Masa Darurat Covid-19 di Jombang Belum Usai, Tempat Wisata Sudah Buka

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengunjung tempat wisata Banyu Mili, Wonosalam saat diperiksa suhu tubuhnya. (SP/M. Yusuf)
Pengunjung tempat wisata Banyu Mili, Wonosalam saat diperiksa suhu tubuhnya. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Wana wisata.di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sudah mulai buka. Padahal, status darurat Covid-19 di Kabupaten Jombang berakhir pada 29 Juli 2020.

Salah satu tempat wisata yang mulai buka yakni Banyu Mili di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam dan Agrowisata Bale Tani di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng. Tampak puluhan para pengunjung dengan membawa sepeda motor dan mobil memasuki tempat wisata tersebut.

Para pengunjung sebelum masuk ke dalam, terlebih dahulu diperiksa suhu badan dan cuci tangan menggunakan sabun yang telah disediakan pengelola wisata. Pengelola Wisata Banyu Mili, Hendro Kristianto mengatakan, ini baru pertama kali buka setelah empat bulan tutup. Dan ini sebagai evaluasi persiapan protokol kesehatan.

"Karena menuju transisi new normal. Kita banyak kekurangan. Dan dengan dibukanya in, kami mengetahui kekurangan kita dan bisa melakukan evaluasi,” katanya, kepada jurnalis, Sabtu (20/6/2020).

Namun Hendro mengakui, jika pihaknya belum melakukan koordinasi dengan instansi terkait secara resmi. Pihaknya lebih pada evaluasi untuk persiapan. "Dan kalaupun nanti ada hal-hal yang kurang berkenan terkait protokol kesehatan, kita siap mengikuti arahan dari dinas terkait,” akunya Terkait alasan wisata alam Banyu Mili ini sengaja dibuka, Hendro menjelaskan, bahwa ini lantaran faktor ekonomi. Karena banyak sekali karyawan yang menganggur, dan banyak produk-produk UMKM yang tidak terserap selama ada pandemi Covid-19.

“Kita ada 20 karyawan yang berasal dari area sekitar. Belum produk-produk UMKM lokal, UMKM kita, dan mereka semua mengeluh. Akhirnya kita buka ini untuk pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Hingga saat ini, pengelola wisata Banyu Mili belum pernah menerima surat edaran dari Pemkab Jombang untuk melakukan penutupan area wisata selama Covid-19. “Kita tutup ya atas inisiatif sendiri,” tukasnya. Sementara itu, tempat wisata yang lain yakni Agrowisata Bale Tani di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, juga sudah dibuka.

Terlihat sejumlah pengunjung berada di dalam tempat wisata tersebut, meski tidak banyak. Agrowisata Bale Tani, ternyata sudah buka sejak 14 Juni 2020 kemarin. Pihak pengelola memaksa buka karena menerapkan masa transisi new normal. Pengelola Agrowisata Bale Tani, Evella Tica menerangkan, bahwa dibukanya tempat Bale Tani sudah mendapat ijin dari dinas terkait dengan menerapkan transisi new normal.

"Kalau dari Dinas Pariwisata mengijinkan kita untuk buka. Jadi ya kita tetap buka. Tapi ya tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Kalau ada pengunjung tidak menggunakan masker, ya kita beritahukan untuk memakai masker," terangnya.

Tica memaparkan, bahwa pihaknya juga menyediakan 37 tempat cuci tangan. Jika pengunjung datang tidak menggunakan masker, akan disuruh pulang. "Atau bisa beli di sini, kita juga menyediakan masker,” paparnya.

Alasan pihak pengelola membuka wisata tersebut, Tica mengungkapkan, lantaran ada banyak karyawan yang butuh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Kalau kita mati total, kasihan karyawan kami. Pengunjung juga banyak yang meminta wisata untuk dibuka. Seperti kolam renang, ini tadinya kita tutup. Kita hanya jual sayuran, tapi pengunjung ingin dibuka,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu pengunjung, Aris Setyopamuji (30), asal Sidarjo mengakui jika dirinya khawatir saat menikmati wahana wisata di tengah pandemi Covid-19. "Tapi keluarga sudah jenuh di rumah. Ya khawatir sih, tapi waspada aja, sama jaga jarak. Selain itu bekalnya bawa masker dan cuci tangan,” pungkasnya.(suf)

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…