Pendeta Hanny, Gagal Bermanuver

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana sidang pendeta Hanny Layantara, yang digelar tertutup dan secara online. Terdakwa Hanny Layantara masih ditahan di Polda Jatim.
Foto: SP/bud/anto
Suasana sidang pendeta Hanny Layantara, yang digelar tertutup dan secara online. Terdakwa Hanny Layantara masih ditahan di Polda Jatim. Foto: SP/bud/anto

i

Pencabulan berlangsung 14 Tahun, sejak IW, berusia 12 Tahun. Gara-gara Pdt Hanni, anak perempuan eksportir Andy Wiryanto, gagal Menikah

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Pendeta Happy Family Center (HFC) Surabaya, Hanny Layantara (HL), masih ditahan, karena pencabulan. Rencana manuver melakukan praperadilan penyidik Polri untuk ditahan luar, berantakan. Berkas perkaranya keburu dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Surabaya oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Dan surat dakwaan pun telah dibacakan di persidangan. Jelang libur lebaran, perkaranya mulai diperiksa secara tertutup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Maklum, Pendeta Hanny, didakwa melakukan pencabulan terhadap anak perempuan temannya yang juga jamaah HFC. Sidang akan dilanjutkan tanggal 27 Mei 2020 hari ini.

 Dalam persidangan yang digelar secara tertutup untuk umum, dipimpin hakim Ketua Yohanes, dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Sabetania R Paembonan dan Rista Erna. Bahkan, usai pembacaan dakwaan, langsung digelar pembacaan eksepsi dari tim penasihat hukum terdakwa Hanny Layantara, yakni dari LBH Mawar Sharon Jefri Simatupang dan kawan-kawan.

Hanny Layantara diadili atas dakwaan mencabuli IW (26), jemaat gereja terdakwa bertugas di Surabaya selama enam tahun. Saat pencabulan terjadi, korban masih kategori di bawah umur. Juru bicara keluarga korban, Aden, yang ikut mengawal jalannya persidangan, mengatakan bahwa korban dilecehkan secara seksual saat masih berusia 12 tahun. Korban diancam sehingga terdakwa leluasa melakukan aksi bejatnya.

“Menurut penuturan dari korban, terdakwa melakukan pelecehan kepada korban dalam satu minggu bisa sampai 4-5 kali, dan itu dilakukan mulai tahun 2005 sampai 2011,” kata Aden.

Karena perbuatan terdakwa, korban mengalami trauma berat hingga beberapa kali berusaha melakukan bunuh diri. Hingga kini trauma itu masih dialami korban. “Anak kami (korban) berulangkali mencoba bunuh diri. Jadi, bisa dibayangkan trauma yang amat sangat dialami korban,” tandas Aden.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa Jefri Simatupang dari LBH Mawar Saron menyampaikan keberatan atas sidang perdana tersebut. Menurutnya, terdakwa masih mengajukan sidang praperadilan.

“Ada ketidak kelaziman, karena perkara ini begitu cepat. Dan praperadilan kami masih berlangsung. Yang menjadi pertanyaan kami, apakah ini upaya untuk menggugurkan praperadilan kami,” katanya.

Seperti diketahui, kasus pendeta Hanny Layantara ini terungkap setelah Jeanie Latumahina, aktifis perempuan melaporkannya ke Polda Jatim pada 20 Februari 2020 dengan nomor LPB/ 155/ II/ 2020/ UM/ SPKT.

Setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban, penyidik Subdit I Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, langsung melakukan penyidikan dan memanggil beberapa saksi. Dari pemanggilan saksi, pendeta pun akhirnya ditangkap saat akan pergi ke luar negeri dan ditetapkan tersangka atas kasus pencabulan.

 Terungkapnya kasus ini, berawal ketika korban berinisial IW (26) akan melangsungkan pernikahan. Namun, IW (korban) menolak untuk dinikahkan di gereja tempatnya dicabuli dari pendetanya sendiri.

Saat mengetahui akan mendapatkan pemberkatan oleh HL, IW berontak dan enggan menikah hingga akhirnya pernikahannya pun batal. Dari situ, orang tua IW lantas mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah mendapatkan cerita dari IW, orang tuanya segera melaporkan perilaku bejat pendeta itu ke Polda Jatim.

Dari laporan pihak keluarga, polisi bergerak cepat untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka. Pencabulan yang dilakukan oleh pendeta HL pun diketahui dilakukan terhadap korban saat masih berusia 9 tahun yang terhitung masih dibawa umur. Pencabulan tersebut pun ternyata terus berlanjut selama 17 tahun hingga IW berusia 26 tahun. bd

Berita Terbaru

Terdampak Kekeringan, Pemkab Kediri Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Desa Surat

Terdampak Kekeringan, Pemkab Kediri Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Desa Surat

Rabu, 30 Sep 2026 12:12 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Fenomena musim kemarau yang mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, menyalurkan…

‎Setelah Rumah Maidi dan Camat, KPK Geledah Kantor Kominfo Kota Madiun

‎Setelah Rumah Maidi dan Camat, KPK Geledah Kantor Kominfo Kota Madiun

Rabu, 30 Sep 2026 12:08 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di Kota Madiun. Kali ini, kantor Dinas Komunikasi da…

Cegah ISPA, Dinkes Pamekasan Ingatkan Pentingnya Pakai Masker saat Kemarau

Cegah ISPA, Dinkes Pamekasan Ingatkan Pentingnya Pakai Masker saat Kemarau

Rabu, 30 Sep 2026 11:58 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Guna mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur mengingatkan pentingnya…

Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing, Kali Ini di Wilayah Tulungagung

Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing, Kali Ini di Wilayah Tulungagung

Rabu, 30 Sep 2026 11:50 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kembali Kantor Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing melalui Koordinasi Lintas Instansi, kali ini di…

Follow The Money, KPK Lanjutkan Penggeledahan ke Rumah Camat Taman

Follow The Money, KPK Lanjutkan Penggeledahan ke Rumah Camat Taman

Rabu, 30 Sep 2026 11:47 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:47 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan ke rumah Camat Taman, Yusuf, setelah sebelumnya men…

Oktober Nanti, Jukir Kota Mojokerto Kenakan Rompi Berbarcode QRIS

Oktober Nanti, Jukir Kota Mojokerto Kenakan Rompi Berbarcode QRIS

Rabu, 30 Sep 2026 11:36 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto akan meluncurkan sistem  parkir non-tunai menggunakan QRIS untuk mempermudah transaksi serta menutup …