Tak Bisa Beli Ganja, Pria di Malang Tanam 17 Pohon Ganja

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat merilis ungkap kasus tentang penyalahgunaan narkotika di Mapolres Malang, Senin (6/7/2020).
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat merilis ungkap kasus tentang penyalahgunaan narkotika di Mapolres Malang, Senin (6/7/2020).

i

Kedapatan menanam 17 pohon ganja, pria di Malang harus berurusan dengan pihak kepolisian. Alih-alih untuk dijual, pelaku mengaku hasil panen ganja ia gunakan untuk diri sendiri. Kepada petugas, ia mengaku mengkonsumsi ganja untuk menambah nafsu makan. Berikut laporan kontributor Surabaya Pagi Ariyono di Malang,

Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Malang meringkus seorang pria bernama Jarot Sucipto (37), warga Kelurahan Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, terkait kasus penyalahgunaan narkotika golongan I ganja. 

Dia kedapatan menanam pohon ganja sebanyak 17 buah di dua rumahnya dengan dalih untuk konsumsi pribadi sebagai penambah nafsu makan.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku dan olah TKP (tempat kejadian perkara), tersangka menanam belasan ganja di rumah ibu mertuanya  di Desa Taman Ksatrian, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, selama dua tahun.

"Dari hasil penangkapan di rumah pelaku, kami menyita barang bukti sebanyak 17 tanaman ganja dalam polybag. Tanaman ganja ini diletakkan di atas plafon rumah," ujarnya kepada awak media ketika rilis ungkap kasus di Mapolres Malang, Senin (6/7/2020). 

Dari pengakuannya, pelaku telah menanam tanaman ganja tersebut selama dua tahun dan sudah merasakan empat kali panen. Ia mengaku nekat menanam tanaman ganja tersebut lantaran hemat dan tak mampu membeli karena harganya yang mahal.

"Saya menanamnya untuk dikonsumsi sendiri. Sebagai menambah nafsu makan. Soalnya saya sering nggak nafsu makan. Jadi, tidak saya dijual," ujarnya saat konferensi pers di Polres Malang, Senin, 6 Juli 2020.

Dia menambahkan bahwa selama dua tahun itu dirinya belajar menanam ganja dari internet. Dia menjelaskan awalnya dengan membeli ganja kering dan kemudian ditanamnya untuk dikembangkan di rumah pribadinya di Kelurahan Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kemudian, hasil pembibitan tersebut ditanam kembali olehnya di rumah orangtuanya di Desa Taman Satrian, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Dia mengaku menyembunyikan pohon ganja di plafon rumah agar tidak ketahuan orang lain.

"Mau beli susah dan harganya mahal. Makanya menanam sendiri dengan belajar dari internet," kata bapak dua anak ini.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Malang Kabupaten Ajun Komisaris Besar Hendri Umar mengungkapkan ditangkapnya JS itu berawal dari informasi masyarakat sekitarnya.

Berdasarkan informasi itulah, Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Malang langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di rumah orangtuanya di Desa Taman Satrian, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

"Pelaku kami tangkap di rumah orang tuanya di Tirtoyudo. Saat penangkapan, kami juga amankan barang bukti pohon ganja dengan umur masih sekitar setengah bulanan," tuturnya.

Ia menambahkan, pelaku dikatakannya sering melakukan pesta ganja di rumahnya. Pesta ganja tersebut digelar tersangka bersama rekan-rekannya usai panen.

“Setelah panen ganja, tersangka ini biasanya mengajak kawan-kawannya untuk menikmati ganja di rumahnya. Ganja itu ditanam sendiri karena tersangka tidak mampu membeli ganja,” ujarnya.

Sementara itu, JS berdalih ganja tersebut ia tanam di rumah mertuanya di Tirtoyudo setelah mengambil bibit ganja turunannya yang ia tanam sendiri di jalan Muharto, Kota Malang.

“Bibit ganja turunan ini saya ambil dari tanaman ganja di rumah Muharto. Sudah 2 tahun saya tanam. Selama ini sudah panen 4 kali,” papar JS.

JS menambahkan, tanaman ganja yang siap dipanen berumur 6 bulan lebih. “Kalau yang 17 tanaman ini masih berumur setengah bulan. Biasanya kita panen kalau umurnya sudah 6 bulan. Saya tanam sendiri karena tak punya uang buat beli ganja. Biar hemat,” pungkas JS.

Atas perbuatannya, JS dijerat Pasal 111 ayat 1 dan 2 UU RI Nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal, 5 tahun penjara.

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas …