Ternak Tikus, Pasutri di Jombang Hasilkan Jutaan Rupiah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ternak Tikus Mencit milik Wahyuni. (SP/M. Yusuf)
Ternak Tikus Mencit milik Wahyuni. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Banyak usaha ternak kecil yang hasilnya menjanjikan. Salah satunya yaitu ternak tikus putih. Disamping mudah, di masa pandemi Covid-19 saat ini, usaha ternak tikus masih bertahan.

Seperti halnya pasangan suami istri Joko Suwanto (30), dan Wahyuni Widarti (28), warga Dusun/Desa Sukoiber, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pasutri ini beternak Tikus Mencit (Mus Musculus) dan Tikus Jepang di rumahnya.

Wahyuni Widarti mengatakan, bahwa dia bersama suaminya mulai beternak Tikus Mencit dan Tikus Jepang sejak 5 tahun silam, tepatnya pada tahun 2015. Berawal memelihara sedikit, karena sedikit yang beternak akhirnya dijadikan induk.

"Saya inisiatif untuk beternak. Setelah di indukkan akhirnya semakin banyak. Sekarang sampai kewalahan menerima permintaan dari customer," katanya, kepada jurnalis, Rabu (09/9/2020).

Wahyuni menjelaskan, tikus yang diternak oleh dirinya jenis Tikus Mencit, tikusnya itu kecil berwarna putih. Sedangkan Tikus Jepang, berwarna tapi tidak putih, belang seperti sapi.

"Tikus ini buat praktikum, makan ular, makan biawak, burung elang, burung hantu. Dan kadangkala juga bisa dibuat untuk hiasan," jelasnya.

Menurut pengakuan Wahyuni, dirinya beternak tikus ini tidak merasa jijik atau risih. Karena beternak Tikus Mencit dan Tikus Jepang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah sampai jutaan.

"Saya kirim ke Jakarta, Yogyakarta, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Gresik, Malang. Dan banyak juga pembeli yang datang langsung ke rumah," akunya.

Wahyuni memaparkan, sekali kiriim ada yang minta 500 ekor, 200 ekor, atau indukan. Untuk harga tergantung dari ukuran, mulai dari Rp 1000 - Rp 4000. Kalau paket induk harga beda.

"Paket induk yakni satu jantan dan empat betina, harga dipatok Rp 60 ribu - Rp 70 ribu. Karena kan saya tidak bikin sendiri, jadi harga dibawah standar. Kalau standarnya sekitar Rp 100 ribuan," paparnya.

Untuk saat ini, lanjut Wahyuni, pengiriman agak kendor. Hal itu karena dampak dari pandemi Covid-19. Selain itu, ular saat ini mengalami musim kawin. Jadi kiriman agak telat.

"Dalam sehari, saya bisa kirim tikus sebanyak 200 hingga 500 ekor. Kalau misah dari anak, dalam satu hari bisa mencapai 300 ekor," ujarnya.

Untuk omset Wahyuni, rata-rata tiap bulan bersih bisa mencapai Rp 7 juta. Saat ini, ternak tikus miliknya berjumlah sekitar 2000 lebih indukan. "Beda dengan yang masih kecil-kecil," cetusnya.

Dengan suasana sepi seperti saat ini, Wahyuni malah bisa santai. Pasalnya, dirinya bisa menyisihkan antara yang jantan dan yang betina.

"Jadi disendirikan antara yang jantan dan betina. Nanti kalau saat ramai, kan bisa buat induk. Buat saya, sepi atau ramai nggak ada masalah," tandasnya.

Sedangkan untuk kotoran tikus-tikus ternaknya, Wahyuni memanfaatkan digunakan sebagai pupuk kompos. "Karena kan saya juga jual bunga hias. Jadi kotoran tikus nggak ada yang tersisa," pungkasnya.Suf

Berita Terbaru

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan, Puskesmas Sidoarjo gencar menyelenggarakan kegiatan Cek…

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dari 18 kecamatan dengan angka kasus penderita HIV/AIDS tertinggi…

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga komoditas gula pasir di wilayah Lamongan mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir hingga dikeluhkan para…

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Para peternak sapi perah di Kota Batu, Jawa Timur kini sumringah melihat harga susu sapi segar di tingkat peternak lokal wilayah Kota…

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepungan sampah plastik, kaleng, sampai rumah tangga terperangkap di trash boom Sungai Kali Tebu yang saat ini…

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Memasuki musim kemarau 2026 dengan cuaca panas dan minimnya curah hujan justru berdampak positif terhadap dan membawa berkah…