Trump Sebut Ledakan di Lebanon Mungkin Serangan Disengaja

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Donald Trump. SP/ AP Photo
Donald Trump. SP/ AP Photo

i

SURABAYAPAGI.com, Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyebut ledakan di Lebanon yang menewaskan sedikitnya 135 orang, mungkin serangan yang disengaja. Hal ini dilontarkan Trump meskipun otoritas Lebanon dan Menteri Pertahanan AS sendiri meyakininya sebagai sebuah insiden.

"Apapun yang terjadi, itu mengerikan, tapi mereka tidak benar-benar tahu apa itu sebenarnya," ucap Trump bersikeras, seperti dilansir Associated Press, Kamis (6/8/2020). "Belum ada yang tahu," imbuhnya.

Para penyidik di Lebanon saat ini tengah fokus pada dugaan kelalaian dalam penyimpangan ribuan ton amonium nitrat, pupuk berdaya ledak tinggi, di sebuah gudang pelabuhan. Pemerintah Lebanon telah memerintahkan penahanan rumah untuk sejumlah pejabat pelabuhan Beirut terkait ledakan dahsyat tersebut.

Pada Selasa (4/8) waktu setempat, Trump menyebut ledakan di Lebanon terindikasi sebagai 'serangan mengerikan' dan mengklaim para jenderal militer AS memberitahu dirinya bahwa ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh sebuah bom.

"Mereka sepertinya berpikir itu sebuah serangan," sebut Trump pada Selasa (4/8) waktu setempat. "Itu semacam bom, iya," imbuhnya.

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, memberikan pernyataan yang bertentangan dengan Trump pada Rabu (5/8) waktu setempat. Esper menyebut bahwa kebanyakan orang meyakini ledakan di Lebanon sebagai 'sebuah insiden, seperti yang dilaporkan'.

Namun pada hari yang sama, Trump bersikeras menyatakan bahwa tidak ada yang tahu pasti soal itu. "Bagaimana Anda bisa mengatakan itu insiden jika seseorang meninggalkan sejumlah alat dan barang jenis peledak mengerikan di sekitarnya, mungkin memang begitu. Mungkin itu sebuah serangan," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

"Saya rasa tidak ada yang bisa mengatakannya sekarang. Kami sedang mengamatinya dengan sangat cermat sekarang," ucapnya.

 "Sejumlah orang berpikir itu sebuah serangan dan sejumlah orang berpikir itu bukan (serangan). Bagaimanapun, itu adalah peristiwa mengerikan dan banyak orang tewas dan sejumlah besar orang mengalami luka parah. Dan kita mendukung negara itu," tambah Trump.
 

"Tapi apakah itu bom yang sengaja diledakkan -- itu akhirnya menjadi sebuah bom," ucapnya lagi. "Tapi tidak, saya mendengarnya dari kedua arah. Bisa jadi itu sebuah insiden dan bisa jadi juga sesuatu yang sangat ofensif," tandas Trump.

Dalam pernyataan membela Trump, Kepala Staf Gedung Putih, Mark Meadows, menyebut Presiden AS itu hanya menyampaikan apa yang diberitahukan pejabat-pejabat militer kepadanya. "Presiden membagikan kepada rakyat Amerika soal apa yang dijelaskan kepadanya, dengan 100 persen kepastian saya dapat memberitahu Anda demikian," ucapnya.

Namun, sejumlah pejabat AS menyatakan tidak bisa mengidentifikasikan 'jenderal-jenderal' yang memberikan informasi semacam itu soal Lebanon kepada Trump. Dan meskipun belum ada yang berkomentar ke publik, beberapa menekankan bahwa para pejabat pertahanan dan intelijen AS tidak memiliki cukup informasi soal ledakan di Lebanon untuk bisa memberikan pernyataan soal penyebabnya.   dsy10

Berita Terbaru

Mazhab Berkawanisme Prabowo

Mazhab Berkawanisme Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 05:25 WIB

Jumat, 22 Mei 2026 05:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pujian Presiden Prabowo Subianto, kepada Ketum PDIP Megawati ketika berpidato di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, saya pandang ada makna di…

Dilema Menkeu Copot Dirjen Bea dan Cukai

Dilema Menkeu Copot Dirjen Bea dan Cukai

Jumat, 22 Mei 2026 05:25 WIB

Jumat, 22 Mei 2026 05:25 WIB

SURABAYAPAGI..com : Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, kini seperti hadapi dilema tangani kasus Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Djaka…

Gandeng Dongseo University, Pemprov Jatim Buka Peluang Beasiswa dan Kolaborasi Digital

Gandeng Dongseo University, Pemprov Jatim Buka Peluang Beasiswa dan Kolaborasi Digital

Kamis, 21 Mei 2026 22:09 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 22:09 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai membuka peluang kerja sama pendidikan internasional dengan Dongseo University, Korea Selatan, g…

‎Nu’man Iskandar: Kasus PT JPC Cerminan Lemahnya Pengawasan Pemkot Madiun

‎Nu’man Iskandar: Kasus PT JPC Cerminan Lemahnya Pengawasan Pemkot Madiun

Kamis, 21 Mei 2026 21:14 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 21:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Munculnya dugaan PT Jatim Parkir Center (JPC) selaku pengelola lahan parkir di Jl. dr.Soetomo Kota Madiun, yang diduga belum m…

AJI dan PFI Surabaya Desak Pembebasan Jurnalis yang Ditahan Israel

AJI dan PFI Surabaya Desak Pembebasan Jurnalis yang Ditahan Israel

Kamis, 21 Mei 2026 20:08 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 20:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Penahanan sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk empat jurnalis, oleh militer Israel memicu perhatian luas. Mereka merupakan b…

Perkuat Mobilitas, Bluebird Kembangkan Layanan Multimoda dan Tambah Armada Listrik

Perkuat Mobilitas, Bluebird Kembangkan Layanan Multimoda dan Tambah Armada Listrik

Kamis, 21 Mei 2026 20:04 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 20:04 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Perusahaan transportasi Bluebird Group terus mengembangkan layanan mobilitas di Surabaya seiring tingginya aktivitas masyarakat di k…