Dijanjikan Pekerjaan, Perempuan Asal Madiun Malah Diperkosa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Amin Tohari (35), pelaku pemerkosaan terhadap AW dengan modus bisa mencarikan pekerjaan.
Amin Tohari (35), pelaku pemerkosaan terhadap AW dengan modus bisa mencarikan pekerjaan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan – Tragis dialami WA (24), perempuan asal Madiun yang kos di Surabaya. Bukannya mendapat pekerjaan, kehormatannya malah terenggut.

Korban diperkosa oleh pria yang mengaku bisa membantunya mencari pekerjaan.

"Kejadiannya di wilayah Desa Kedawang, Kecamatan Nguling. Korban mendatangi Polsek Nguling, melaporkan jadi korban pemerkosaan," kata Kasubbag Humas Polres Pasuruan AKP Endy Purwanto, Minggu (12/7/2020).

Endy menjelaskan, perempuan kelahiran Kecamatan Geger, Kota Madiun, itu datang ke polsek Sabtu (11/7) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Korban melapor beberapa jam setelah kejadian.

"Berdasarkan pengakuan WA, peristiwa bermula pada Sabtu tanggal 11 Juli 2020 sekira 18.00 WIB, korban bersama pelaku mengendarai motor berangkat dari Surabaya ke Pasuruan. Tujuannya untuk dicarikan pekerjaan," terangnya.

Setibanya di Simpang Empat Sedarum, Kecamatan Nguling, pelaku mengarahkan motor ke pedesaan hingga menembus persawahan di Desa Kedawang. Di lokasi pelaku memperkosa korban.

"Pelaku membungkam mulut korban, melepas celana dan celana dalamnya, dan memperkosa korban," terang Endy.

Menerima laporan korban, polisi langsung mendatangi TKP. Korban juga divisum RSUD Grati. Polisi melakukan penyelidikan kasus ini.

"Korban mengeluhkan sakit areal alat vitalnya. Juga mulut dan rahangnya karena dibungkam dengan keras," pungkas Endy.

Tak butuh waktu lama, petugas berhasil meringkus pelaku yang diketahui bernama Amin Tohari (35), warga Dusun Krajan, Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

"Pelaku ditangkap Unit Reskrim Polsek Nguling karena memperkosa korban dengan modus bisa mencarikan pekerjaan," jelas Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto, Minggu (12/7/2020).

Endy menjelaskan, WA dan Amin awalnya berkenalan melalui media sosial Facebook. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Surabaya ingin mencari pekerjaan lain dengan melihat info melalui Facebook.

Setelah korban melihat-lihat dan ikut berkomentar soal info lowongan kerja di Facebook, pelaku langsung melancarkan tipuannya. Pelaku menjanjikan bisa mencarikan pekerjaan untuk korban di Pasuruan hingga korban tertarik.

Padahal sebenarnya, status pekerjaan selama pelaku di Surabaya hanyalah kuli bangunan. Dan jika pelaku pulang ke rumahnya, pekerjaan yang diketahuinya hanya seputar nelayan yang mencari ikan.

Kemudian, korban mengikuti pelaku dengan naik motor dari Surabaya menuju Pasuruan, sekitar pukul 18.00 Wib, Sabtu (11/7/2020). Semua bahan lamaran pekerjaan sudah disiapkan oleh korban. Akan tetapi, petaka menimpa korban saat sampai di Simpang Empat Sedarum.

Pelaku membelokkan laju motornya ke kiri melintasi jalan desa hingga dibawa ke area persawahan Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Di sini, korban diperkosa pelaku.

"Di TKP itu korban dibekap dan dicekik hingga tidak bisa melawan, kemudian diperkosa," tambah Endy.

Setelah melakukan aksinya, pelaku membonceng korban ke SPBU Watestani, Kecamatan Nguling dan menyuruh korban untuk menunggu. Namun pelaku tidak kunjung kembali.

Untung saja ada salah satu petugas SPBU yang peduli dan mengantarkan korban ke Mapolsek Nguling untuk melaporkan tindak pemerkosaan yang menimpanya. Hingga dilakukan penyelidikan beberapa jam setelah pelaporan, pelaku berhasil ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

"Dalam pengakuan pelaku, ia memang merencanakan tindak pemerkosaan ini. Selain itu modus ini baru sekali dilakukannya," pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…