Salut, Suami Rawat Istri dan Anak Lumpuh Total

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kustomo saat menyuapi anaknya yang mengalami kelumpuhan total. (SP/M. Yusuf) 
Kustomo saat menyuapi anaknya yang mengalami kelumpuhan total. (SP/M. Yusuf) 

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Seorang ibu dan putri pertamanya di Jombang, Jawa Timur, mengalami lumpuh total. Mereka berdua tak dapat menjalani aktivitas apapun, dan hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur di rumahnya. 

Ibu tersebut yaitu Siti Rodiah (52), yang merupakan istri dari Kustomo (59), dan anak pertamanya Dwi Ayu Prasetya (28), warga Dusun Bandung Krajan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. 

Siti Rodiah dan Ayu menderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), yaitu gangguan pada sarafnya yang menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini bisa disebut juga penyakit saraf motorik. 

Kustomo mengatakan, bahwa istrinya mengalami kelumpuhan sudah 19 tahun, sedangkan anaknya sudah 8 tahun lamanya. Gejalanya itu lambat-lambat tenaganya tidak ada, lama-lama akhirnya tidak bisa apa-apa. 

"Termasuk anak saya juga seperti itu. Dinyatakan oleh RS dr Soetomo Surabaya itu penyakit ALS, yaitu motorik saraf. Jadi kena sarafnya itu gak bisa apa-apa," katanya, kepada jurnalis di rumahnya, Kamis (17/9/2020). 

Kustomo menjelaskan, dulu sebelumnya dirawat di RSUD Jombang selama 3 bulan. Setelah itu dirujuk ke RS dr Soetomo Surabaya, dan menjalani perawatan selama hampir satu tahun dengan menggunakan Jamkesmas. 

"Satu tahun tambah parah akhirnya kembali terapi di RSUD Jombang selama 3 bulan. Akhirnya parah gak bisa, akhirnya dibawa pulang. Setelah itu melalui teman, mencoba terapi di Trowulan, Mojokerto selama 2,5 tahun. Tapi gak ada hasil sampai sekarang," jelasnya. 

Kustomo menerangkan, bahwa Ayu sebelumnya normal seperti biasanya. Lulus sekolah, Ayu sempat bekerja. Namun saat bekerja Ayu sering jatuh. Akhirnya berhenti bekerja, dan mengalami lumpuh seperti ibunya. 

Untuk biaya sehari-harinya Kustomo mengungkapkan, saat masih bekerja menjadi tukang sol sepatu di pasar, ia dapat sumbangan dari teman-temannya yang bekerja di pasar. 

"Sekarang saya serba kekurangan, karena saya sudah 7 bulan tidak bekerja karena harus merawat istri dan anak saya ini. Alhamdulillah, dua hari ini ada yang memberi rejeki," ungkapnya. 

Kustomo dalam menjalani kehidupan sehari-harinya saat ini hanya mengandalkan dari bantuan pemerintah berupa bansos PKH dan BPNT yang ia dapatkan. Karena Kustomo masih memiliki anak sekolah yang duduk di kelas 3 SMA. 

Kustomo dan Siti memiliki tiga anak, Ayu yang lumpuh adalah anak pertama, anak kedua bernama Rizky Subeki (24), dan anak ketiga Septi Cahyani (19), yang masih sekolah kelas XII.

Untuk makan dan ke kamar mandi, mereka dibantu oleh Kustomo dan dua anaknya yang normal. Di saat kedua anaknya tidak berada dirumah, Kustomo merawat keduanya seorang diri. 

Sementara itu, mengetahui kondisi keluarga tersebut, rombongan dari Gerakan Pemuda Ka’bah menyambangi ibu dan anak yang mengalami kelumpuhan bersama Ketua GPK Jombang. 

Ketua GPK Jombang, Mujtahidur Ridho setelah melihat langsung ibu dan anak yang terbaring lemah diatas tempat tidurnya, ia mengaku prihatin. Untuk itu pihaknya berupaya membantu meringankan keluarga ini. 

“Kami bertekad untuk sekuat tenaga membantu meringankan beban keluarga ini. Setidaknya kami sebagai salah satu elemen masyarakat akan mendorong siapapun  untuk melakukan upaya agar beban beliau lebih ringan,” ujarnya. 

Pria yang akrab dipanggil Gus Edo ini menandaskan, bahwasanya dibutuhkan sinergitas dari bawah untuk melakukan ikhtiar guna menyelesaikan persoalan tersebut. 

"Negara harus hadir disini, baik itu pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten. Untuk kabupaten saya akan dorong terus bupati untuk melakukan upaya-upaya agar beban beliau lebih ringan," tandasnya. 

Gus Edo menegaskan, bahwa ini dalam rangka mencari solusi. Kedepan akan menjadi sebuah evaluasi total, itu ada semacam sinergis mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. 

"Jadi, kalau ada masyarakat di level bawah yang seperti ini, itu cepat ada sebuah tindakan," pungkasnya. suf

Berita Terbaru

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyampaikan sejumlah tuntutan buruh dalam peringatan Hari B…

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Insiden ambruknya plafon terjadi di Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun, Kamis (30/4/2026) sore, viral di media sosial. Dalam video y…

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura   ‎

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura  ‎

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) yang tergabung dalam Konfederasi Barisan Buruh Indonesia (KBBI) menyuarakan sejumlah tuntutan dal…

Peringatan Hari Buruh 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Industri dan Kesejahteraan Pekerja

Peringatan Hari Buruh 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Industri dan Kesejahteraan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 11:04 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 11:04 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak pekerja, pengusaha, dan pemerintah memperkuat kolaborasi dalam mendorong k…

Dari Sidang Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Minta Bangun Asrama Santri yang Dilaporkan Gedung TPQ

Dari Sidang Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Minta Bangun Asrama Santri yang Dilaporkan Gedung TPQ

Jumat, 01 Mei 2026 10:46 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGi.com, Gresik - Pengadilan Tipikor Surabaya mulai menyidangkan materiil perkara dugaan korupsi dana hibah Rp400 juta dari Pemprov Jatim tahun…

Bocah 5 Tahun Jatuh dari Lantai 3 Rumah Sakit Hermina Madiun, Nyawa Tak Tertolong

Bocah 5 Tahun Jatuh dari Lantai 3 Rumah Sakit Hermina Madiun, Nyawa Tak Tertolong

Jumat, 01 Mei 2026 07:30 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Peristiwa tragis terjadi di Rumah Sakit Hermina Madiun, Rabu (29/4/2026) siang. Seorang bocah berinisial IZ (sekitar 5 tahun)…