Gubernur Anies, Gagal Tangani Covid -19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta

i

Penilaian Komunitas Warga Kota Jakarta Atas Kepemimpinan Anies Selama 7 Bulan Terjadinya Pandemi

 

SURABAYA PAGI, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai gagal menangani wabah virus corona (Covid-19) di ibu kota. Penilaian ini terindikasi setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total Senin (14/9/2020).

 

“Dalam pengamatan kami selama 7 bulan pandemi, Jakarta seperti tidak memiliki kepemimpinan dari seorang gubernur,” kata Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Surabaya Pagi, Senin (14/9).

 

Langkah Mundur

Menurut Tigor, pelaksanaan PSBB secara total di Jakarta sama dengan langkah mundur Pemprov DKI dalam menangani pandemi. Seharusnya, pada masa PSBB transisi, Anies dapat mengendalikan penyebaran virus dengan lebih tegas. Terutama dalam hal pengawasan dan penindakan.

"Anies membuat Jakarta mundur dan gagal total dalam menangani pandemi Covid-19 di Jakarta," tambah Tigor.


 

Seolah Anies Paling Benar

Hingga Minggu (13/9), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 54.864 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41.014 dinyatakan sembuh, dan 1.410 meninggal dunia.

 

Tigor,juga menyoroti ucapan Anies bahwa ekonomi tidak bisa berkembang jika kesehatan tidak terbangun. Sementara, kata dia, Anies mengajak warga Jakarta bekerja sama dengan Pemprov untuk menghadapi pandemi ini.

 

Menurut Tigor dua pernyataan itu menunjukkan seolah Anies paling benar dan tidak bersalah dalam situasi Jakarta yang semakin parah akibat pandemi. Ia juga menilai pernyataan Anies tersebut seakan ingin menunjukkan sikap pemerintah pusat yang mau mengedepankan soal ekonomi itu salah.

"Anies mau mengatakan dan membius publik bahwa dia orang baik yang mendahulukan kesehatan publik, bukan semata ekonomi," kata Tigor.

 

"Untuk itu juga Anies menunjukkan bahwa Jakarta tambah parah sekarang ini karena masyarakatnya tidak kompak dengan pemprov, tidak pakai masker dan tidak sering cuci tangan," imbuhnya melanjutkan.

 

Tigor juga mengkritik sikap Anies pada pelaksanaan PSBB pertama kali periode pertengahan Maret hingga awal Juni. Menurut dia, selama itu, Anies kerap membuat kebijakan yang bertentangan dengan pemerintah pusat dalam hal mengatasi pandemi Covid-19.

 

Sementara, kondisi di lapangan, aparat Pemprov DKI tidak bekerja maksimal dalam upaya penindakan dan pengawasan. Kemudian, pada periode PSBB transisi sejak awal Juni hingga September, Tigor melihat tidak ada perbaikan dari penanganan pandemi Covid-19 di Ibu Kota.

 

"Begitu Jakarta masuk ke PSBB transisi ternyata terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 melebihi 1.000 kasus per hari di Jakarta. Tingginya angka lonjakan Covid-19 di Jakarta saat PSBB transisi itu membuktikan bahwa proses PSBB awal tidak kuat dan asal jalan tanpa pengawasan serta tanpa penegakan," ujarnya.

 

Menurut Tigor, penerapan PSBB secara total per Senin (14/9) mulai kemarin, belum tentu akan berjalan efektif. Sebab, fondasi dari kebijakan ini masih sama seperti pelaksanaan PSBB sebelumnya.

 

Ia pun mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi kinerja Anies dalam penanganan pandemi Covid-19. Dalam pengamatannya selama 7 bulan pandemi, Jakarta seperti tidak memiliki kepemimpinan dari seorang gubernur.

 

"Sebaiknya pihak pemerintah pusat lakukan dulu evaluasi terhadap pelaksanaan PSBB awal dan PSBB transisi yang enam bulan ini katanya Anies dijalankan di Jakarta," katanya.

Anies resmi menetapkan kembali PSBB secara total di Jakarta mulai Senin (14/9). PSBB total akan dilangsungkan 14 hari ke depan atau sampai 27 September 2020.

 

Penerapan PSBB total merupakan salah satu upaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Ibu Kota yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. n erc/sr/cr3/jk

Berita Terbaru

Tingkatkan Kemandirian Fiskal, Mas Dhito Dorong Inovasi Genjot PAD

Tingkatkan Kemandirian Fiskal, Mas Dhito Dorong Inovasi Genjot PAD

Rabu, 24 Jun 2026 20:22 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendorong inovasi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah…

Anak Ketua PCNU Pontianak Dilaporkan ke Polda Jatim, Diduga Rampas Barang  dengan Sajam

Anak Ketua PCNU Pontianak Dilaporkan ke Polda Jatim, Diduga Rampas Barang dengan Sajam

Rabu, 24 Jun 2026 20:20 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 20:20 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya – Dugaan aksi main hakim sendiri yang menyeret nama AF, putra seorang Ketua PCNU di Pontianak, kini menjadi perhatian publik. AF d…

Pemkab Sidoarjo Dukung HIPMI Perkuat Iklim Usaha dan Dorong UMKM Naik Kelas

Pemkab Sidoarjo Dukung HIPMI Perkuat Iklim Usaha dan Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 24 Jun 2026 20:09 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendukung upaya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sidoarjo dalam memperkuat iklim usaha dan i…

Ekspos Manajemen Talenta di BKN, Bupati Gus Barra Paparkan Progres Implememtasi Sistem Meritokrasi

Ekspos Manajemen Talenta di BKN, Bupati Gus Barra Paparkan Progres Implememtasi Sistem Meritokrasi

Rabu, 24 Jun 2026 17:14 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 17:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sukses melaksanakan kegiatan Ekspos Manajemen Talenta di kantor Badan Kepegawaian Negara (…

Sidoarjo Sikat Habis Rokok Ilegal! Wabup Mimik Idayana Pimpin Pemusnahan 9 Juta Batang Rokok Senilai Rp13,5 Miliar

Sidoarjo Sikat Habis Rokok Ilegal! Wabup Mimik Idayana Pimpin Pemusnahan 9 Juta Batang Rokok Senilai Rp13,5 Miliar

Rabu, 24 Jun 2026 17:12 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 17:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Sidoarjo terus m…

Maidi Disebut Langgar Aturan Mekanisme Tanggung Jawab Sosial  ‎

Maidi Disebut Langgar Aturan Mekanisme Tanggung Jawab Sosial ‎

Rabu, 24 Jun 2026 15:47 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 15:47 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta sidang dugaan korupsi berkedok corporate social responsibility (CSR) yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif Maidi kembali men…