Pilkada 2020, Opsi Peserta Kampanye Terbuka Hanya 100 Orang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman.SP/SP
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman.SP/SP

i

 SURABAYAPAGI, Jakarta - Dalam rapat Konsultasi dengan Komisi II DPR di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, beberapa hari lalu terdapat usulan menyatakan adanya pembukaan opsi pembatasan jumlah peserta kampanye terbuka pada Pilkada 2020, yakni hanya100 orang pendukung.

"Kemungkinan kita akan lakukan penyesuaian lah. Enggak mungkin banyak, tapi kalau 50 [peserta], beberapa anggota komisi kemarin minta ditambah. Saya sudah diskusikan, kemungkinan kita akan tambah sampai 100 orang," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dalam konferensi pers di Kantor BNPB yang ditayangkan pada kanal Youtube BNPB, Rabu (26/8).

Selain itu, Arief juga menyatakan pihaknya akan memasukkan alat pelindung diri seperti masker, hand sanitizer, dan face shield dapat dijadikan alat peraga kampanye bagi para kandidat di Pilkada 2020.

Alat peraga tersebut nantinya bisa dibagikan kepada masyarakat sekaligus sebagai upaya menekan angka penularan virus corona di 270 daerah yang menggelar Pilkada serentak 2020.

"Jadi untuk item ini sudah disetujui," kata Arief.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan agar peserta kampanye hanya 50 orang. "Biasanya kan massa kampanye ribuan, nah itu juga nanti bisa dilakukan Zoom meeting," kata Arief.

Diketahui, Peraturan KPU nomor 6 Tahun 2020 menyatakan bahwa kampanye yang bersifat rapat umum bisa dilakukan wilayah yang telah dinyatakan bebas corona oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Selain itu, kampanye rapat umum wajib membatasi jumlah peserta yang hadir paling banyak 50 persen dari kapasitas ruang terbuka dengan memperhitungkan jaga jarak paling kurang satu meter antarpeserta rapat umum.

Tahapan kampanye pada Pilkada serentak 2020 akan dimulai pada 26 September hingga 5 Desember atau sebanyak 71 hari.

Pilkada Serentak 2020 akan digelar di 270 daerah. Kemendagri mencatat ada 105.852.716 orang yang berpotensi menjadi pemilih pada gelaran yang jatuh 9 Desember 2020 mendatang.An

 

Berita Terbaru

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Jasa Raharja mencatat tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, baru mencapai 49,25 persen hingga September 2026, dari total 116…

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Tekanan tersebut antara…

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG…

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)…

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Prarekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, diwarnai momen emosional saat…

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dipastikan bakal hadir di sidang perkara fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah…