:43 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 15:43 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung percepatan pembangunan …

Antusiasme Pengunjung Picu Lonjakan Penjualan UMKM di Ajang Domino Surabaya

Antusiasme Pengunjung Picu Lonjakan Penjualan UMKM di Ajang Domino Surabaya

Minggu, 26 Apr 2026 15:42 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 15:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – HGI City Cup 2026 Surabaya Fest tidak hanya menghadirkan kompetisi domino, tetapi juga memberi dampak signifikan terhadap pelaku usaha …

Jelang Kejurprov 2026, IPSI Surabaya Genjot Latihan dan Pertahankan Tradisi Juara

Jelang Kejurprov 2026, IPSI Surabaya Genjot Latihan dan Pertahankan Tradisi Juara

Minggu, 26 Apr 2026 15:41 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 15:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya mematangkan persiapan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pencak silat yang a…

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Musim Haji 2026 sedang dinanti-nanti para Calon Jemaah Haji (CJH) yang akan segera berangkat ke Tanah Suci dari Embarkasi…