Pengangguran di AS Meningkat Gegara Corona

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi demo oleh warga Negeri Paman Sam
Aksi demo oleh warga Negeri Paman Sam

i

SURABAYAPAGI.com, Washington – Mewabahnya Covid-19 di seluruh penjuru dunia membuat perekonomian global semakin tertekan. Di Amerika Serikat, negeri berjuluk Paman Sam itu telah kehilangan 20,5 juta pekerjaan pada April, penurunan paling tajam sejak depresi hebat, akibat kelumpuhan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona.

Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan penurunan 21,5 juta dan tingkat pengangguran naik menjadi 16%. Tingkat pengangguran April melampaui rekor pasca-perang 10,8% tetapi kurang dari Depresi Hebat yang diperkirakan 24,9%. Puncak krisis keuangan adalah 10% pada Oktober 2009.

Ukuran yang lebih luas yang mencakup mereka yang tidak mencari pekerjaan serta mereka yang memiliki pekerjaan paruh waktu karena alasan ekonomi juga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 22,8%. Angka itu mungkin gambaran yang lebih akurat tentang situasi pekerjaan saat ini karena jutaan pekerja dibayar untuk tinggal di rumah dan karenanya tidak mau atau tidak mampu mencari pekerjaan baru.

Lonjakan tingkat pengangguran nyata mencerminkan penurunan tingkat partisipasi tenaga kerja menjadi 60,7%, level terendah sejak 1973.

Secara keseluruhan, daftar pengangguran naik menjadi 23,1 juta, melonjak 15,9 juta selama bulan Maret.

Lompatan pengangguran yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagian besar disebabkan oleh PHK paruh waktu. Mereka yang mengatakan kehilangan pekerjaan untuk sementara waktu melonjak menjadi 18,1 juta, sementara mereka yang melaporkan kerugian permanen naik tiga kali lipat, dari 544.000 menjadi 2 juta.

Dengan capaian itu, maka tingkat pengangguran di AS menyentuh 14,7% melonjak tajam dibandingkan Maret yang masih 4,4%, melampaui capaian terburuk saat puncak krisis keuangan global pada akhir 2009.

"Jika ada titik cerah dalam suramnya laporan pekerjaan hari ini, itu adalah bahwa sadar bahwa ekonomi tidak mungkin menjadi lebih buruk dari sekarang," kata Chris Rupkey, kepala ekonomi MFG New York.

"Pengangguran dapat berkurang dari titik ini ke depan karena banyak negara mulai membuka kembali (ekonominya)."

Tag :

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…