SURABAYA
PAGI, MOJOKERTO Polresta Mojokerto merespon cepat kebijakan jam malam yang mulai diberlakukan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Selain mendirikan empat posko check point, Polresta juga bakal memberlakukan kawasan physical distancing (KPD) di empat wilayah utara sungai.
Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan Bupati Mojokerto, Pungkasiadi sudah mengeluarkan Surat Edaran tertanggal 5 Mei 2020. Salah satunya terkait pembatasan jam aktivitas pada malam hari yakni pukul 21.00 hingga 05.00 WIB.
"Kita respon cepat kebijakan Bupati ini, karena ada empat kecamatan di utara sungai yang menjadi bagian dari wilayah hukum kita. Diantaranya yakni Kecamatan Gedeg, Jetis, Kemlagi, hingga Dawar Blandong," ujarnya.
Bogiek menjelaskan, rencananya kedepan akan diberlakukan physical distancing, namun saat ini pihaknya sudah mendirikan empat check point di utara sungai Kota Mojokerto.
"Empat check point yang sudah didirikan ada di Simonganggrok, Tol Gedeg, Tol Penompo, sama di Jembatan Gajah Mada. Ini akan dilakukan pengecekkan terkait informasi-informasi kendaraan-kendaraan yang akan masuk ke Kota Mojokerto," tegasnya.
Tak hanya itu, mantan Kapolres Poso ini menambahkan, pihaknya akan memberlakukan kawasan physical distancing di wilayah tersebut. Nantinya, setiap pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas pada pukul 21.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB haruslah memenuhi penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid - 19.
"Boleh lewat dengan catatan harus menggunakan masker terlebih aturan terkait warga wajib gunakan masker sudah lebih dulu ada, selain itu tidak boleh berboncengan untuk kendaraan roda dua. Sedangkan untuk roda empat agar lebih disiplin, supaya tidak mengangkut penumpang, kalaupun berpenumpang kapasitas tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas angkut," imbuh Bogiek.
Ia menyebut, terkait sejumlah aparat baik TNI maupun POLRI yang bertugas di kawasan physical distancing, di haruskan untuk melakukan himbauan, dan mengingatkan masyarakat yang melintas untuk menerapkan SOP physical distancing. Pihaknya juga menyediakan banner sebagai bentuk sosialisasi terhadap masyarakat yang melintas.
"Petugas yang ada di situ bertanggung jawab mengingatkan menghimabu, jika ada yang melintas tanpa masker harus kembali dulu untuk mengenakan masker baru bisa lewat.
Termasuk yang berdagang juga harus bermasker, jika melanggar akan ada sanksi atau tindakan yang sudah disepakati," tandasnya.
Bogiek juga menampik, issu penutupan jalan terkait pemberlakuan KPD nantinya. Ia menegaskan pihaknya hanya akan memberlakukan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran covid-19.
"Tidak ada penutupan jalan, hanya penerapan protokol kesehatan saja," pungkasnya. (dwy/dsy)
Editor :
Redaksi
Berita Terbaru
Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB
Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB
SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…
Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB
Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB
SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…
Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB
Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB
SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…
Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB
Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…
Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB
Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…
Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB
Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB
SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…