Seorang Anak dari Penjual Cilok di Jombang Alami Kelumpuhan, Begini Ceritan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Seorang anak berusia 7 tahun pada umumnya menghadapi fase emas dalam masa pertumbuhan. Dan pada seusia tersebut, si anak sudah mengenyam pendidikan sekolah dasar. Namun, keadaan itu tidak dimiliki oleh Moch. Tegar Maulana (7). Bagaimana tidak, disaat teman seusianya bermain, berlari-larian dan bersekolah, Tegar menjalani kehidupan sehari-harinya hanya dalam gendongan dan dekapan ibundanya. Ya, Tegar sejak lahir sudah mengalami kelainan. Kedua kakinya mengecil dan berat badannya hanya 9,5 kilogram. Kepala Tegar mengecil, dan badannya terlihat kurus, sehingga mengakibatkan kelumpuhan hingga sekarang. Tegar merupakan anak pertama dari pasangan Ainun Naim (25), dan Khusnul Khatimah (24), warga Dusun Dempok, Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ainun Naim mengungkapkan, sang anak mengalami kelainan bibir sumbing, tepatnya pada bagian atas bibir. Hal itu dialami sejak lahir, pada tujuh tahun yang lalu. Kondisi ini yang kemudian berdampak ke kelumpuhan Tegar. "Dari lahir itu bibirnya sumbing. Terus pada umur 1 tahun tidak bisa jalan. Kata dokter, di tempurung kepala ada cairan. Katanya mikrosepalus atau pengecilan kepala," ungkapnya, keoada jurnalis di rumahnya, Sabtu (21/12/2019). **foto** Naim, sebagai sang ayah yang hanya berjualan cilok keliling, merasa terpukul, sedih dan bingung untuk kebutuhan pengobatan anaknya. Penghasilan sehari-hari sekitar Rp 100 ribu, kadang tidak sampai. Hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Padahal, Tegar saat ini membutuhkan biaya puluhan juta rupiah untuk operasi. Untuk berobat ke rumah sakit, Naim hanya mengandalkan Kartu Jombang Sehat (KJS). Sedang untuk obat jalan, ia harus membelinya sendiri. Naim hingga saat ini mengaku pasrah dengan kondisi anaknya tersebut. Dirinya berharap ada bantuan untuk membiayai anaknya melakukan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya. "Pada umur 1 tahun, Tegar disuruh operasi ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Taoi kan biayanya mahal, saya tidak punya uang. Harapan saya ada bantuan operasi gratis agar anak saya sembuh," ujarnya. **foto** Sementara, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Jombang, Moch. Saleh menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya sudah mulai melakukan upaya pembuatan KIS APBD untuk keluarga Naim. "Senin besok kita langsung buatkan KIS APBD. Ini penanganan darurat. Nantinya, KIS APBD bisa digunakan Naim untuk operasi anaknya di RSUD dr Soetomo hingga perawatan pemulihan pasca operasi," jelasnya. Saleh menegaskan, dipastikan seluruh biaya melalui jaminan kesehatan itu, gratis. Dan ini statusnya permanen. "Artinya, mulai dari penanganan operasi hingga pasca operasi, seluruhnya gratis," pungkasnya.(suf)
Tag :

Berita Terbaru

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…

Kapal Induk AS Bertenaga Nuklir, Intip Iran

Kapal Induk AS Bertenaga Nuklir, Intip Iran

Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tehren - Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford, yang bertenaga nuklir dilaporkan telah tiba di area Teluk Souda, yang berada di…