28,8 Kg Sabu dan 14,7 Ribu Ekstasi Diamankan dari Jaringan China

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Isir menunjukkan foto bandar sekaligus pemasok yang ditembak mati Polrestabes Surabaya. SP/Jemmi
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Isir menunjukkan foto bandar sekaligus pemasok yang ditembak mati Polrestabes Surabaya. SP/Jemmi

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang bandar narkoba yang ditembak mati oleh Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Surabaya sebelumnya ternyata jaringan China. Bandar tersebut bernama Fajar Rizky (28), tinggal di Apartemen Gunawangsa Tower A, Manyar, Surabaya. Ia merupakan pemasok sabu di beberapa kota, wilayah Jawa Timur. 

Selain Fajar, polisi juga menembak kaki tiga pengedae narkoba lainnya yang  yaitu Dodi Sanjaya (32) warga Sulawesi Tenggara, Andi Sumarlan (34) warga Kalimantan Selatan, dan satu lagi Budianto (37) tinggal di apartemen yang sama dengan Fajar Rizky.

Dari komplotan ini, polisi mengamankan 28,8 kilogram sabu serta 14.700 butir pil ekstasi. Ketiga tersangka narkoba yang diamankan ditembak di kakinya karena sempat mencoba melarikan diri ketika disergap. Polisi masih menyelidiki jaringan atasnya. "Kami masih kejar lagi untuk bandar level II dan level I, " ungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Isir, Senin (14/9). 

Penangkapan ini, lanjut Isir, berawal dari penyergapan dua tersangka yaitu Dodi dan Andi. Mereka ditangkap saat perjalanan menggunakan bus menuju ke Jawa Tengah. Keduanya sudah diikuti oleh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang dipimpin langsung AKP Kennardi saat berada di bus. Hingga akhirnya disergap ketika turun dari bus. "Kami amankan lima kilogram sabu dari tersangka ini. Mereka mengaku mendapat sabu dari napi di lapas di Jatim. Mereka sempat mencoba kabur sehingga terpaksa kami lumpuhkan, " jelasnya. 

Setelah mengamankan kurir dan pengedar sabu ini, Isir menambahkan polisi mendapat informasi keberadaan bandar besar di salah satu apartemen. 

Penggerebekan dilakukan di salah satu kamar apartemen. Benar saja, ada tiga orang di dalamnya. Ada tersangka Fajar dan Budianto, serta satu wanita yang diketahui sebagai kekasih Fajar. "Saat itu kami amankan 23 kilogram sabu dan 14.700 butir pil ekstasi, " terangnya. 

Dari sana, polisi mengebor tersangka Fajar ke rumah yang dikatakan masih ada sabu-sabu di dalamnya. Tersangka mengaku sabu disimpan di sebuah rumah di Jalan Wonorejo Timur.

 Tersangka mengambil tas di dalam rumah tersebut ternyata ada senjata tajam di dalamnya dan diarahkan ke anggota. "Kami terpaksa memberi tembakan tegas terukur dan keras pada tersangka Fajar, " ujarnya. 

Pihaknya masih mencoba mengungkap jaringan atasnya. Salah satunya berkoordinasi dengan Drug Enforcement Administration (DEA) organisasi yang memerangi penyelundupan narkoba di Amerika untuk bekerja sama untuk mengungkap jaringan level I dan II. "Karena ini menyangkut jaringan luar negeri kami akhirnya berkoordinasi dengan DEA dan Mabes Polri, serta BNN untuk mengungkap. Sudah ada pertemuan dan membicarakan tentang modus serta hal lainnya, " ungkapnya. 

Sementara tersangka Dodi yang berada di kursi roda mengaku baru setahun melakukan aksinya ini. Ia mengedarkan sabu yang didapat dari Fajar. Dulu ia sempat mengedarkan di Surabaya dan Jawa Timur. Ia sempat ditangkap dan baru bebas. Kemudian ia mulai masuk ke bisnis ini lagi. Kemudian memilih untuk meneruskan bisnis mengedarkan sabu di Jawa Tengah. 

"Saya dijanjikan dapat upah Rp 10 juta per kilogram. Namun, harus habis dulu baru dapat upahnya, " ujar tersangka yang ditangkap membawa lima kilogram sabu ini. Jem

 

Berita Terbaru

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Siswa Siswi SMPN 1 Jabon Kabupaten Sidoarjo kelas 9 berangkat ke Yogjakarta untuk mengikuti kegiatan ODL (Outdoor Learning) pada…

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…