Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, Bersiap untuk New Normal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas pelayanan di Kantor Pertanahan Surabaya II .SP/ALQ
Petugas pelayanan di Kantor Pertanahan Surabaya II .SP/ALQ

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Hari pertama dibukanya pelayanan, Kantor Pertanahan Surabaya II berjalan seperti biasa dengan menerapkan skenario new normal (tatanan baru) dengan mematuhi aturan protokol kesehatan dan kebersihan untuk pencegahan Covid 19. 

Dengan menerapkan beberapa protokoler kesehatan untuk dipatuhi demi keamanan bersama ini, bertujuan agar aktivitas  berjalan seperti biasa meski di tengah wabah corona.

“Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berakhir, sementara kita harus tetap memberikan pelayanan. Maka kita harus menyesuaikan atau bersiap dengan pelayanan new normal. Artinya, kita berdamai dengan Covid-19, bukan menyerah. Tetapi memberikan pelayanan dengan menyesuaikan kondisi saat ini,” ujar Lampri, A Ptnh, Kepala Kantor Pertanahan Surabaya II, Selasa (26/05).

Lanjut Lampri, sejak kantor mulai beroperasi, semua pegawai maupun pemohon diwajibkan mematuhi protokoler kesehatan. Mulai penggunaan masker, mencuci tangan di  wastafel dengan sabun dan hand sanitizer yang sudah disiapkan di depan pintu masuk, sampai pengecekan suhu badan dengan thermo gun.

“Jika ditemukan suhu lebih besar 37,50 C  dalam dua kali pemeriksaan dalam kurun 5 menit, tidak di perkenankan masuk.  Kita minta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan,” beber mantan Kakan Pertanahan Bojonegoro ini.

Di masa pandemi ini, Kantah Surabaya II akan memberikan layanan secara eletronik meliputi pengecekan zona nilai tanah (ZNT), SKPT, hak tanggungan, roya hingga peralihan hak karena jual beli. Di mana, pemohon telah disiapkan antrean eletronik melalui aplikasi Surabaya II online yang bisa diunduh melalui APP Store dan play store.

“Masyarakat bisa melakukan antrean cukup dari rumah sehingga pemohon bisa mendapatkan nomor antrean dan dapat kepastian hari,tanggal,jam untuk datang ke kantor demi menghindari kerumunan pemohon,” sambung Lampri.

Di samping itu, Kantah Surabaya II juga telah menyediakan aplikasi helpdesk dalam rangka untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat apabila mengalami hambatan-hambatan dalam pelayanan pertanahan sehingga dapat ditangani oleh petugas pertanahan tanpa tatap muka. Seperti cek plot bidang, validasi bidang, validasi sertipikat dan lainnya.

Sedangkan untuk layanan konsultasi dapat dilakukan melalui skype (video conference) yang telah disediakan di ruang konseling   dan melalui whatshap / HP nomor 081357213802 , 0815575006774.

“Pemberitahuan produk yang telah selesai, akan diinformasikan ke pemohon melalui whatshapp / sms masking,” ujar Wawas Setiawan, Kasi Hubungan Hukum Pertanahan Kantah Surabaya II menambahkan.

Untuk informasi layanan pertanahan pada masyarakat umum juga telah diinformasikan melalui SMS Blazing. Dan bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi persyaratan permohonan dan biaya PNBP, ploting bidang, informasi berkas dan lain-lain bisa diakses melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

“Kita juga telah menyiapkan layanan pengaduan untuk masyarakat melalui # tanyaatrbpn di twitter,IG, facebook,” sahut Wawas.

Khusus di lingkungan internal, seluruh pegawai wajib melakukan senam selama 5 menit dengan menerapkan pembatasan jarak (minimal 1 meter) di tempat masing-masing pada jam istirahat.

Petugas loket wajib menggunakan masker dan face shield. Demi keamanan, di loket dibatasi dengan pembatas /partisi (kaca) untuk perlindungan tambahan petugas loket dengan pemohon, membuka ventilasi tiap ruangan kerja, melakukan penataan meja kerja  pegawai dengan jarak minimal 1 meter, penerimaan berkas permohonan  secara fisik melalui drop box dan dilakukan penyemprotan dengan disinfektan. Alq

 

Berita Terbaru

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SurabayaPagi, Jember — Pengusutan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di Jember terus berkembang. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati J…