Rahmat Muhajirin Bantu Tuntaskan Sertifikat Tanah 500 Warga Korban Lumpur d

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebanyak 500 warga korban lumpur Lapindo yang kini bermukim di Perumahan Reno Joyo Desa Kedung Solo Porong, selama 10 tahun belum memiliki sertifikat tanah rumah yang mereka tempati hingga saat ini. Guna mengurai persoalan yang tidak kunjung selesai sejak tahun 2010 itu, anggota Komisi III DPR RI H.Rahmat Muhajirin SH terpanggil untuk turut menuntaskan persoalan warga ini. Apalagi secara khusus, Rahmat Muhajirin mendapatkan permintaan dari Sunarto SH mantan Kajari Sidoarjo, untuk bisa mengurai persoalan warga korban lumpur tersebut. Sebagai wujud keseriusan untuk membantu warga korban lumpur ini, Rahmat Muhajirin menggelar pertemuan dengan ratusan warga korban lumpur yang hidup di Perumahan Reno Joyo Desa Kedungsolo, Jumat (20/3/2020) malam. Dalam dialog bersama warga korban lumpur ini, satu persatu unek-uneg warga korban lumpur diutarakan. Seperti yang disampaikan Suriwahono, warga korban lumpur pemilik lahan yang diluar TKD yang belum mendapatkan sertifikat. Menurut Suriwahono, sulitnya warga menerima sertifikat ini, karena sampai saat ini berkasnya masih tertahan di notaris Rosidah yang kini berada di lembaga permasyarakatan. “Tolong ini diperjuangkan, karena berkas masih di pegang notaris. Apalagi Sunarto pemilik tanah tidak mau tanda tangan pelepasan hak tanahnya,” jelas Suriwahono. Mendapat keluhan ini, Rahmat Muhajirin menyatakan akan membantu mencari jalan keluar persoalan sertifikat ini, dengan catatan warga harus kompak, dan mau membuat satu wadah berupa RT dan RW. “Saya bantu pendampingan hukum sampai persoalan ini selesai. Dan warga harus kompak jangan sampai ada yang mau dipecah belah,” jelas politisi Partai Gerindra ini. Di depan warga, Rahmat Muhajirin menegaskan tidak akan menarik biaya apapun dari warga alias gratis. "Jadi pendampingan yang kami lakukan bersama tim hukum saya adalah gratis. Namun untuk biaya notaris dan BPN sampean bayar sendiri, jangan saya yang nanggung," katanya. Pada tahun 2017 sekitar 400 warga Perum Renojoyo, Desa Kedungsolo, Kecamatan Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo mendatangi aula kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Mereka menemui petugas kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), notaris Rosidah, bersama koordinator pembebasan lahan, Sunarto dan Ketua REI yang membangun Perum Renojoyo. Selain hendak melengkapi berkas pengurusan sertifikasi tanah, ratusan warga korban lumpur Lapindo itu juga mengajukan pemecahan lahan seluas sekitar 10 hektare dari atas nama Sunarto menjadi atas nama mereka masing-masing. Sedangkan warga yang tanah dan rumahnya berada di atas Tanah Kas Desa (TKD) masih belum bisa mengajukan proses sertifikasi tersebut. Pasalnya seluas 2,8 hektare tersebut statusnya masih bermasalah hukum. Untuk masalah tanah TKD tersebut, Kades Kedungsolo Edy Wahyu mengatakan sertifikat tanah TKD yang saat ini ditempati warga sudah diusulkan ke bupati untuk dihapus dari asset desa dan diganti menjadi tanah pemukiman yang ditempati warga. "Mudah-mudahan dalam waktu setahun tanah yang dtempati warga sudah selesai serifikatnya," katanya dihadapan warga dan anggota DPR Rahmat Muhajirin. Seorang warga Perum Renojoyo, Ny Wakiah mengaku sangat senang dengan kedatangan anggota DPR Rahmat Muhajirin. "Kami berharap agar dengan bantuan anggota DPR bisa semakin cepat mengurus sertifikat tanah saya dan tetangga," pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, kasus pembebasan lahan 10 hektar di Desa Kedungsolo itu bermasalah. Pasalnya dari luasan itu, 2,8 hektar diantaranya berstatus TKD yang tak bisa diperjual-belikan. sg
Tag :

Berita Terbaru

Bupati Sidoarjo Salurkan Bantuan Pangan untuk 934 Warga Sukodono saat libur 1 Muharram

Bupati Sidoarjo Salurkan Bantuan Pangan untuk 934 Warga Sukodono saat libur 1 Muharram

Rabu, 17 Jun 2026 11:28 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Bertepatan dengan libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Bupati Sidoarjo H. Subandi menyalurkan bantuan pangan berupa…

Optimalkan Daya Saing Produk, Pemkab Gratiskan Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMKM

Optimalkan Daya Saing Produk, Pemkab Gratiskan Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMKM

Rabu, 17 Jun 2026 11:25 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Guna membantu meringankan biaya sekaligus meningkatkan daya saing produk, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggratiskan…

Lakukan Tirakatan Sura, BPBD Catat 500 Pendaki Berbondong-bondong Datangi Gunung Lawu

Lakukan Tirakatan Sura, BPBD Catat 500 Pendaki Berbondong-bondong Datangi Gunung Lawu

Rabu, 17 Jun 2026 11:17 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Momentum Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1448 Hijriah atau 1 Sura, sejumlah pendaki mendatangi Gunung Lawu di sekaligus melakukan…

Tekan Kebocoran PAD, Pemkot Surabaya Hentikan 163 Jukir Tak Perpanjang KTA

Tekan Kebocoran PAD, Pemkot Surabaya Hentikan 163 Jukir Tak Perpanjang KTA

Rabu, 17 Jun 2026 11:09 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai bagian dari percepatan implementasi digitalisasi parkir demi transparansi dan menekan kebocoran Pendapatan Asli Daerah…

Dimulai dari Rumah, Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Komitmen Pilah Sampah untuk Masa Depan Iklim

Dimulai dari Rumah, Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Komitmen Pilah Sampah untuk Masa Depan Iklim

Rabu, 17 Jun 2026 09:54 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 09:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pengelolaan sampah sejak hulu dengan memilah sampah sesuai jenisnya melalui keterlibatan aktif masyarakat terus digaungkan…

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…