Bosan Belajar Daring, Emak-Emak Sidoarjo Minta Sekolah Dibuka

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembelajaran daring seperti ini, membuat emak-emak kuwalahan. Mereka meminta sekolah segera dioperasikan.

Foto : SP/sg
Pembelajaran daring seperti ini, membuat emak-emak kuwalahan. Mereka meminta sekolah segera dioperasikan. Foto : SP/sg

i

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Merebaknya virus corona Covid-19 membuat metode belajar-mengajar berubah. Sekarang semua sekolah menerapkan belajar online atau belajar jarak jauh. Namun metode ini dikeluhkan banyak orang emak-emak, tak terkecuali di Sidoarjo. Apalagi,  Sidoarjo hingga sekarang masih berstatus zona merah. Sehingga proses belajar daring masih diperlukan.

Orang tua mengeluh belajar online di rumah ribet dan merepotkan. Selain itu, beberapa emak-emak merasa beban tugas kepada siswa tanpa memberikan bimbingan. Sehingga orang tua merasa kewalahan dan dinilai kurang efektif karena tidak adanya pemahaman mendalam.

Seorang ibu meminta untuk menghentikan pembelajaran jarak jauh/ online. "Stop pembelajaran jarak jauh/ online untuk Pendidikan Dasar, khususnya di Sekolah Dasar !!! Secara psikologi, anak-anak seusia tersebut masih memerlukan pendidikan langsung dari gurunya. Kami selaku ortu murid keberatan dengan sistem pembelajaran online! Cabut segera!," ujar Ami, seorang ibu di wilayah Candi Sidoarjo, kemarin.

Ia yang punya anak sekolah kelas 2 SD merasa kewalahan mendampingi belajar secara daring.  "Saya mewakili wali murid dari sekolah anak saya, Insyaa Allah satu suara, tolong dengan sangat, buka kembali sekolah untuk anak-anak kami.  Kami tidak semuanya paham dan mengerti cara belajar online, kami tidak selalu memiliki uang utk membeli paket data,””tambahnya.

Hal sama juga dikeluhkan seorang ibu bernama Rina yang tinggal di Waru yang mengatakan bahwa dengan adanya belajar online, tidak membuat anak-anaknya paha.  “Kami mengerti dengan materi pelajaran, malah menambah bodoh, malas, tidak disiplin, bahkan yang lebih parah Iagi,  akan mempercepat anak-anak kita mengalami kebutaan dini karena mentengi ponsel yang seharunya tidak boleh dilakukan anak-anak,” tegas Rina.

"Jika sekolah masih terus ditutup, apa jadinya dengan anak kami.  Pasar bebas ramai berkerumun bebas khawatir terpapar covid, pantai dan tmpat wisata dibuka sarana ibadah sudah dibuka, tempat hiburan dibuka, sarana transportasi penuh dengan sesak penumpang, mal juga dibuka," cetusnya.

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Hj Mimik Idayana mengatakan sistem belajar mengajar daring yang diperpanjang semakin menambah beban orang tua. Bahkan, belajar seacara daring itu dinilai tidak efektif. "Belajar daring ini bukan membuat anak tambah pintar. Tapi, belajar daring ini kurang efesien," kata Hj Mimik Idayana dari Fraksi Gerindra.

Hj Mimik mengatakan selama ini masyarakat banyak yang berdatangan mengeluhkan dengan sistem daring tersebut. Sebab, dalam belajar daring ini dinilai kurang efisien, belum lagi beban orang tua bertambah lantaran harus memberikan pendampingan kepada anak.

"Warga sudah banyak yang ngeluh dengan kami. Selain, beban bertambah untuk pendampingan, ada juga orang tua yang tidak mampu harus membeli telepon seluler (ponsel) pintar agar anaknya bisa ikut belajar daring," ujarnya.

Dia berharap, Pemkab bisa mencarikan solusi terbaik dan kembali menerapkan sekolah secara bergantian. Sebab, sektor pasar dan lokasi wisata saat ini telah dibuka, namun belajar mengajar belum diizinkan.

"Harapan kami, sebagai orang tua pemerintah bisa kembali menerapkan belajar di sekolah. Sebab, saat ini pasar, mall dan tempat wisata pun sudah dibuka. Sementara untuk belajar mengajar di sekolah belum di izinkan," katanya. sg

Berita Terbaru

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…