Warga Australia Terancam Gangguan Mental akibat Trauma Karhutla

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, -Kondisi terkini Australia bisa disebut dengan ’Neraka’. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi Australia kebakaran hutan (Karhutla). Situasi layaknya perang. Bahan pangan menipis, asap mengganggu pernapasan hingga minimnya jarak pandang. Kebakaran kemungkinan masih terus terjadi. Hingga kini tercatat 18 hektar lahan terbakar dengan 24 jiwa melayang. Australia jelas bakal memiliki ’pekerjaan rumah’ lumayan banyak mulai dari pemulihan kondisi fisik wilayah hingga kondisi mental warganya.
Bukan cuma itu, karhutla Australia ini juga menimbulkan ancaman baru di negeri kangguru tersebut, kesehatan mental. Bencana akan melahirkan trauma pada mereka yang mengalami maupun pada mereka yang menyaksikan dan mengetahui perihal bencana. Berdasar American Psychological Association (APA) duka, stres dan rasa takut bisa mengakibatkan perubahan perasaan (mood swing), depresi, dan rasa tegang saat teringat akan tragedi.

Menurut Gerard Jacobs, direktur emeritus dari Disaster Mental Health Institute, University of South Dakota stres traumatis adalah reaksi biasa terhadap keadaan luar biasa. Ini tidak selalu berubah menjadi gangguan psikologis. Namun peristiwa tak terduga, besar atau sangat mematikan termasuk kebakaran Australia sangat mungkin memicu stres.
Secara alami stres seperti ini akan hilang dalam empat hingga enam minggu. Buat mereka yang mengalami proses lebih lama disarankan untuk mencari pertolongan profesional.
Tag :

Berita Terbaru

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…