Penghapusan Sistem UN Tuai Pro Kontra

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM,Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan pihaknya sedang mengkaji penghapusan UN. Namun, Nadiem belum menjelaskan lebih jauh hasil kajian tersebut. "Itu (penghapusan UN) yang sedang kami kaji. Ditunggu kabarnya," ujat Nadiem di Ballroom The Ritz-Carlton Hotel Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019). Selain itu, Nadiem mengatakan Kemendikbud saat ini tengah berupaya menciptakan kesinambungan antara sistem pendidikan dan dunia industri. Salah satu caranya adalah deregulasi dan debirokratisasi. "Juga arahan Pak Presiden untuk menciptakanlink and match antara sistem pendidikan kita dan apa yang dibutuhkan di dunia industri dan lain-lain. Untuk mencapai itu, ada beberapa hal yang satunya adalah deregulasi dan debirokratisasi dari semua instansi unit pendidikan. Makanya platformnya yang kami sebutkan itu merdeka belajar," kata dia. Nadiem mengatakan pihaknya juga akan melakukan penyederhanaan kurikulum. Serta lebih mengutamakan kompetensi daripada sekadar menghafal. "Dari situ harus adanya penyederhanaan dari sisi kurikulum maupun asesmen agar beralih kepada yang sifatnya yang lebih kompetensi dan bukan saja menghafal informasi. Itu suatu perubahan yang akan kita terapkan dan kita sempurnakan," ujarnya. Berikut salah satu pendapat guru yang saya kutip dari sebuah Forum Guru di FB. Sangat setuju, Sekolah 3 Tahun,hanya menentukan dia lulus dalam waktu 4 hari. Malah kenyataan sekarang di lapangan tiap siswa tidak ada lagi keinginan untuk belajar bisa dikatakan begitu.. karena ada sekolah yang membantu.. itu jawaban dari siswa.. gurupun harus bekerja ekstra.. karena perintah kepala sekolah.. kepala sekolah pun begitu perintah dari dinas PK.. begitu seterusnya.. demi mendapatkan peringkat Kabupaten masuk 10 besar setidaknya.. ujung-ujung ’a apa yang terjadi.. saling membantukan antara siswa dan guru... itu g semua sekolah ya... tapi kenyataannya begitu yang kita lihat sekarang ini... (Alan Nanggroe Net) UN juga bukan kesimpulan untuk mencari hidup,sekarang yang dibutuhkan adalah bakat dan ketrampilan yang bisa memberi peluang untuk buka usaha,,mau masuk kantoran juga bukan nilai UN yang menentukan to nominal uangnya berapa(Zian Ode) Ini yg ditunggu selama ini,pendidikan yang memanusiakan manusia,bukan penuh rekayasa. (Ilda Peliana) Kontra Penghapusan UN Disamping pendapat pro penghapusan UN, ada pula yang tidak menyetujuinya dengan alasan ada UN saja para siswa tidak punya greget belajar, apalagi kalau UN ditiadakan. Memang selama ini para siswa bersemangat belajar karena pada akhir tahun di tiap jenjang pendidikan ada UN. Mereka dan orangtua terbebani ujian ini dan setiap akan pengumuman hasil UN mereka tak enak makan dan tidur pun tak nyenyak. Akibatnya seolah UN menjadi momok yang menakutkan. Siswa hanya mengejar nilai kognitif yang tinggi pada mapel yang diUNkan. Mapel lain seperti dianaktirikan. Meski dalam perkembangannya nilai UN tidak mutlak digunakan untuk PPDB. Selama siswa berada di zonasi terdekat maka dia bisa memilih sekolah favorit. Siswa dan orangtua yang nilai UNnya tinggi malah terkadang harus menelan kekecewaan karena tidak bisa masuk sekolah impiannya. Jadi ada UN pun rasanya tetap sama saja jika dalam juknis PPDB hanya mengutamakan sistem zonasi.
Tag :

Berita Terbaru

Lewat Pekerjaan Tambal Sulam, Pemkab Probolinggo Kebut Perbaikan Jalan Rusak

Lewat Pekerjaan Tambal Sulam, Pemkab Probolinggo Kebut Perbaikan Jalan Rusak

Rabu, 17 Jun 2026 13:35 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 13:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui pekerjaan tambal sulam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang…

Fraksi Nasdem Soroti Tambahan jumlah Reses dan Souvenir di Raperda Hak Keuangan DPRD Jatim

Fraksi Nasdem Soroti Tambahan jumlah Reses dan Souvenir di Raperda Hak Keuangan DPRD Jatim

Rabu, 17 Jun 2026 13:32 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 13:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Rancangan Peraturan Daerah Tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan - Anggota DPRD Jatim memasuki tahap penyampaian p…

Pembatasan Jam Malam Anak Diperketat, Angka Diska di Surabaya Turun 61 Persen

Pembatasan Jam Malam Anak Diperketat, Angka Diska di Surabaya Turun 61 Persen

Rabu, 17 Jun 2026 13:19 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 13:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti penerapan kebijakan pembatasan jam malam bagi anak yang diterapkan di Kota Surabaya, turut mempengaruhi angka…

Daya Beli Tetap Stabil di Tengah Harga Sayuran Hijau di Kota Batu Anjlok Rp4 Ribu per Kg

Daya Beli Tetap Stabil di Tengah Harga Sayuran Hijau di Kota Batu Anjlok Rp4 Ribu per Kg

Rabu, 17 Jun 2026 12:58 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 12:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Fenomena musiman panen massal memicu Harga sawi dan pakcoy di Pasar Induk Among Tani Kota Batu anjlok drastis. Meski demikian, daya…

Kendalikan Harga Bahan Pokok, Pemkab Sumenep Luncurkan Warung Inflasi

Kendalikan Harga Bahan Pokok, Pemkab Sumenep Luncurkan Warung Inflasi

Rabu, 17 Jun 2026 12:51 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 12:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya untuk mengendalikan harga bahan pokok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, meluncurkan Warung Inflasi,…

Kenaikan Harga Oli Resahkan Pemilik Bengkel hingga Konsumen di Ponorogo

Kenaikan Harga Oli Resahkan Pemilik Bengkel hingga Konsumen di Ponorogo

Rabu, 17 Jun 2026 12:29 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Baru-baru ini, harga oli terus mengalami kenaikan hampir setiap hari, dimana tidak hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga…