Jadi Klaster Baru Covid-19, Pasar Krempyeng Gresik Ditutup

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas Satpol PP saat memasang garis pembatas warna kuning untuk menutup sementara aktivitas Pasar Krempyeng. SP/M.AIDID
Petugas Satpol PP saat memasang garis pembatas warna kuning untuk menutup sementara aktivitas Pasar Krempyeng. SP/M.AIDID

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Pasar Krempyeng Gresik akhirnya resmi ditutup setelah diketahui menjadi klaster baru penyebaran virus corona atau Covid-19.

Keputusan untuk menutup pasar buah dan sayur yang berlokasi di Jalan Gubernur Suryo Gresik itu dilakukan Satgas Covid-19 Gresik terhitung sejak tanggal 11 sampai 18 Juni 2020.

Peresmian penutupan pasar ditandai dengan pembacaan surat keputusan (SK) yang diteken Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Gresik, Nadlif.

SK dibacakan langsung oleh Kepala Dinas UKM dan Koperindag Agus Budiono di hadapan manajemen pengelola Pasar Krempyeng PT Multi Sarana Plasa (MSP). Disaksikan Kadis Pol PP Abu Hassan dan perwakilan polres dan Kodim 0817.

"Penutupan pasar ini dilakukan setelah tim satgas Covid-19 menemukan 7 orang pedagang dan pengunjung terkonfirmasi positif. Itu hasil dari pemeriksaan rapid test yang dilanjutkan swab test pada 8 Juni lalu," ujar Agus saat membacakan SK satgas Covid-19.

Selang hari berikutnya, 2 pengunjung pasar kembali diketahui terjangkit oleh virus corona, sehingga total 9 orang yang terpapar.

Sementara Kadis Pol PP Abu Hassan mengatakan, pihaknya akan mengawal keputusan satgas Covid-19 untuk menutup Pasar Krempyeng. Karena menurut dia, tindakan penutupan ini diambil semata-mata untuk keselamatan masyarakat Gresik pada umumnya.

"Waktu tujuh hari sebagai recovery untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di pasar ini kami anggap cukup. Namun apabila ditemukan kasus baru tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan perpanjangan penutupan," tegas Abu Hassan kepada sejumlah awak media yang mengikuti proses penutupan pasar.

Seorang pedagang buah Pasar Krempyeng bernama Tohir mengaku kaget dengan tindakan petugas yang tiba-tiba menutup aktivitas pasar.

"Ya kaget juga atas penutupan ini. Soalnya kami ini penjual buah bingung kalau dagangan kami tidak laku bisa busuk semua, kami pasti rugi, Mas," ucapnya, mengeluh.

Tohir dan pedagang lain segera mengemasi isi lapak mereka masing-masing usai diperintahkan petugas untuk menutupnya. Ada yang diangkut ke rumah, tapi juga ada pedagang buah dan sayur yang menitipkan dagangannya ke kerabatnya di Pasar Baru yang bersebelahan dengan Pasar Krempyeng.

Setelah dinyatakan ditutup sementara, lokasi pasar yang berisi ratusan lapak pedagang buah dan sayur kemudian diberi garis Satuan Polisi Pamong Praja berwarna kuning sekelilingnya.

Menurut rencana besok pagi (12/6) pihak satgas Covid-19 akan melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh lokasi pasar dan lapak-lapak pedagang. did

Berita Terbaru

Suhu Ekstrem Landa Indonesia, Masyarakat Diimbau Cermat Pilih Pendingin Ruangan

Suhu Ekstrem Landa Indonesia, Masyarakat Diimbau Cermat Pilih Pendingin Ruangan

Sabtu, 25 Jul 2026 10:56 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 10:56 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi lonjakan suhu drastis yang melanda sejumlah wilayah Indonesia…

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Paguyuban Pedagang Pasar Seluruh Kota Madiun (P3SKM) menilai keterangan kuasa hukum Pemerintah Kota Madiun, Ika Puspitaria, dalam p…

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan bukti percakapan WhatsApp antara antara terdakwa Rochim R…

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – IBCA BFC MMA Kota Madiun menurunkan 35 atlet untuk memburu gelar juara umum pada ajang Adu Wani Wali Kota Cup 2026. Kejuaraan MMA p…

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo tancap gas untuk merampungkan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi penentuan dan…

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ponorogo untuk…