Jurnalis Senior Curigai Pemkot Surabaya Sembunyikan Data Meninggal PDP

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Akun Twitter Pemkot Surabaya, Bangga Surabaya melakukan klarifikasi dan mengakui ada kesalahan. SP/ALQ
Akun Twitter Pemkot Surabaya, Bangga Surabaya melakukan klarifikasi dan mengakui ada kesalahan. SP/ALQ

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Surabaya Pagi - Pemkot Surabaya kembali menjadi sorotan publik. Penyebabnya selama berbulan-bulan menulis data kematian PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19 hanya berhenti di angka tiga orang saja.

Padahal di daerah manapun jumlah PDP ini hampir sama yang meninggal dengan jumlah konfirmasi positif. Yakni, tembus ratusan orang.

Apalagi di Kota Surabaya dimana jumlah kasus positif sudah mencapai 4.771 pada Senin (22/6) malam. Sementara yang sembuh sudah 1.631 orang dan meninggal akibat positif Covid-19, 359 orang.

Ahmad Arif salah seorang jurnalis senior menyoroti hal ini melalui akun twitter miliknya. "Kira-kira bu Risma tahu nggak ya, ada 676 PDP dan 43 ODP di Kota Surabaya yg telah meninggal (data Minggu, 22/6)? Karena yg dilaporkan di laman resmi Gugus Jatim hanya ada 3 PDP meninggal," tulisnya.

Dalam tweet-nya Ahmad Arif kembali menjelaskan bahwa dalam sehari ada 20 PDP meninggal di rumah sakit Surabaya. "Yang jelas hasil test belum keluar atau belum dites sudah meninggal. Artinya apa? Tes masih kurang," tegasnya. “Kalau selisih satu atau dua mungkin salah input, kalau ratusan,” tanyanya.

Tidak lama berselang akun Twitter Pemkot Surabaya, Bangga Surabaya kemudian melakukan klarifikasi dan mengakui ada kesalahan. Dengan menulis jika PDP Covid-19 meninggal sebanyak 386 orang.

"Kami memohon maaf telah terjadi kesalahan penyampaian informasi data PDP meninggal dan ODP meninggal di website lawan covid," tulis twitter Bangga Surabaya, Senin (22/6).

Terkait data ini juga sebelumnya Pemkot Surabaya mengklaim paling faktual. Bahkan, pemkot pernah berani menuding instansi lain di atasnya seperti Pemprov Jatim tak begitu akurat dan ada selisih hingga 50 persen lebih. Namun, ini juga dibantah oleh pemprov yang menyatakan data susah sesuai by name dan by address.

Media ini kemudian melakukan konfirmasi terhadap Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M. Fikser. Namun untuk yang kesekian kalinya telepon serta pesan singkat yang dikirim tidak berbalas.

Adanya dugaan manipulasi data ini juga disoroti oleh salah satu redaktur media opini Ajeng Rizka di Mojok.co.

Menurut dia sementara belakangan ini banyak pemerintah daerah yang seolah berlomba-lomba meraih status zona hijau di daerah masing-masing. Terlepas dari motif politik dan kaitannya dengan Pilkada, zona hijau sama sekali bukan sebuah prestasi.

"Angka PDP meninggal seringkali diabaikan dengan memanfaatkan jeda hasil swab test dan seolah jumlah kasus yang sedikit menjadi pelipur lara masyarakat. Asal suatu daerah sudah zona hijau, lalu semua kembali bersenang-senang, berkegiatan seperti biasa, dan abai protokol kesehatan," tulisnya. Alq

Berita Terbaru

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil di luar negeri, mulai diusut. Komisi Pemberantasan Korupsi…

Orang-orang Curang

Orang-orang Curang

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menurut Alkitab, orang-orang yang curang adalah mereka yang melakukan ketidakjujuran dalam berdagang (menggunakan timbangan…

Dunia Keuangan Indonesia Berguncang

Dunia Keuangan Indonesia Berguncang

Minggu, 01 Feb 2026 20:01 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pengunduran massal, mulai dari Direktur BEI hingga Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar beserta wakilnya, secara mendadak,…

PLTN Dinilai Efisien dan Bersih, Akademisi Jatim Dukung Program Energi Nuklir

PLTN Dinilai Efisien dan Bersih, Akademisi Jatim Dukung Program Energi Nuklir

Minggu, 01 Feb 2026 18:38 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 18:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Sejumlah akademisi di Surabaya, Jawa Timur, menyatakan dukungan terhadap agenda Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemanfaatan e…

Ekonom Sebut RDMP Balikpapan Bisa Tumbuhkan Kepercayaan Investor untuk Berinvestasi di Sektor Energi

Ekonom Sebut RDMP Balikpapan Bisa Tumbuhkan Kepercayaan Investor untuk Berinvestasi di Sektor Energi

Minggu, 01 Feb 2026 18:34 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 18:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Sejumlah akademisi di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) menyoroti peran penting proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan d…

Peringati HARJASDA 167 Kelurahan Sepanjang Sabet Layanan Publik Terbaik

Peringati HARJASDA 167 Kelurahan Sepanjang Sabet Layanan Publik Terbaik

Minggu, 01 Feb 2026 18:09 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo – Kado istimewa saat puncak acara Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke 167 Kakel Sepanjang Hari Purnomo, SH. Betapa tidak S…