KBM Sumenep akan Terapkan Tatap Muka Bergantian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Drs. Ec. Carto, MM Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.Sp/ainur rahman
Drs. Ec. Carto, MM Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.Sp/ainur rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep – Jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang di jadwalkan pada tanggal 13 Juli 2020 secara tatap muka akan dilaksanakan pada 8 sekolah di kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumenep Carto (8/7) diruang kerjanya.

Delapan kecamatan itu terdiri dari lima kecamatan di kepulauan dan tiga kecamatan yang ada di darat, Namun pelaksanaan KBM nantinya akan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid untuk menghindari penularan covid-19 di lingkungan sekolah.

Selain itu menurut Carto, sekolah yang di izinkan melakukan kegiatan KBM harus memenuhi 7 persyaratan protokol kesehatan.

“Syaratnya pertama harus ada surat pernyataan dari orang tua bahwa anaknya dalam kondisi sehat, siswa harus diantar oleh keluarga sendiri tidak boleh orang lain, yang mengantar siswa harus dirapid test saat sampai di sekolah, sebelum masuk sekolah harus melakukan penyemprotan desinfektan, wajib menggunakan APD, terakhir harus membawa buku atau kertas sendiri.

“Apabila angka pasien positif covid -19 terus meningkat maka rencana KBM tatap muka tersebut akan ditunda hingga bulan Januari nanti, jadi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akan menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka secara daring bergantian selama pandemi Covid-19.

Sementara Lanjut Carto, Sekolah yang bisa melakukan KBM tatap muka dan daring harus dalam zona hijau, untuk menjalankan program KBM tersebut ada beberapa tahapan yang akan di lakukan. Masa transisi selama dua bulan pertama yang bisa mengikuti SMA, SMK dan SMP. “Selain sekolah dengan jenjang yang setara maka sementara tidak diberikan izin,” tegasnya

“Kalau kita melihat, Menteri pendidikan itu hanya satu tapi pengelola pendidikan itu ada dua yakni Diknas dan Kanwil Kemenag, jadi Secara umum pemerintah daerah menggunakan peraturan pusat, sementara pihak kemenag telah mengaktipkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan membuat peryataan tanggung jawab sendiri. Nah kalau begitu Diknas akan mengaktipkan juga dengan membuat pernyataan yang sama, hanya kata Bupati tidak diperbolehkan, jadi kita harus mengikuti protokol kesehatan,” paparnya.

“Guru akan mendatangi rumah mereka masing-masing atau bisa dikumpulkan dengan cara berkelompok minimal 5 siswa yang rumahnya berdempetan, jadi kepala sekolah harus berinovatif menghadapi suasana covid 19 ini,” ujar Carto.

Pemerintah Diknas Pendidikan akan mencoba melakukan (KBM) secara tatap muka per 15 hari bagi sekolah yang jumlah siswanya 40 siswa, “Jadi 20 siswa berikutnya 20 siswa lagi, dengan cara uji coba, jadi siswa diharapkan tidak memakai seragam sekolah, baru setelah itu 30 hari sampai masuk ke titik normal,” pungkasnya.ar

Berita Terbaru

Sematkan Satyalancana Karya Satya, Khofifah Apresiasi Pengabdian dan Dorong Pendidikan Bermutu

Sematkan Satyalancana Karya Satya, Khofifah Apresiasi Pengabdian dan Dorong Pendidikan Bermutu

Rabu, 06 Mei 2026 14:11 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 14:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 400 guru dan tenaga pendidik …

Korban Terakhir Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Gresik Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Korban Terakhir Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Gresik Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Rabu, 06 Mei 2026 14:06 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 14:06 WIB

SurabayaPagi, Gresik – Korban terakhir kecelakaan kapal nelayan yang tenggelam di perairan sekitar PLTU Gresik akhirnya ditemukan pada Rabu (6/5/2026) p…

Permintaan Sapi di Ngawi Melonjak hingga 15 Persen Jelang Idul Adha 2026

Permintaan Sapi di Ngawi Melonjak hingga 15 Persen Jelang Idul Adha 2026

Rabu, 06 Mei 2026 13:45 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 13:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menjelang Hari Raya Idul Adha menjadi momentum berkah tersendiri bagi para peternak dan penjual hewan kurban terutama sapi di…

Perajin Tempe di Ponorogo Terpaksa Perkecil Ukuran Imbas Harga Kedelai dan Plastik Naik

Perajin Tempe di Ponorogo Terpaksa Perkecil Ukuran Imbas Harga Kedelai dan Plastik Naik

Rabu, 06 Mei 2026 13:38 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat fenomena maraknya komoditas kedelai membuat para perajin tempe di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo, Jawa…

Korban Terakhir Perahu Tenggelam di Perairan Sembilangan Gresik Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Korban Terakhir Perahu Tenggelam di Perairan Sembilangan Gresik Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Rabu, 06 Mei 2026 13:36 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pencarian korban perahu tenggelam di Perairan Sembilangan, Gresik, akhirnya tuntas. Pada hari kelima operasi, tim gabungan berhasil m…

Kantor Pemkab Blitar Mendadak Sepi dan Hening hampir 10 Jam, Ada Apa Kiranya

Kantor Pemkab Blitar Mendadak Sepi dan Hening hampir 10 Jam, Ada Apa Kiranya

Rabu, 06 Mei 2026 13:20 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suasana di Kantor Pemerintah Daerah Kab.Blitar pada Selasa 5 Mei 2026 sejak pukul 09.00 mendadak sunyi mulai dari pintu gerbang…