Berbahan Koran Bekas, Pria di Jombang Hasilkan Jutaan Rupiah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembuatan kapal karam berbahan koran bekas di Kabupaten Jombang. SP/M. Yusuf
Pembuatan kapal karam berbahan koran bekas di Kabupaten Jombang. SP/M. Yusuf

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Siapa sangka, dengan berbekal koran bekas, seorang pria di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dapat menghasilkan uang hingga jutaan rupiah, Minggu (02/8/2020).

Pria itu adalah Edi Santoso (39), warga Dusun Babatan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan. Dengan keahlian dan kreativitas seni yang dimilikinya, Edi menyulap koran bekas menjadi kerajinan kapal yang unik.

Dikatakan unik, karena kerajinan kapal itu berbeda dengan yang ada pada umumnya. Ya, Edi memilih membuat kapal karam dengan pernak-perniknya sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Dari pantauan Surabayapagi.com di rumahnya yang sederhana, Edi bersama temannya, nampak sedang fokus membuat lintingan koran bekas yang nantinya dibentuk menjadi sebuah kapal karam.

Dalam melinting koran, Edi menggunakan alat pertukangan, roskam kayu yang merupakan alat aplikasi acian untuk menghaluskan semen di dinding atau lantai. Koran bekas itu dilinting sesuai yang diinginkannya.

Selain roskam kayu, alat yang digunakan untuk membuat kapal karam yaitu gunting, lem, cat dan kuas. Lintingan koran itu kemudian diukur untuk panjang pendeknya sesuai bagian-bagian yang akan dibentuk.

Edi Santoso mengatakan, bahwa dirinya membuat kapal karam tersebut terinspirasi dari film. Kemudian, ia melihat koran bekas di rumahnya yang menumpuk tak terpakai. Dari situlah ia muncul ide membuat kapal.

"Akhirnya saya kumpulkan kertas koran bekas itu. Lalu kertas kotan itu saya linting sedemikian rupa. Setelah beberapa lintingan kertas koran selesai, kemudian saya bentuk menjadi kapal," katanya, kepada jurnalis dirumahnya.

Edi menjelaskan, saat membuat sebuah kapal, lintingan kertas koran itu ditempel satu sama lain dengan menggunakan lem kayu dan lem G, hingga membentuk pola kapal.

"Setelah pola kapal terbentuk, lalu saya tambahi dengan pernak-pernik seperti naga yang melilit badan kapal dan lainnya," jelasnya.

Pria yang sehari-hari menjadi tukang ojek ini mengaku, bahwa dirinya membuat kapal karam ini karena unik. Karena belum ada yang membuat.

"Hanya karena unik dan menarik saja. Kayaknya juga belum ada (yang bikin). Seperti film bajak laut, kartun One Piece gitu," akunya.

Waktu dalam pembuatan kapal karam itu, Edi membutuhkan waktu paling cepat selama dua hari, dan paling lama selama satu minggu. Hal itu tergantung dari tingkat kesulitannya.

"Untuk harga, paling murah saya bandrol Rp 200 ribu, dan paling mahal sekitar Rp 400 ribu. Pemasaran saya menggunakan media sosial. Pembeli dari Jombang, Bali dan Jakarta," pungkasnya.Suf

Berita Terbaru

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyalahgunaan identitas untuk pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur. Pemprov…

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…