Jelang Idul Adha, Permintaan Sapi Kurban di Jombang Turun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sapi milik Amin di Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. (SP/M. Yusuf)
Sapi milik Amin di Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 31 Juli 2020, penjualan hewan kurban mengalami penurunan yang cukup berarti.

Penurunan permintaan hewan kurban di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akibat dampak pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mengalami penurunan.

Hal itu dialami oleh Muhammad Khoirul Amin (49), warga Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Usaha sapinya kini sepi pembeli. Permintaan hewan kurban anjlok sampai 75 persen.

Usaha penjualan sapi yang dijalani Amin selama 32 tahun ini, tidak seperti pada tahun sebelumnya. Pada tahun ini, ia merasakan langsung dampak dari pandemi Covid-19 terhadap usahanya.

"Banyak yang tidak kurban gara-gara pandemi Covid-19 ini. Dari NU biasanya pesan, sekarang kosong. Lokal saja biasanya 45 ekor, sekarang baru laku 11 ekor. Itu untuk Idul Adha, untuk konsumsi kurban," katanya, kepada jurnalis, Rabu (15/7/2020).

Amin mengungkapkan, selain untuk konsumsi kurban, permintaan daging sapi untuk konsumsi sehari-hari juga mengalami penurunan. Sebelum pandemi, biasanya menerima permintaan 150 ekor untuk ke luar kota.

"Dengan adanya pandemi ini sangat berkurang, sampai 70 persen. Biasanya sekali pengiriman sampai 150 ekor, sekarang hanya 50 ekor. Pengiriman ke Bandung, Surabaya dan melayani kebutuhan lokal," ungkapnya.

Akan tetapi, jelas Amin, ia tidak mengalami kerugian meski permintaan daging sapi menurun. Hanya keuntungan dari penjualan yang berkurang. Pasalnya, harga beli sapi di pasaran naik hingga Rp 1 juta setiap ekornya.

"Harga sapi cenderung naik, karena dolar naik. Saya melayani dari timbangan (bobot sapi, red) 280 kilo - 1 ton up. Harga berkisar mulai Rp 17,5 juta - Rp 80 juta. Kenaikan rata-rata sekitar Rp 1 juta - Rp 1,5 juta," pungkasnya.(suf)

Berita Terbaru

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Musim Haji 2026 sedang dinanti-nanti para Calon Jemaah Haji (CJH) yang akan segera berangkat ke Tanah Suci dari Embarkasi…

Nobar Film “Pesta Babi” di Madiun, Angkat Isu Papua dan Kritik Pendekatan Pembangunan

Nobar Film “Pesta Babi” di Madiun, Angkat Isu Papua dan Kritik Pendekatan Pembangunan

Minggu, 26 Apr 2026 11:29 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi tak hanya sebagai ajang apresiasi karya, tapi membuka ruang diskusi terkait dampak…

Perkuat Pencegahan Penyakit, Pemkot Surabaya Integrasikan Data Rekam Medis Elektronik

Perkuat Pencegahan Penyakit, Pemkot Surabaya Integrasikan Data Rekam Medis Elektronik

Minggu, 26 Apr 2026 11:26 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan…

Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen

Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen

Minggu, 26 Apr 2026 10:57 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dipicu momentum panen raya yang masih berlangsung di sejumlah wilayah, Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tulungagung…

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…