Membunuh Saudara-Sadauranya dan Meracun Ibunya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Napak Tilas Kekaisaran Dalam Dinasti China Kuno (3) SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Saat berkuasa, Wu Zetian mengatur pemerintahan seefektif mungkin. "Di bawah pemerintahan Wu, biaya militer dipangkas, pajak dipotong, gaji pegawai berprestasi dinaikkan, pensiun diberi tunjangan, dan tanah luas dekat ibu kota diubah menjadi lahan pertanian," tulis Mary Anderson dalam bukunya, Hidden Power. Ia juga membuka kesempatan bagi perempuan-perempuan lain untuk berprestasi di segala bidang. Sastra, ilmu pengetahuan, bahkan pemerintahan, meski sejumlah sejarawan menuding, kebijakan itu dilakukan untuk melegitimasi kekuasaannya sebagai kaisar wanita. Salah satunya Shangguan Wan’er. Wu mengangkat mantan budak tersebut sebagai orang kepercayaan dan pelaksana tugas perdana menteri. Wu dengan keberhasilan pemerintahannya juga kekejamannya membalik anggapan pada masanya yang percaya perempuan tak mungkin berkuasa, bahwa ’mandat para dewa’ tak mungkin diturunkan pada kaum hawa. Namun, Wu Zetian adalah sosok yang kontroversial. Di satu sisi, ia dianggap sebagai aristokrat. Lainnya menuding ia sosok durjana. "Seseorang tak mungkin jadi perempuan terkaya sepanjang sejarah, tanpa pertumpahan darah," demikian kata Sejarwan. Sepanjang sejarah, Wu digambarkan sebagai sosok zalim. Para sejarawan melihatnya dari sisi negatif. "Ia berhati ular dan memiliki sifat seperti serigala," kata sejarawan. Sejarawan lain menulis, "Ia membunuh saudarinya sendiri, membantai kakak-kakak lelakinya, membunuh para penguasa, dan meracuni ibunya. Ia dibenci para dewa juga manusia." Ia juga punya reputasi ’nakal’. Konon, ia bersedia memenuhi selera seksual Kaisar Taizong yang tak biasa. Kelebihannya itu yang konon membuat Wu menonjol dari perempuan lain di istana. Membuatnya mampu bersaing dengan selir-selir yang jumlahnya hampir 30 orang. Kaisar menjadikannya sebagai favorit meski tak mampu memberikan keturunan. Lambat laun, Kekuasaan Wu meredup pada 705 Masehi, saat usianya sudah lebih dari 80 tahun. Ia terpaksa mengangkat kembali putranya, Kaisar Zhongzong sebagai raja. ’Kesalahan terbesarnya’ adalah menikahkan putranya dengan seorang selir yang amat mirip dengannya: kejam dan ambisius. Meski demikian, saat mangkat, ia dimakamkan dengan penuh penghargaan. Bukan sebagai kaisar, melainkan ibu suri. Lalu, para penerusnya berusaha menghilangkan jejak Wu Zetian dari sejarah. Sejumlah sejarawan modern berusaha memahami sosok Wu Zetian, bukan dengan penuh prasangka seperti di masa lalu. Termasuk soal reputasi Wu Zetian yang ’liar’. Apalagi, itu bukan barang baru. Sejumlah penguasa perempuan juga menghadapi tudingan serupa. Misalnya Kaisarina Irene dari Bizantium, atau Katarina Agung asal Rusia.
Tag :

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…