Rekonstruksi, 3 Kali Mertua Sekda Ditusuk dengan Pisau Hingga Putus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Lamongan - Setelah berhasil ditangkap, para tersangka pembunuhan terhadap mertua Sekda Lamongan menjalani tahapan rekontruksi untuk memerankan adegan dalam pembunuhan yang menggegerkan Lamongan belakangan ini. Proses rekonstruksi di gelar langsung dan dilakukan secara terbuka di Tempat Kejadian Perkara(TKP) tepatnya di rumah korban Dusun Glogok , Desa Sumberwudi Kecamatan, Karanggeneng Lamongan, Rabu (12/2/2020). Dalam rekonstruksi ini ada 23 adegan yang diperagakan oleh eksekutor Imam Winarko, salah satunya saat menghabisi korban dengan cara menusuk leher hingga tiga kali dan pisaunya sempat putus. Leher korban ditusuk 3 kali, sebelah kiri satu kali, ditusuk 2 kali di bagian kanan. Usai menusuk leher korban, lalu tersangka meninggalkan rumah korban melalui pintu belakang yang digunakan untuk masuk. "Usai menusuk leher korban, dan melihat korban berlumuran darah dan memastikan sudah meninggal, tersangka langsung keluar rumah lewat pintu belakang," ujar Harun panggilan akrab Kapolres Lamongan. Sementara itu, dalam proses rekonstruksi ini diawali dengan Deal dengan nominal perjanjian uang 200 juta ketika melakukan pertemuan dengan otak pelaku Sunarto Supangkat tepat di warung yang terletak 150 meter dari rumah korban. Kemudian adegan berlanjut ke rangkaian eksekusi yang di mulai dari masuk lewat pintu belakang hingga cara membunuh dengan menusuk leher korban sebanyak tiga kali dengan pisau pusaka. Adegan penutupnya , Korban meninggalkan rumah dengan mengambil hp , mencopot nomer kartu dari hanphone korban dan membuang kartu ke tambak hingga menjual handphone korban ke penada. "Kita lakukan rekonstruksi ini tujuannya untuk bisa kita kaitkan satu keterangan dengan alat bukti yang lainnya, agar bisa tergambarkan apa yang telah disampaikan di BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," terang Kapolres AKBP Harun dalam rekonstruksi. AKBP Harun menjelaskan dengan di gelarnya proses rekonstruksi selain sebagai singkronasi. Tentu menjadi tambahan data sendiri bagi penyidik apabila ada kekurangan. "Mungkin ada yang kurang pas atau mungkin ada yang perlu singkronisasi lagi atau perlu tambahan lagi dan dari rekonstruksi ini penyidik bisa mengetahui, kira - kira sisi mana yang perlu tambahan lagi, sisi mana yang perlu di perdalam lagi," jelas Kapolres. Disinggung soal fakta baru dari hasil rekosntruksi tersebut. Kapolres asal rembang ini mengaku masih perlu pendalaman lagi. "Untuk fakta baru masih kita dalami, sampai saat ini masih belum ada. Sementara motifnya masih sama, untuk si eksekutor karena terlilit hutang, kemudian untuk yang otak atau yang dalang itu karena sakit hati, khawatir terkait dengan kondisi keluarganya," tandasnya. Pada proses rekonstruksi pihak kepolisian turut menghadirkan juga jaksa penuntut umum.Hal tersebut agar penyidikan ini bisa langsung diketahui oleh kejaksaan langsung. Pihak kepolisian juga menerangkan jika secepat mungkin akan menyerahkan berkas setelah prosea rekonstruksi yang di gelar ini dengan catatan jika tidak ada lagi keterangan yang perlu di gali. "Secepatnya, kalau kita rasa berkasnya sudah cukup, tidak ada lagi keterangan yang perlu kita gali, langsung kita kirim," pungkas Kapolres.jir
Tag :

Berita Terbaru

Titik Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Hanguskan 146.85 Hektare

Titik Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Hanguskan 146.85 Hektare

Minggu, 23 Agu 2026 13:05 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 13:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti peristiwa yang viral maraknya Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kini kabar terbaru di kawasan Gunung…

Pemkot Permudah Pembayaran PKB di 5 Unit UPTB hingga Kecamatan Surabaya

Pemkot Permudah Pembayaran PKB di 5 Unit UPTB hingga Kecamatan Surabaya

Minggu, 23 Agu 2026 12:42 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 12:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperluas kemudahan layanan bagi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor (PKB), Pemerintah Kota (Pemkot)…

Siap-siap! Pelaku Usaha Pakai Elpiji Subsidi Bakal Ditindak Pemkab Pamekasan

Siap-siap! Pelaku Usaha Pakai Elpiji Subsidi Bakal Ditindak Pemkab Pamekasan

Minggu, 23 Agu 2026 11:37 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 11:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menyusul adanya temuan tim saat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah kafe dan rumah makan di Pamekasan, Pemerintah Kabupaten…

Tingkatkan Layani Angkutan Gratis Pelajar, Pemkab Tulungagung Usul Tambah Bus Sekolah

Tingkatkan Layani Angkutan Gratis Pelajar, Pemkab Tulungagung Usul Tambah Bus Sekolah

Minggu, 23 Agu 2026 11:20 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Guna memperluas layanan transportasi gratis dan membuka rute baru bagi pelajar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung,…

Gegara Vidio Call Berakhir Bullying di MTS, Kini dalam Penanganan Sat Reskrim Polres Blitar

Gegara Vidio Call Berakhir Bullying di MTS, Kini dalam Penanganan Sat Reskrim Polres Blitar

Minggu, 23 Agu 2026 11:03 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 11:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Menindaklanjuti informasi yang diterima melalui layanan Call Center 110 terkait dugaan aksi bullying terhadap pelajar di wilayah…

Dorong Gerakkan Ekonomi Desa, Pemkab Magetan Dukung BUMDes UMKM Fair

Dorong Gerakkan Ekonomi Desa, Pemkab Magetan Dukung BUMDes UMKM Fair

Minggu, 23 Agu 2026 10:58 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dinilai mampu menggerakkan ekonomi rakyat di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, berkomitmen mendukung ajang…