Peran Makelar Proyek untuk Menangkan Temprina, Diskon Jadi Bancakan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberapa Katalog PT Temprina Media Grafika Sejahtera yang diduga dipilih menjadi pemenang.
Beberapa Katalog PT Temprina Media Grafika Sejahtera yang diduga dipilih menjadi pemenang.

i

 Investigasi Dugaan Korupsi Pengadaan Buku di Dindik Bangkalan Rp 5 Miliar (2)

 

Pengadaan buku DAK sebesar Rp 5 Miliar, “disulap” Pilih PT Temprina Media Grafika Sejahtera, Jadi pemenang. Alhasil, proyek yang diprakarsai Dinas Pendidikan Bangkalan ini, diduga Rugikan Keuangan negara 

 

SURABAYAPAGI.COM, Bangkalan - Ketika aplikasi katalog elektronik mengalami kendala operasional yang menyebabkan aplikasi tersebut belum /tidak dapat dipergunakan, maka merujuk kepada surat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 117/ KA/07/2019 tanggal 9 Juli 2019 perihal solusi atas kendala dalam Catalog elektronik sektoral Kemendikbud, pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara e-Purchasing dilakukan secara manual (tanpa menggunakan aplikasi Catalog elektronik sektoral).

 Nah, dari sinilah praktik pemufakatan jahat diduga dimulai. Pengadaan buku diduga diarahkan ke Temprina melewat makelar proyek berinisial LE. Dalam hal ini, LE diduga ‘bermain’ dengan oknum aparat hukum di Bangkalan untuk memuluskan jalan Temprina mendapatkan proyek miliaran tersebut meski tak memenuhi kualifikasi. “Sudah diatur sejak awal, LE bersama aparat hukum disana meminta Dinas Pendidikan memilih Temprina sebagai pelaksana,” tukas seorang sumber Surabaya Pagi yang keberatan namanya dipublikasikan.

Sang sumber menambahkan, pemilihan Temprina tentu saja tidak gratisan. Karena ada iming-iming komisi yang dikemas dengan sebutan diskon. Dan praktek pemberian diskon ini diduga sebagai bentuk gratifikasi. Berdasarkan penelusuran Surabayapagi, bancakan gratifikasi itu mengalir sebesar  9% untuk pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, 3,5 persen untuk  oknum penegak hukum di Bangkalan dan 6 persen untuk pelaksana lapangan, dalam hal ini diduga adalah CV B milik seseorang berinisial S asal Surabaya. S adalah cucu kandung dari mantan pejabat PDI yang berkuasa di zaman orde baru, yang kontra dengan Ketum PDIP saat ini, Megawati.

Pendistribusian anggaran diskon itu dilakukan oleh CV B melalui orang suruhan berinisal R. Tak hanya itu, selain anggaran Rp 5 miliar, Dinas Pendidikan juga dibebani biaya pengiriman buku ke 103 sekolah di Bangkalan, sebesar Rp 200 juta yang diambilkan dari anggaran Rp 5 miliar.

Saat dikonfirmasi LE memilih bungkam. Saat ditelpon tak direspon dan ketika ditinggali pesan lewat Whatsapp, LE Cuma membacanya tanpa membalas.

Sementara S juga saat ditanya wartawan perihal ini, membantah. Bahkan, S malah terkesan ada masalah pribadi dengan LE. Namun ia mengakui jika CV nya dipinjam oleh S. "Kalau saya pribadi tidak tau apa-apa mas, hanya saja bendera CV Berkah dipinjam oleh Pak LE," ujar S.

S juga menambahkan bahwa ia sudah lama tidak melakukan komunikasi dengan LE, karena LE telah banyak menipu dirinya.

Dari pihak Temprina, melalui Marketingnya, Yusak Fahrul merasa kaget saat dikonfirmasi via smartphone. Dirinya seolah-olah kebingungan untuk menjawab. "Ini saya masih bertemu klien mas, untuk masalah itu saya kurang tahu," ucapnya seperti gugup.

Selang beberapa jam kemudian Yusak kembali dihubungi oleh Surabaya Pagi by Whatsapp, namun chat tersebut diabaikan dan hanya dibaca oleh Yusak.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan,  Bambang Budi Mustika, terkesan menghindar saat akan dikonfirmasi terkait hal ini. Surabaya Pagi hanya ditemui oleh Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan Risman Iriyanto. Ia  mengatakan, e-katalog pengadakan buku diaktifkan jika sekolah menghendaki. "Dinas hanya mengarahkan dan memberi informasi jika ada surat kementrian yang dinyatakan layak, nanti sekolah yang memilih judul buku itu," ujar Risman. tim

 

Berita Terbaru

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan cagar budaya Jembatan…

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto resmi memangkas jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama bulan suci Ramadhan tahun…

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia…

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan koper berisi uang Rp5 miliar terkait kasus dugaan korupsi importasi yang menjerat…

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyanyi Nia Daniaty yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-61, berurusan dengan Pengadilan. Saat itu ia rayakan secara…