Total 50.379 Pekerja Terdampak Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Himawan Istu Bagio SP/SE
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Himawan Istu Bagio SP/SE

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo mengatakan ada 50.379 pekerja di Jawa Timur mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau dirumahkan. Jumlah ini adalah akumulasi seluruh pegawai yang terdampak pandemi Covid-19 di Jawa Timur setidaknya selama empat bulan.

"Hingga 12 Juni 2020, ada 6.924 pekerja yang tersebar di 231 perusahaan kena PHK. Yang merumahkan karyawannya 607 perusahaan. Jumlahnya ada 34.108 pekerja,” ujar Himawan kepada Surabaya Pagi, Senin (15/6/2020).

Pekerja yang dirumahkan paling banyak di sektor di perhotelan dan restoran. Sementara untuk pekerja yang di-PHK kebanyakan bekerja di industri manufaktur, seperti industri pengolahan kayu, dan perdagangan.

“Kita semua tentu tahu jika perhotelan sangat terdampak. Perdagangan sekarang juga lagi terpuruk. Manufaktur juga begitu, ada produk tapi nggak bisa terjual,” kata Himawan.

Himawan juga menjelaskan Pegawai Migran Indonesia (PMI) asal Jatim yang terdampak pandemi. Sebanyak 3.040 orang menganggur karena kontrak kerja mereka sudah habis. Lalu juga ada 223 PMI yang terkena PHK.

"Ada juga 5.360 PMI dari sejumlah daerah di Jatim gagal berangkat ke negara tujuan mereka untuk bekerja selama pandemi ini," jelasnya

Tidak hanya itu, sudah ada 724 PMI asal Jatim yang kena deportasi dari negara tempat mereka bekerja. Sayangnya, Himawan tidak menjelaskan apa saja penyebab deportasi itu.

“Kalau dijumlah ya totalnya untuk PMI asal Jatim yang terdampak pandemi Covid-19 ada 9.347 orang,” pungkas Himawan. Adt 

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…