Kadindik Jatim Tunggu Zona Hijau

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung Dinas Pendidikan Jawa Timur
Gedung Dinas Pendidikan Jawa Timur

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kesiapan rencana KBM tatap muka di Jawa Timur menunggu keputusan dari Dindik Jatim. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur akan memberlakukan KBM tatap muka bila daerah tersebut sudah masuk dalam zona hijau atau bebas Covid-19. Bila belum ada daerah masuk zona hijau, atau masih zona orange atau merah, KBM tetap diberlakukan secara daring.

"Namun, jika sudah ada daerah yang berzona hijau, sekolah diperkenankan untuk membuka pembelajaran tatap muka, tentu dengan protokol sangat ketat, yakni pemberlakukan sistem shif. Seperti 50 persen masuk sekolah dengan tatap muka dan 50 persen siswa belajar di rumah," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi, Kamis (18/6/2020). Keputusan Wahid Wahyudin ini diambil setelah mendapatkan masukan dari Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi.

Kendati demikian, Dinas Pendidikan Jatim akan menggunakan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim untuk melihat perkembangan ke depan terkait pembelajaran tatap muka.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Jatim juga menekankan bahwa Dispendik Jatim konsisten mengikuti kalender pendidikan yang dijadwalkan pada 13 Juli 2020 sebagai awal masuk tahun ajaran baru 2020/2021 sesuai dengan arahan Gubernur Jatim. "Tapi, ada pembelajaran tatap muka di Pulau Sakala, Sumenep, karena tidak terjangkau internet dan belum ditemukan kasus. Kami akan lihat kebijakan ke depan yang didasarkan pada laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim," ucapnya.

 

PGRI Sambut Baik Tatap Muka

Terpisah, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur, Teguh Sumarno terkait rencana KBM tatap muka pada 13 Juli 2020 mendatang, disambut baik. Namun, jika kondisinya masih belum memungkinkan bertatap muka karena pandemi ini. Maka pihaknya akan mengusulkan untuk perpanjangan masa belajar di rumah atau daring. Hal ini, menurut Teguh, demi kesehatan siswa dan para pengajar semua.

"Jika kondisi sudah mereda atau bahkan hilang, 13 Juli ini memang sudah waktunya masuk. Tapi apabila kondisinya masih membahayakan, maka PGRI menempatkan lebih pentingnya kesehatan siswa. Lebih baik diperpanjang," kata Teguh, kepada Surabaya Pagi, Jumat (19/6/2020).

Selain itu, Ketua Umum PGRI Jatim ini juga berpesan bagi para guru untuk menjadikan pandemi ini sebagai pelajaran untuk meningkatkan mutu dari pribadi guru tersebut.

"Jangan dianggap sebagai ancaman, tapi jadikan sebagai peningkatan mutu atau kualitas dari guru. Juga jadikan situasi seperti ini sebagai peningkatan kerjasama dan solidaritas antar guru untuk mengatasi seluruh persoalan di tengah pandemi Covid-19," pungkas Teguh.

 

Guru Era Modern Dituntut Kreatif

Meski begitu, Teguh menampik apa yang dikatakan oleh KPAI bila KBM secara daring, dapat mengancam pendapatan para guru tidak tetap atau honorer.

"Sebenarnya guru tidak seperti yang diduga, contohnya teman-teman guru disini terbiasa hidup sederhana dan bersahaja. Adapun masalah ekonomi, mereka tetap melaluinya dengan enjoy," imbuh Teguh.

Bahkan, saat ini, tambah Teguh, guru tidak pernah berpikir masalah gaji dan perekonomian. Walaupun jika terjadi, mereka tidak mengeluh secara berlebihan apalagi sampai terdengar saya.

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan justru guru semakin meningkatkan kreatifitas dengan membuka berbagai macam usaha untuk menggerakan roda perekonomiannya ditengah waktu luangnya. Baik itu yang masih berkaitan dengan pendidikan ataupun usaha di bidang lainnya.

"Ada guru yang memulai usaha di bidang jual beli, seperti kemarin ada yang berbisnis jual beli mainan. Ada juga yang jemput bola. Misalnya di Sumenep, ada beberapa guru yang berkenan untuk memberikan les privat dengan datang ke rumah-rumah. Tapi tetap mematuhi protokol kesehatan, pakai masker dan jaga kebersihan," jelas Teguh.

Dirinya juga menyebutkan, bagaimana pun guru harus mampu merubah pola pikirnya meskipun berada di daerah pelosok, mereka harus lebih kreatif dalam membawa bagaimana suasana pembelajaran bisa tetap berlangsung.

Guru banyak melakukan cara untuk menyampaikan ilmunya di daerah pelosok/pedesaan yang kondisi teknologi dan jaringannya tidak memadai. Mereka melakukannya di balai desa, masjid, dan masih banyak tempat lagi. Tentu tetap dengan menerapkan protokol kesehatan demi kesehatan para siswa. adt/byt/tyn/pat/rm

Berita Terbaru

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…