Temuan Kombinasi Obat Covid-19 UNAIR dalam Tahap Izin BPOM

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rektor Universitas Airlangga, Prof. Nasih.SP/BYTA
Rektor Universitas Airlangga, Prof. Nasih.SP/BYTA

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Sejak dilakukan konferensi pers terkait temuan kombinasi obat Covid-19 di Mabes TNI AD Jakarta, Universitas Airlangga kembali menjadi sorotan. Pasalnya, temuan kombinasi obat yang mampu menyembuhkan pasien positif Covid-19 itu, sudah masuk tahap izin produksi dan izin edar.

Kombinasi obat temuan tim gabungan antara UNAIR, Badan Intelijen Negara, TNI AD, dan BPOM tersebut merupakan sebagai obat Covid-19 pertama di dunia.

Prof. Nasih menjelaskan, bahwa obat tersebut merupakan kombinasi dari berbagai macam obat, namun oleh BPOM dianggap sebagai sesuatu yang baru.

“Tentu karena ini akan menjadi obat baru, maka diharapkan ini akan menjadi obar Covid-19 pertama di dunia,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses rilis kombinasi obat tersebut, Prof. Nasih meminta kepada pihak TNI, Polri, BIN, IDI, Ikatan Apoteker Indonesia, Kimia Farma, serta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, mau bahu membahu dan membuang ego sektoral masing-masing.

“Menurut hemat kami, yang selama ini menghambat proses pengadaan obat asli Indonesia itu adalah adanya ego sektoral. Hal itu yang selama ini menyebabkan prosesnya panjang,” imbuhnya.

Prof. Nasih kembali menjelaskan, bahwa rujukan dari obat kombinasi yang ditemukan oleh tim gabungan menjadi obat Covid-19 tersebut merupakan berbagai macam obat tunggal yang telah diberikan kepada pasien Covid-19 di berbagai belahan dunia.

Kesimpulannya, terdapat tiga kombinasi obat yang ditemukan oleh UNAIR dan telah melaksanakan uji klinis. Pertama yaitu Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin. Kedua, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline. Ketiga, Hydrochloroquine dan Azithromyci.

“Awalnya lima kombinasi, kemudian ada saran untuk mengambil tiga kombinasi terbaik saja, yang dampaknya paling besar. Akhirnya kami ambil tiga tersebut karena efektivitasnya mencapai 98%, dan kami lakukan uji klinis dengan mengujinya secara acak di lapangan,” jelas Prof. Nasih.

Dalam melaksanakan uji klinis obat kombinasi tersebut, tim UNAIR tidak hanya melakukan pada satu pihak dan satu tempat saja. Kembali dijelaskan oleh Prof. Nasih, tim UNAIR mekakukan uji klinis pada 13 center di Indonesia, dan masing-masing center di koorndinasi oleh salah seorang dokter profesional.

“Secara keseluruhan kami hanya ada satu tim, namun di beberapa daerah kami ada beberapa kelompok yang kami sebar menjadi 13 center, karena kami melakukan uji klinis untuk obar itu,” imbuhnya.

Selaku Rektor Universitas Airlangga, Prof. Nasih berharap kepada pihak BPOM untuk memperlancar izin produksinya. Sehingga obat tersebut dapat diproduksi secara massal untuk kepentingan masyarakat Indonesia.

“Kami sudah diminta oleh Kimia Farma dan Lembaga Biologi TNI AD untuk menjelaskan petunjuk teknis dalam memproduksi obat kombinasi tersebut. Sehingga kami berharap kepada BPOM untuk dapat memperlancar izin produksi obat tersebut,” pungkasnya. Byt

Berita Terbaru

LPDP Minta Orang Kaya, Jangan Ambil Beasiswa Penuh

LPDP Minta Orang Kaya, Jangan Ambil Beasiswa Penuh

Kamis, 26 Feb 2026 20:41 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini keluarga mampu alias keluarga kaya diminta tak mengambil beasiswa penuh. Hal ini dimaksudkan agar anggaran beasiswa bisa…

Pesantren Ramadhan

Pesantren Ramadhan

Kamis, 26 Feb 2026 20:40 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Masjid Istiqlal Jakarta melalui Madrasah Istiqlal Jakarta akan menyelenggarakan agenda pesantren Ramadhan 2026. Tahun ini tema…

BUMN Impor Pickup, DPR Cawe-cawe

BUMN Impor Pickup, DPR Cawe-cawe

Kamis, 26 Feb 2026 20:38 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pekan ini, ribuan mobil pickap asal India resmi mendarat di Indonesia. Hingga Rabu (25/2) masih dibongkar di Pelabuhan Tanjung…

Ketua Komisi A Minta Evaluasi dan Imbau Seluruh LPMK Surabaya Jaga Etika

Ketua Komisi A Minta Evaluasi dan Imbau Seluruh LPMK Surabaya Jaga Etika

Kamis, 26 Feb 2026 20:32 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Viralnya dugaan permintaan THR oleh Ketua LPMK Manukan Wetan di media sosial. Menganggapi pristiwa tersebut Ketua Komisi A DPRD…

Festival Semarak Ramadhan Al-Banjari 2026 Rebutkan Piala Ketua DPRD Gresik, Ajang Syiar dan Penguatan UMKM

Festival Semarak Ramadhan Al-Banjari 2026 Rebutkan Piala Ketua DPRD Gresik, Ajang Syiar dan Penguatan UMKM

Kamis, 26 Feb 2026 18:16 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 18:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Semarak bulan suci Ramadhan 1447 H di Kabupaten Gresik tahun ini kembali terasa istimewa. DPRD Gresik menghadirkan Festival Semarak R…

Timer Traffic Light Hanya 10 Detik, Picu Kemacetan Parah di Perempatan Pasar Sidoharjo

Timer Traffic Light Hanya 10 Detik, Picu Kemacetan Parah di Perempatan Pasar Sidoharjo

Kamis, 26 Feb 2026 17:52 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 17:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Waktu hitung mundur (timer) lampu lalu lintas yang hanya 10 detik diduga menjadi pemicu kemacetan parah di perempatan Pasar S…