Pemberlakuan Jam Malam Dinilai Kurang Efektif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua Fraksi PKB, Mahfudz.SP/ALQ
Wakil Ketua Fraksi PKB, Mahfudz.SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemberlakuan jam malam yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya mendapat tanggapan dari Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya sekaligus sebagai Wakil Ketua Fraksi PKB, Mahfudz. Menurutnya,  wacana pemberlakuan jam malam oleh Gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Surabaya tidak efektif.

Mahfudz mengatakan, bahwa pemberlakuan kembali jam malam dinilai sama sekali efek manfaat, karena solusi yang di bangun pemkot Surabaya tidak tepat dan tidak efektif untuk mencegah persebaran Covid-19.“Pemkot tidak punya solusi efektif untuk mencegah covid-19 ini. Akhirnya jam malam  kembali diberlakukan, Tidak ada efeknya, kalau mau memang lockdown, ya sudah di lockdown saja,” kata Mahfudz, Rabu (8/7).

 Selain efektifitas yang dianggap kurang, legislatif dari fraksi PKB ini juga menjelaskan, jika benar terjadi pernerapan ini makan akan merugikan bagi masyarakat sekitar dan mengganggu roda perekonomian di daerah itu.“Begitu diberlakukan jam malam, otomatis warga yang punya usaha waktunya terpotong,” terang Mahfudz.

Untuk memutus penyebaran Covid-19 Mahfudz menyarankan pemerintah agar memperketat terhadap perilaku hidup sehat bagi masyarakat, seperti pengawasan warga yang tidak memakai masker dan tidak melakukan psycal distancing. Menurutnya hal itu lebih efektif dan logis.“Kalau langkah kongkrit karena ini sudah terlanjut semua, ya sudah terapkan protokol kesehatan memakai masker, hand sanitizer, cuci tangan dan jaga jarak itu saja terapkan secara ketat,” pungkas Mahfudz. Alq

Berita Terbaru

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Keduanya Berasal dari 8 Tersangka Kasus yang Dilaporkan oleh Jokowi       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Delapan aktivis yang mempersoalkan keaslian ijasah Jo…

Prabowo Sentil Penganalisis Kabinet Pecah, PKB, Golkar dan Demokrat Bereaksi

Prabowo Sentil Penganalisis Kabinet Pecah, PKB, Golkar dan Demokrat Bereaksi

Selasa, 13 Jan 2026 19:38 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto,  menyentil orang yang bicara di media sosial menganalisis terjadi perpecahan di lingkungannya. Prabowo …

Dua Cewek Bikin Terperangah Pengunjung Sidang Dugaan Korupsi Nadiem

Dua Cewek Bikin Terperangah Pengunjung Sidang Dugaan Korupsi Nadiem

Selasa, 13 Jan 2026 19:36 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Cepy Lukman Rusdiana, Mantan Plt Kasubdit Fasilitasi Sarana, Prasarana dan Tata Kelola Direktorat Sekolah Menengah Pertama pada…

Usut Dugaan Korupsi Haji, KPK Diminta Legislator Transparan

Usut Dugaan Korupsi Haji, KPK Diminta Legislator Transparan

Selasa, 13 Jan 2026 19:34 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:34 WIB

Pansus Angket Haji DPR Temukan Sembilan Masalah Penyelenggaraan Haji 2024       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq me…

Legislator Anggap Transportasi Pesawat Domestik Prihatinkan

Legislator Anggap Transportasi Pesawat Domestik Prihatinkan

Selasa, 13 Jan 2026 19:26 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:26 WIB

Tiket Jakarta - Aceh Termurah Rp 2,2 juta, Tiket Jakarta - KL Termurah Rp 789 Ribu     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful H…

Apa Kebanyakan Pegawai Pajak Tamak?

Apa Kebanyakan Pegawai Pajak Tamak?

Selasa, 13 Jan 2026 19:23 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurangan nilai pajak di Kantor…