SURABAYA PAGI, Lamongan - Fasilitas ruang isolasi untuk pasien covid-19 di Kabupaten Lamongan bertambah, seiring dengan telah diresmikannya pembangunan fasilitas isolasi/observasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (18/6/2020) secara virtual.
Sebelumnya, seperti disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan covid-19, H. Fadeli, ruang isolasi untuk pasien covid-19 berada di RSUD dr Soegiri, Rusunawa dan Rumah Sakit Karangkembang di Kecamatan Babat.
"Saat ini bertambah, lokasinya dekat dengan RSUD dr Soegiri atau sebelah barat Gedung Korpri jalan Kusuma Bangsa Lamongan," kata Fadeli kepada wartawan.
Ruang isolasi ini, sebelumnya disebut Rumah Sakit Darurat Covid-19, namun perkembangan nya teryata hanya digunakan untuk ruang isolasi, setelah dilakukan penanganan medis di rumah sakit RSUD Dr Soegiri. Ruang isolasi untuk 85 pasien ini tambah Fadeli, melengkapi ruang isolasi lainnya.
Dimana ruang isolasi di RSUD Dr Soegiri sekarang kapasitasnya mencapai 43 pasien, di Rumah Susun (Rusunawa) ada 42, dan Rumah Sakit Karangkembang sebanyak 20 pasien.
Fasilitas isolasi ini lanjut Fadeli, bisa memutus rantai penyebaran virus corona, karena pada bulan April 2020 lalu, banyak warga yang terpapar covid-19, diawalu dari petugas haji yang ikut pelatihan haji di Surabaya, sehingga muncul klaster haji.
Tidak berhenti disini, mobilitas masyakat Lamongan yang pulang pergi dari Lamongan-Surabaya cukup tinggi, maka muncul klaster Surabaya-Lamongan, dan klaster satu lagi klaster nelayan. Keterbatasan ruang isolasi dan hasil swab yang terlambat, Lamongan sempat berada diurutan tiga besar daerah yang terpapar covid-19 se Jawa Timur setelah Surabaya dan Sidoarjo.
Berbagai upaya terus dilakukan oleh gugus tugas untuk memutus rantai penyebaran covid-19, sehingga saat ini posisi Lamongan berada diurutan 8 dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur, dengan jumlah warga yang positif sebanyak 175 pasien, dan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 68 orang.
Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo dalam video conference mengungkapkan, sebagaimana disampaikan Presiden Republik Indonesia bapak Ir. Joko Widodo perjuangan melawan pandemi Covid-19 belum berakhir, situasi sampai saat ini masih sangat dinamis.
"Untuk itu kita perlu terus meningkatkan kewaspadaan secara terus menurus, dengan melakukan perubahan prilaku dan kebiasaan kebiasaan baru yang sesuai dengan standar protokol kesehatan," ungkap Alumnus Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1985 ini.
Perwira tinggi TNI dengan tiga bintang di pundak ini menegaskan bahwa, keberadaan fasilitas isolasi dan observasi ini akan menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk melakukan percepatan penanganan Covid-19, menuju masyarakat produktif tetapi tetap aman dari pandemi Covid-19.
"Intinya karena wabah ini belum berakhir dan kita belum tau juga kapan wabah ini akan terus bersama kita, oleh karenanya kita harus tetap beraktifitas dengan cara yang aman, sehingga kita tidak sampai terpapar virus tersebut," tegas Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional 2018 - 2019 ini.
Doni berharap, Pemerintah Kabupaten Lamongan dapat mengelola fasilitas ini dengan sebaik-baiknya, dan juga kepada tenaga medis kami berikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangannya. Profesionalisme tenaga medis akan menjadikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.
"Dalam beberapa kesempatan saya selalu mengatakan tenaga medis mereka adalah pahlawan. Kepada masyarakat Lamongan kami mengimbau agar terus menerapkan pola hidup sehat dan taat pada protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, olahraga teratur dan lainnya," imbuh mantan Pangdam III Siliwangi ini.jir
Editor : Redaksi