Soal Ambles Bengawan Solo di Tuban, Gubernur dan DPRD Ingin Penanganan Cepa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tuban, SurabayaPagi - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meninjau secara langsung penanganan tanggul kiri Sungai Bengawan Solo yang ambles di perbatasan Desa Sembungrejo dan Kedungrojo, Kecamatan Plumpang, Tuban, pada Minggu (1/12) sore. Seperti diketahui sebelumnya, bahwa tanggul penahan banjir di sisi kiri Bengawan Solo tersebut mengalami penurunan 2,5 - 3 meter dari posisi awal. Adapun panjang tanggul yang ambles kurang lebih mencapai 125 meter. "Sejak mendengar kabar ada tanggul yang mengalami keretakan karena adanya musim kemarau, saya langsung mengkomunikasikan dengan BBWS dan Dinas PU SDA untuk segera melakukan langkah antisipatif," ungkap Bunda Khofifah sapaan lekat Gubernur Jatim usai melakukan peninjauan di sepanjang bibir tanggul Bengawan Solo Desa Sembungrejo tersebut. Khofifah menambahkan, langkah-langkah percepatan rekonstruksi dan pengamanan ini harus terus dilakukan meskipun belum permanen. Apalagi, kejadian yang sama berupa tanggul ambles juga terjadi di wilayah Kanor Tuban, Lamongan, dan Madiun. "Percepatan rekonstruksi ini sangat diperlukan meski dalam tahap darurat. Yang penting ketahanannya bisa memberikan proteksi yang cukup," tegas mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini. Beberapa upaya yang dilakukan, lanjut Khofifah, salah satunya yakni dengan pemasangan bronjong. Bronjong sendiri adalah kotak dari anyaman kawat yang berisi batu-batu, yang biasa dipasang di tepi sungai untuk mencegah erosi. Oleh sebab itu, dirinya juga akan memastikan kekuatan bronjong-bronjong yang akan dipasang. "Saya ingin mengecek kesiapan bronjong yang akan dipasang disini. Terlebih, infonya tanah disini masih sering bergerak. Sehingga keberadaan bronjong akan bisa memberikan proteksi ketika terjadi intensitas air yang tinggi," urai gubernur perempuan pertama di Jatim ini. Khofifah mengatakan, upaya lain yang telah dilakukan yaitu dengan melakukan pengurukan menggunakan excavator. Berdasarkan informasi, upaya pemulihan tanggul seperti kondisi semula sudah dilakukan sejak 7 November hingga hari ini. Dengan mengirimkan sekitar 20 dump truck setiap harinya untuk mengangkut pedel. "Berbagai upaya penanganan yang terus dilakukan ini, tentunya untuk memberikan rasa aman bagi warga desa sekitar tanggul kecamatan Plumpang. Serta pada warga Tuban secara keseluruhan," tutup Khofifah. Sementara itu, Khozanah Hidayati, Anggota Komisi D DPRD Jatim yang ikut mendampingi kunjungan Gubernur, mengatakan penanganan untuk tanggul yang amblas atau retak sedang dilakukan perbaikan tapi masih bersifat temporary/darurat. DPRD berharap ada percepatan lagi agar ketika Musim hujan tiba, tidak sampai membuat banjir penduduk di sekitar Sungai Bengawan Solo. "Sehingga masih memerlukan penanganan lebih lanjut dan permanent. Untuk itu perlu dorongan penganggaran segera, di harapkan tahun 2020 bisa di tangani secara permanent,” kata Khozanah. Terpisah Ketua Komisi D DPRD Jatim, Kuswanto saat dihubungi menjelaskan bahwa akan memasukkan penyelesaian amblasnya tanggul ini di anggaran Perubahan APBD 2020. “Kami meminta Dinas Dinas PU SDA untuk menjelaskan secara tehnis maupun penganggarannya terkait penyelesaian tanggul yg amblas atau retak,” singkat Kuswanto.rko
Tag :

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…