Para Pesepeda di Alun-Alun Jombang Masih Banyak yang Tak Kenakan Masker

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para pesepeda di Alun-Alun Jombang. (SP/M. Yusuf)
Para pesepeda di Alun-Alun Jombang. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Pada hari-hari libur, terutama di hari minggu, masyarakat melakukan aktivitas berolah raga. Mulai dari lari, jalan sehat, dan bahkan yang lagi ramai yakni bersepeda.

Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, warga di Kabupaten Jombang banyak yang memilih olah raga bersepeda. Mereka bergerombol bergowes ria agar kesehatan selalu terjaga.

Lantas, bagaimana para warga untuk melindungi dirinya saat bersepeda di masa pandemi Covid-19 saat ini ? Tentunya tetap dengan mematuhii protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker.

Namun, masih ada para goweser yang belum sepenuhnya berdisiplin mengikuti protokol kesehatan. Seperti halnya yang terlihat di Alun-Alun Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Minggu, (05/7/2020) pukul 06.00 WIB pagi.

Masih banyak warga yang bersepeda di alun-alun terlihat tidak menggunakan masker dan berupaya menjaga jarak aman. Mereka yang bersepeda mulai dari orang tua, remaja dan anak-anak. Mereka kebanyakan berkelompok.

Salah satu pesepeda, Ajeng (27), warga Kecamatan Jombang mengatakan, bahwa alasan dirinya tidak memakai masker saat berolah raga karena merasa tidak nyaman.

"Ini saya bawa masker. Tadi ndak dipakai karena masih bersepeda. Buat jaga-jaga aja. Kan sudah ada razia masker, jadi takut ditangkap," katanya berkelakar kepada jurnalis, Minggu (05/7/2020).

Berbeda dengan Rendy (24), warga Kecamatan Diwek. Rendy tidak mengenakan masker lantaran sulit bernafas saat bersepeda. Maka dari itu ia dan temannya memilih tidak memakai masker dari rumah.

"Kalau olah raga pakai masker itu menurut saya bisa bikin sesak nafas. Masalah Covid-19 dibilang takut ya takut. Tapi kan namanya olah raga, kalau pakai masker ya tetap ndak enak," tandasya.

Rendy dan tiga temannya bahkan tidak menghindari kerumunan yang ada di Alun-Alun Jombang. "Kalau menghindari kerumunan tidak terpikirkan. Cuman tujuan kita dari rumah ke alun-alun terus balik," tukasnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Jombang, Agus Susilo Sugioto mengungkapkan, bahwa patroli untuk memantau kerumunan warga ataupun menindak yang tidak bermasker, baru dilakukan pada pukul 09.00 WIB.

"Tadi pukul 09.00 WIB kita sudah patroli, dan alun-alun sudah bersih. Untuk kondisi alun-alun di pagi hari kita tindaklanjuti. Akan kita evaluasi patroli pagi hari," ungkapnya, saat dikonfirmasi.

Agus menegaskan, pihaknya akan menindak warga yang tidak bermasker. Patroli di pagi hari akan dilakukan guna mencegah kerumunan yang sering terjadi di alun-alun setiap pagi.

"Sesuai Perbup nomor 34 tahun 2020 tentang pengendalian pandemi Covid-19 di Jombang, hukuman bagi yang tidak bermasker akan disuruh buat pernyataan dan difoto KTP-nya karena tidak disita," tegasnya.

Apabila dikemudian hari, lanjutnya, warga tersebut masih tidak memakai masker lagi, akan diterapkan sanksi sosial. Yakni berupa kerja sosial selama satu jam. Saat ini sudah ada 366 warga yanf terjaring razia karena tidak memakai masker.

"Ratusan warga yang terjaring razia itu sejak awal operasi pada Rabu, (01/7) kemarin. Yang pertama ada 241 pelanggar, dan yang kedua 125 pelanggar," pungkasnya.(suf)

Tag :

Berita Terbaru

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…