Relokasi Anggaran Cukup, Komunikasi yang Lemah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Adam Rusydi (kiri) dan Badrud Tamam (kanan).
Adam Rusydi (kiri) dan Badrud Tamam (kanan).

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Terkait gagalnya Pemprov Jatim memenuhi target Jokowi, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Adam Rusydi juga merasa pesimis.


"Saya pribadi pesimis Jawa Timur bisa memenuhi apa yang ditargetkan oleh Pak Jokowi. Terlebih kurang beberapa hari lagi dan tidak ada tanda-tanda membaik dari datanya," ujar Adam kepada Surabaya Pagi, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya faktor komunikasi dan koordinasi adalah salah satu kunci untuk mencapai target tersebut. Khususnya adalah Pemprov Jatim dengan Pemkot Surabaya. Hal itu dikarenakan juga jumlah pasien positif dari Surabaya lebih dari 50 persen dari total keseluruhan pasien di Jawa Timur.

"Memang jika kita lihat bersama, ada komunikasi yang kurang baik khususnya Pemprov Jatim dengan Pemkot Surabaya. Saya rasa keduanya harus mengesampingkan ego sektoral demi kebaikan bersama," jelasnya.

Adam juga mengatakan jika koordinasi adalah salah satu hal terpenting untuk menjalankan program percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

"Dalam pelaksanaan programnya, menurut saya Pemprov sebagai koordinator dan Pemkab / Pemkot sebagai pelaksana ini membutuhkan koordinasi yang baik untuk menjalankan seluruh program tersebut," kata Adam.

Anggota komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur itu juga menambahkan jika yang terpenting sekarang adalah duduk bersama antara para pemimpin daerah agar menemui jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah di tengah pandemi ini.

"Untuk realokasi anggaran sudah cukup, dan saya rasa programnya sudah cukup baik juga. Cuma tinggal duduk bareng, dan jangan saling menyalahkan. Itu penting untuk menyelesaikan permasalahan Covid-19 ini," pungkasnya. 

 

Pemkot Harus Patuh

Senada, anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Badrud Tamam menilai,  kegagalan Jawa Timur dan Surabaya dalam menekan angka kasus Covid-19 seperti yang instruksi Presiden ini, diakibatkan buruknya komunikasi Pemkot Surabaya dengan Pemerintah Provinsi.

“ Jika koordinasi bagus, tidak berjalan sendiri-sendiri antara Pemkot Surabaya dengan Pemprov menangan covid ini cepat diatasi,” ungkap Badrud Tamam.

 Politisi PKB ini mengatakan, kegagalan Surabaya dalam menangani virus corona ini dilakukan sejak awal penangan covid oleh pemkot Surabaya sehingga penyebaran covid ini menjadi masif dan sulit ditangani.

“ Di Surabaya ini, dari awal sudah salah urus, diaman Surabaya berjalan sendiri, Pemkot tidak mengikuti Roadmap yang ditentukan Pemprov sihingga penyebarannya makin meluas,” ungkapnya.

 “Kalau sudah penyebaran sudah meluas seperti ini, bagaimana tracingnya, sulit nanti akan menambah klater-klaster baru,” tambah Badrud.

Badrud mendesak, Pemkot Surabaya untuk berkodinasi dengan baik dengan Pemprov untuk mengatasi wabah covid ini.

“ Komunikasi dan koordinasi Pemkot dengan Pemkot ini harus diperbaiki. Karena tidak bisa kita dalam mengatasi wabah ini dengan mementingkan egonya masing-masing. Ini harus dilakukan scara bersama-sama,” tegas Badrud.

“Maka dari itu kami dorong Pemkot mengikuti Roadmap yang ditentukan Pemprov,” tambahnya.

 

Sanksi Kurang Serius

Sementara itu, Ajeng Wira Wati Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya mengatakan, selamai koordinasi Pemkot horizontal dengan legislatif saja tidak berjalan. “Saya tidak bisa memastikan koordinasi pemkot secara vertikal bagaimana,” ungkapnya.

Menurut Politisi Gerindra ini, selama ini Pemkot juga kurang memfasilitasi warga dalam penangan covid secara mandiri, dana kampung wani covid belum terealisasi sejak saya reses hingga kini.“Masyarakat sulit, bansos banyak salah sasaran, retribusi usaha jalan terus, PHK dimana-dimana,” terangnya.

Selain itu, Ajeng menjelaskan, APBD pemkot untuk warga Surabaya belum dirasakan oleh warga. masyarakat sibuk mencari ekonomi, stres membuat jadi gampang tertular penyakit apapun termasuk covid.

“ Pemkot tidak hanya kurang dalam penanganan covid tetapi juga kurang menyelamatkan kesejahteraan kepada masyarakat dampak dari pandemi covid,” katanya.

Ajeng menjutkan, sanksinya yang  tidak serius, hanya diberi sanksi sosial seperti ke liposos, joget, hafal Pancasila, padahal di daerah lain ada denda uang jika tidak memakai masker.

“Supaya ada efek jera. cara tersebut saya kira bisa efektif. Namun dibarengi dengan perhatian pemkot bantuan APBD untuk dampak covid, harus diperjelas. kapan bantuan sosial APBD akan diberikan masyarakat, jangan dijadikan bahan politik, skemakan lah yang jelas,” tegas Ajeng.alq/adt

 

 

 

 

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…